Satu siswa satu mentor, belajar merancang produk digital dengan benar: menggali kebutuhan pengguna, menyusun alur, membangun wireframe dan prototype di Figma, sampai merapikannya jadi design system. Dibimbing lewat studi kasus produk nyata, di mana saja secara online.





Les UI/UX design adalah bimbingan privat satu lawan satu untuk belajar merancang produk digital yang mudah dipakai sekaligus enak dipandang. UX (user experience) menggarap riset, alur, dan kerangka agar produk terasa logis. UI (user interface) menggarap tampilan, warna, tipografi, dan komponen agar produk terlihat rapi dan konsisten. Materi disesuaikan tujuan Anda, entah pindah karier menjadi product designer, menambah skill desain produk di pekerjaan sekarang, atau merancang aplikasi bisnis sendiri. Mentor adalah praktisi dan lulusan Desain Produk, Sistem Informasi, serta Teknik Informatika, dengan biaya mulai Rp 110.000 per sesi.
Apa pun formatnya, alurnya sama-sama mengantar Anda dari memahami pengguna sampai prototype yang siap diuji.
Belajar via Zoom dengan screen sharing, langsung mengerjakan file Figma bersama mentor.
Mentor datang ke rumah untuk pendampingan langsung di kota-kota tertentu.
Belajar bersama 2-3 teman atau rekan satu tim, saling memberi masukan atas rancangan.
Empat tahap bertingkat, dari mengenal Figma sampai merancang design system dan portfolio.
Mengenal cara kerja Figma dan prinsip dasar desain. Anda belajar membaca antarmuka yang baik, memakai frame, layer, dan komponen sederhana sebagai fondasi semua tahap berikutnya.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Belajar memahami pengguna sebelum mendesain. Anda menggali kebutuhan lewat riset sederhana, menyusun alur pengguna, lalu menuangkannya jadi wireframe yang menguji ide sejak murah dan cepat.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengubah wireframe menjadi tampilan yang rapi dan konsisten: tipografi, warna, layout, dan komponen. Lalu menghidupkannya jadi prototype interaktif yang terasa seperti aplikasi sungguhan.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Merapikan komponen menjadi design system yang dapat dipakai ulang, memahami cara serah-terima ke developer, lalu menyusun studi kasus yang menceritakan proses berpikir Anda di portfolio.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lima pilar yang dibangun bertahap, dari cara berpikir desain sampai portfolio yang siap dipamerkan.
Mentor menyesuaikan penekanan dengan tujuan Anda. Yang mengejar pekerjaan fokus ke studi kasus dan portfolio, desainer grafis menambah UX research dan prototyping, pemilik produk fokus ke alur dan wireframe untuk produknya sendiri.
Cara berpikir berpusat pada pengguna dan mengenal alur kerja seorang product designer.
Menggali kebutuhan pengguna dan menata isi produk agar mudah ditemukan.
Menuangkan ide jadi kerangka, lalu menghidupkannya jadi prototype yang bisa diklik.
Membuat tampilan yang rapi, konsisten, dan enak dilihat di berbagai layar.
Merapikan komponen jadi sistem, menyerahkannya ke developer, dan menyusun portfolio.
Pekerja dari bidang non-desain yang ingin berpindah menjadi product designer, dengan jalur belajar terstruktur dan portfolio nyata.
Rekomendasi:
Mahasiswa dan lulusan baru yang ingin menonjol dengan keterampilan desain produk digital yang banyak dicari perusahaan teknologi.
Rekomendasi:
Desainer grafis yang sudah kuat di visual dan ingin melengkapinya dengan riset, alur, dan prototyping produk digital.
Rekomendasi:
Pemilik usaha atau penggagas produk yang ingin merancang sendiri alur aplikasi atau situsnya sebelum menyewa tim.
Rekomendasi:
Desainer produk tidak langsung menggambar layar. Mereka mengikuti proses berpikir bernama design thinking, dari memahami orang sampai menguji solusi. Inilah lima fase yang akan Anda latih lewat studi kasus nyata.
Pahami penggunanya
Catatan riset dan pemahaman tentang siapa yang Anda layani.
Rumuskan masalahnya
Satu pernyataan masalah yang tajam dan disepakati.
Cari banyak ide
Alur pengguna dan sketsa ide yang siap dirancang.
Wujudkan jadi rancangan
