Satu siswa satu mentor, belajar mengubah data mentah menjadi keputusan: merapikan data di Excel, menariknya dengan SQL, membuat dashboard di Power BI atau Tableau, sampai mengolahnya dengan Python. Belajar lewat dataset nyata, di mana saja secara online.





Les data analytics adalah bimbingan privat satu guru satu murid untuk belajar menganalisis data, dari merapikan dan membersihkan data, menariknya dari database dengan SQL, membuat dashboard visual, sampai mengolahnya dengan Python. Tujuannya satu: mengubah angka mentah menjadi insight yang membantu keputusan. Materi disesuaikan tujuan Anda, entah pindah karier menjadi data analyst, menambah skill di pekerjaan sekarang, atau membaca data bisnis sendiri. Mentor adalah analis dan lulusan Statistika serta Sistem Informasi, dengan tarif sesi 60 menit Rp142.000.
Apa pun formatnya, kurikulumnya sama-sama mengantar Anda dari data mentah sampai dashboard yang bercerita.
Belajar via Zoom dengan screen sharing, langsung praktik di tool yang sama dengan mentor.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Mentor datang ke rumah untuk pendampingan langsung di kota-kota tertentu.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Belajar bersama 2-3 rekan kerja atau teman, berbagi studi kasus dan diskusi.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama โ selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Empat tahap bertingkat, dari spreadsheet sampai analisis dengan Python.
Menguasai cara merapikan, menyaring, dan meringkas data di Excel atau Google Sheets. Fondasi yang membuat semua tahap berikutnya terasa logis.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Belajar mengambil data langsung dari database perusahaan dengan SQL, tempat data sesungguhnya tersimpan dalam jumlah besar.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengubah tabel angka menjadi dashboard interaktif dengan Power BI, Tableau, atau Looker Studio yang mudah dibaca pengambil keputusan.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Memakai Python dan pandas untuk membersihkan data berskala besar, menggabungkan banyak sumber, dan mengotomasi pekerjaan yang berulang.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lima pilar yang dibangun bertahap, dari fondasi sampai analisis tingkat lanjut.
Mentor menyesuaikan penekanan dengan tujuan Anda. Yang mengejar pekerjaan fokus ke SQL, BI, dan portfolio, pemilik bisnis fokus ke spreadsheet dan dashboard, calon data scientist menambah Python dan statistik.
Cara berpikir soal data dan menguasai Excel atau Google Sheets sebagai alat analisis pertama.
Mengambil dan mengolah data langsung dari database dengan bahasa SQL.
Membangun dashboard interaktif dengan Power BI, Tableau, atau Looker Studio.
Memakai Python dan pandas untuk pekerjaan data yang besar dan berulang.
Dasar statistik agar kesimpulan benar, dan cara menyampaikan temuan agar dimengerti.
Karyawan dari bidang non-data yang ingin berpindah menjadi data analyst, dengan jalur belajar terstruktur dan portfolio nyata.
Rekomendasi:
Mahasiswa dan lulusan baru yang ingin menonjol di pasar kerja dengan keterampilan analisis data yang dicari banyak perusahaan.
Rekomendasi:
Pemilik usaha yang ingin membaca data penjualan dan pelanggannya sendiri, tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Rekomendasi:
Karyawan di bidang marketing, keuangan, atau operasional yang ingin mengambil keputusan berbasis data di pekerjaan saat ini.
Rekomendasi:
Seorang data analyst tidak bergantung pada satu alat. Ia memilih tool yang tepat untuk tiap tugas. Inilah lima tool inti yang akan Anda kuasai bertahap, beserta perannya masing-masing.
Titik awal setiap analis. Untuk merapikan, menyaring, dan menghitung data dalam jumlah sedang dengan cepat.
Kapan dipakai: Eksplorasi awal, pivot table, dan laporan cepat yang langsung bisa dibagikan.
Membuat pivot penjualan per wilayah, lalu menyorot tiga wilayah teratas.
Bahasa untuk mengambil data langsung dari database perusahaan, tempat data sesungguhnya disimpan.
Kapan dipakai: Saat data terlalu besar untuk spreadsheet atau tersebar di banyak tabel.
Menarik daftar pelanggan yang belum membeli lagi dalam 90 hari terakhir.
Mengubah tabel angka menjadi dashboard interaktif yang mudah dibaca pengambil keputusan.
Kapan dipakai: Saat hasil analisis perlu dipantau rutin atau dipresentasikan ke tim dan atasan.