Prototype interaktif yang terasa seperti produk nyata.
Uji ke pengguna nyata
Daftar perbaikan yang berpijak pada bukti nyata.
Prosesnya berputar dan berulang. Setiap temuan bisa membawa Anda kembali ke tahap sebelumnya.
Hasil pengujian sering mengirim Anda kembali ke fase Define atau Ideate. Itu wajar dan justru sehat. Mentor melatih Anda nyaman dengan perputaran ini, supaya rancangan akhir benar-benar berpijak pada kebutuhan pengguna yang teramati langsung.
Orang sering bertanya beda UX dan UI. Keduanya satu rangkaian, dari memahami pengguna di sisi UX sampai merapikan tampilan di sisi UI. Lima lapisan ini menunjukkan apa yang dikerjakan di sepanjang jalurnya.
Menggali siapa penggunanya, apa kebutuhannya, dan kendala apa yang mereka hadapi sebelum satu layar pun digambar.
Menata isi dan langkah produk supaya pengguna selalu tahu di mana mereka berada dan ke mana harus melangkah.
Merancang bagaimana produk merespons aksi pengguna: keadaan tombol, transisi, dan umpan balik agar terasa hidup dan jelas.
Memberi rupa pada rancangan lewat tipografi, warna, layout, dan ikon supaya rapi, terbaca, dan punya hierarki yang jelas.
Mengubah komponen lepas jadi sistem yang dapat dipakai ulang, agar desain tetap konsisten dan mudah dikembangkan bersama tim.
Di banyak perusahaan, satu orang menggarap dari riset sampai UI, dengan kadar yang berbeda-beda. Memahami seluruh rentang ini membuat Anda mengerti alasan di balik setiap keputusan tampilan, sehingga desain berpijak pada fungsinya bagi pengguna. Mentor membantu Anda menemukan titik kuat, entah lebih condong ke riset UX atau ke visual UI.
Kesalahan yang paling sering kami temui, dan cara mentor melatih siswa menghindarinya.
Kenapa terjadi
Pemula tergoda menggambar layar cantik lebih dulu, padahal belum tahu masalah apa yang sebenarnya dipecahkan.
Cara kami mengatasinya
Mentor menanamkan kebiasaan riset dan menyusun alur dulu, sehingga setiap layar lahir dari kebutuhan yang jelas.
Kenapa terjadi
Desain di galeri inspirasi sering dibuat untuk pamer ketimbang untuk dipakai, sehingga indah dilihat namun membingungkan saat digunakan.
Cara kami mengatasinya
Kami melatih siswa membaca alasan di balik sebuah rancangan, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan produk dan pengguna nyata.
Kenapa terjadi
Bagian visual paling terlihat, sehingga pemula mengira itu seluruh pekerjaannya dan melewatkan riset serta alur.
Cara kami mengatasinya
Mentor menunjukkan bahwa keputusan terpenting justru terjadi sebelum tahap visual, di riset dan perancangan alur.
Kenapa terjadi
Desainer mudah jatuh cinta pada karyanya sendiri dan menganggap rancangannya sudah jelas bagi semua orang.
Cara kami mengatasinya
Kami membiasakan menguji prototype ke pengguna sungguhan, karena lima menit observasi sering mengungkap yang luput berjam-jam.
Kenapa terjadi
Tampilan akhir yang cantik tidak menunjukkan cara berpikir, padahal itulah yang ingin dilihat perekrut produk.
Cara kami mengatasinya
Mentor mendampingi menyusun studi kasus yang bercerita: masalahnya apa, prosesnya bagaimana, dan kenapa keputusan itu diambil.
Mentor praktisi mendampingi satu lawan satu, dari menggali kebutuhan pengguna sampai merapikan komponen dan menyusun portfolio.
Anda menentukan tempo. Bertanya dan praktik di Figma sepuasnya, setiap rancangan langsung dikritik membangun tanpa menunggu kelas.
Latihan memakai masalah produk yang menyerupai dunia kerja, sehingga keterampilan langsung relevan saat melamar atau bekerja.
Dari riset, wireframe, UI, sampai design system, lengkap dalam satu jalur belajar yang runtut.
Hasil belajar dirangkai menjadi studi kasus yang menceritakan proses berpikir Anda, yang justru paling dicari perekrut produk.
Biaya jelas dari awal, mulai per sesi tanpa keharusan paket panjang di muka.
Belajar online dari mana saja dengan jadwal yang menyesuaikan kesibukan kerja atau kuliah Anda.
Mentor kami adalah praktisi dan lulusan Desain Produk, Sistem Informasi, serta Teknik Informatika dari kampus ternama, terbiasa merancang produk digital dan menjelaskannya dengan bahasa yang membumi.