Membangun dashboard penjualan yang otomatis ter-update setiap minggu.
Untuk membersihkan data berskala besar, menggabungkan banyak sumber, dan mengotomasi pekerjaan berulang.
Kapan dipakai: Saat tugas terlalu rumit atau berulang untuk dikerjakan manual di spreadsheet.
Menggabungkan 12 file bulanan menjadi satu dataset bersih secara otomatis.
Dasar berpikir agar kesimpulan dari data benar dan terbebas dari kebetulan atau salah tafsir.
Kapan dipakai: Saat membandingkan kelompok, menguji dugaan, atau membaca sebuah tren.
Menguji apakah kenaikan penjualan setelah promo benar-benar signifikan.
Kebanyakan analis mulai dari spreadsheet, lalu menambah SQL dan satu tool visualisasi, baru menyentuh Python saat benar-benar dibutuhkan. Di sesi konsultasi, mentor membantu memilih urutan belajar sesuai target pekerjaan dan waktu yang Anda punya.
Analisis data terdiri dari beberapa lapisan. Ia bertingkat, mulai dari memahami masa lalu sampai merekomendasikan tindakan. Memahami empat tingkat ini membantu Anda tahu sedang berada di mana dan akan ke mana.
Apa yang terjadi?
Merangkum data masa lalu menjadi gambaran yang jelas: total, rata-rata, dan tren utama.
Penjualan bulan ini turun 12 persen dibanding bulan lalu.
Kenapa terjadi?
Menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab di balik angka yang muncul.
Penurunan terjadi karena satu wilayah kehabisan stok selama dua minggu.
Apa yang akan terjadi?
Memakai pola masa lalu untuk memperkirakan apa yang mungkin terjadi ke depan.
Jika tren bertahan, stok wilayah itu akan habis lagi akhir bulan.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Menerjemahkan temuan menjadi rekomendasi tindakan yang bisa langsung dijalankan.
Tambah stok wilayah itu 20 persen dan kirim lebih awal sebelum akhir bulan.
Makin ke kanan, makin tinggi nilai dan kompleksitasnya
Mayoritas pekerjaan data analyst berada di tingkat deskriptif dan diagnostik, dan keduanya sudah sangat berharga bagi perusahaan. Tingkat prediktif dan preskriptif menjadi nilai tambah seiring jam terbang bertambah. Kami mengajarkan keempatnya secara bertahap, dimulai dari yang paling sering dipakai.
Jebakan berpikir yang sering menyesatkan analis pemula saat membaca angka, dan cara mentor mengoreksinya.
Kenapa terjadi
Dua angka yang naik bersamaan terlihat saling memengaruhi, padahal bisa jadi kebetulan atau sama-sama dipengaruhi faktor ketiga.
Cara kami mengatasinya
Mentor melatih membaca konteks dan menguji hubungan sebelum menyimpulkan, kebiasaan yang membedakan analis matang dari pemula.
Kenapa terjadi
Pemula tergoda membuat grafik lebih dulu, padahal data sering punya duplikat, format tanggal yang kacau, dan sel kosong.
Cara kami mengatasinya
Kami menanamkan kebiasaan membersihkan dan memeriksa data sebagai langkah pertama, sebelum satu pun grafik dibuat.
Kenapa terjadi
Metrik seperti jumlah tayangan terasa membanggakan, tapi belum tentu terkait dengan tujuan bisnis yang sebenarnya.
Cara kami mengatasinya
Mentor membimbing memilih metrik yang benar-benar menjawab pertanyaan bisnis, melampaui yang sekadar enak dipandang.
Kenapa terjadi
Grafik yang salah, misalnya pie chart untuk terlalu banyak kategori, membuat pembaca bingung atau salah menafsirkan.
Cara kami mengatasinya
Kami mengajarkan memasangkan jenis data dengan grafik yang tepat, agar pesan tersampaikan hanya dalam sekali lihat.
Mentor yang terbiasa bekerja dengan data mendampingi satu guru untuk satu siswa, dari merapikan spreadsheet sampai membangun dashboard dan portfolio.
Anda menentukan tempo. Bertanya dan praktik sepuasnya, setiap error langsung dibahas tanpa menunggu kelas.
Latihan memakai data yang menyerupai dunia kerja, sehingga keterampilan langsung relevan saat melamar atau bekerja.
Dari spreadsheet, SQL, visualisasi, sampai Python, lengkap dalam satu jalur belajar yang runtut.
Hasil belajar dirangkai menjadi portfolio analisis yang bisa Anda tunjukkan ke perekrut, melampaui sehelai sertifikat.
Tarif per sesi tampil apa adanya; spreadsheet bisa jadi bahan utama di paket 4 sesi pertama.
Sesi online bisa diikuti dari mana saja, jadwalnya menyesuaikan rutinitas kerja Anda.
Mentor kami adalah lulusan Statistika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komputer dari kampus ternama, terbiasa bekerja dengan data nyata dan mengajarkannya dengan bahasa yang membumi.