Desain Produk, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Empati pengguna sebagai pijakan“Berlatar Desain Produk Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Dewi memulai dari pertanyaan sederhana: siapa yang akan memakai ini. Ia menanamkan kebiasaan riset sebelum menggambar layar pertama.”

Teknik Informatika, Universitas Halim Sanusi
Menjembatani desain dan kode“Karena berlatar Teknik Informatika Universitas Halim Sanusi, Silvi paham bagaimana rancangan diterjemahkan menjadi kode. Ia melatih siswa membuat desain yang rapi dan masuk akal untuk dibangun developer.”

Teknik Informatika, Universitas Persada Indonesia
Prototyping yang terasa hidup“Anton, lulusan Teknik Informatika Universitas Persada Indonesia, gemar menghidupkan rancangan jadi prototype yang bisa diklik. Baginya, ide paling cepat dipahami saat orang bisa mencobanya langsung.”

Sistem Informasi, Universitas Alma Ata
Alur dan arsitektur informasi“Dari Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Ajiz menekuni cara menata isi produk supaya pengguna tidak tersesat. Ia mengajak siswa merancang alur dulu sebelum sibuk dengan warna dan tampilan.”

Teknik Informatika, Universitas Pancasila
Detail visual yang membedakan“Fitria, lulusan Teknik Informatika Universitas Pancasila, jeli pada tipografi, warna, dan jarak antarelemen. Ia menunjukkan bagaimana detail kecil mengubah tampilan biasa menjadi terasa profesional.”

Teknik Informatika, Universitas Surabaya
Konsistensi lewat design system“Berbekal Teknik Informatika Universitas Surabaya, Timotius senang merapikan komponen yang berserakan jadi satu sistem. Ia mengajarkan kenapa konsistensi membuat produk lebih cepat dikembangkan dan dipercaya.”
Pengalaman jujur siswa EduPoint, mulai career switcher sampai founder yang akhirnya bisa merancang produknya sendiri.
Saya dari latar admin dan ingin pindah jadi product designer. Mentor menyusun jalur dari riset, wireframe, sampai UI di Figma dengan satu studi kasus utuh. Sekarang saya punya satu portfolio yang berani saya tunjukkan saat melamar.
Ahza A.
Career switcher dari admin • Jakarta
Sebagai desainer grafis, saya kuat di visual tapi buta soal UX. Belajar riset pengguna dan user flow mengubah cara saya memandang desain. Rancangan saya sekarang punya alasan, tidak cuma enak dilihat.
Citra C.
Desainer grafis • Bandung
Saya mahasiswa tingkat akhir dan ingin masuk dunia produk. Yang membantu, mentor mengajak praktik di studi kasus nyata, jauh dari latihan yang dibuat-buat. CV saya jadi lebih dilirik karena ada bukti karyanya.
Marvello M.
Mahasiswa tingkat akhir • Surabaya
Saya punya ide aplikasi tapi tidak tahu cara menuangkannya. Mentor membimbing saya menyusun user flow dan wireframe sendiri. Sekarang saya bisa menjelaskan rancangan ke calon developer lewat gambar yang konkret.
Pak Jamil M.
Founder produk digital • Tangerang
Saya belajar Figma otodidak dari video tapi sering mentok di urutan belajar. Dengan mentor privat, jalurnya jadi jelas dan setiap rancangan saya langsung dikritik membangun. Kemajuannya jauh lebih cepat.
Sakinah S.
Pemula otodidak • Depok
Di kantor saya sering diminta merapikan tampilan internal tool. Belajar dasar design system membuat komponen saya konsisten dan gampang dipakai ulang. Tim developer juga lebih mudah membaca file Figma saya.
Esta A.
Staf yang merangkap desain • Semarang
Saya ibu rumah tangga yang ingin kembali bekerja secara remote. Les ini membimbing dari nol sampai saya punya dua studi kasus. Mentor sabar dan menyesuaikan jadwal dengan waktu saya di rumah.
Ibu Dita D.
Ibu yang kembali berkarier • Bekasi
Saya pikir UI/UX itu cuma mendesain yang cantik. Ternyata bagian terbesarnya adalah berpikir soal pengguna. Setelah memahami itu, rancangan saya berubah total dan terasa jauh lebih matang.
Nanda N.
Mahasiswa desain • Jogja
Harga transparan tanpa biaya tersembunyi. Pilih paket sesuai tujuan.
Jaminan ganti mentor gratis jika belum cocok di 2 sesi pertama.Cocok untuk mengenal mentor dan memulai dari dasar Figma serta cara berpikir desain.
Rp 110.000/sesi • 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Pilihan paling populer untuk belajar konsisten tiap minggu sampai satu produk utuh.
Rp 110.000/sesi • 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Persiapan menyeluruh untuk pindah jalur menjadi product designer.
Rp 105.000/sesi • 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga dapat menyesuaikan tujuan belajar, lokasi, dan format les. Hubungi kami untuk penawaran pasti.
Les UI/UX design online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les UI/UX design tatap muka, mentor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Perjalanan nyata siswa EduPoint dari belajar sampai berkarya di dunia product design.
Pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mulai belajar, kami jawab apa adanya.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Konsultasi gratis untuk menentukan tujuan, mencocokkan mentor, dan menyusun jalur dari riset sampai prototype dan portfolio.