Statistika, Universitas Negeri Yogyakarta
Dari data mentah ke insightโLulusan Statistika Universitas Negeri Yogyakarta yang membiasakan siswa membersihkan dan merapikan data dulu sebelum menarik kesimpulan, fondasi yang sering dilewati pemula.โ

Sistem Informasi, Universitas Negeri Semarang
SQL dan databaseโBerlatar Sistem Informasi Universitas Negeri Semarang, Atma mengajarkan cara mengambil data langsung dari database dengan SQL, keterampilan inti seorang analis.โ

Statistika Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Analitik untuk keputusan bisnisโAnggita, lulusan Statistika Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember, terbiasa menghubungkan angka dengan pertanyaan bisnis nyata supaya analisis berujung pada keputusan.โ

Statistika, Politeknik Statistika STIS
Statistik yang membumiโDari Politeknik Statistika STIS, Vina menjelaskan konsep statistik dengan bahasa sehari-hari, agar siswa paham makna di balik rata-rata, korelasi, dan signifikansi.โ

Statistika, Universitas Islam Indonesia
Visualisasi yang berceritaโNabila, lulusan Statistika Universitas Islam Indonesia, melatih siswa memilih grafik yang tepat sehingga data berbicara jelas, melampaui tampilan yang sekadar ramai.โ

Statistika, Universitas Terbuka
Mulai dari spreadsheetโBerbekal studi Statistika di Universitas Terbuka, Kintan memulai dari spreadsheet yang sudah dikenal banyak orang, lalu menapak ke pivot, rumus, dan dashboard sederhana.โ
Pengalaman jujur siswa EduPoint, mulai career switcher sampai pemilik usaha yang akhirnya mengerti datanya.
Saya dari marketing dan ingin pindah ke data analyst. Mentor menyusun jalur dari Excel, SQL, sampai Power BI dengan studi kasus nyata. Sekarang saya sudah berani melamar posisi analis dengan portfolio sendiri.
Prasetyo L.
Career switcher dari marketing โข Jakarta
Sebagai fresh graduate, saya butuh skill yang membedakan dari pelamar lain. Belajar SQL dan visualisasi membuat CV saya lebih dilirik. Mentor sabar menjelaskan konsep yang dulu terasa rumit.
Vallerie T.
Fresh graduate โข Surabaya
Saya punya toko online dan datanya banyak, tapi dulu cuma jadi tumpukan angka. Setelah belajar pivot dan dashboard, saya bisa lihat produk mana yang laku dan kapan ramai. Keputusan stok jadi lebih tepat.
Pak Zaenal A.
Pemilik toko online โข Bandung
Di pekerjaan keuangan, saya sering harus olah data besar. Belajar Power BI membuat laporan bulanan yang dulu makan waktu berhari-hari kini otomatis. Atasan saya kaget dengan dashboard-nya.
Debby A.
Staf keuangan โข Tangerang
Saya mahasiswa statistika dan ingin lebih praktis. Materi SQL dan Python untuk analitik melengkapi teori kampus. Sekarang saya tahu cara menerapkan ilmu ke data sungguhan, melampaui soal ujian di kampus.
Dinda R.
Mahasiswa statistika โข Jogja
Saya belajar otodidak dari video tapi sering tertahan dan bingung urutannya. Dengan mentor privat, jalur belajar saya jadi jelas dan setiap error langsung dibahas. Kemajuannya jauh lebih cepat.
Caesar R.
Karyawan upskill โข Bekasi
Sebagai manajer, saya tidak perlu jadi analis, tapi ingin paham membaca laporan tim. Mentor menyesuaikan materi dengan konteks kerja saya. Sekarang rapat berbasis data terasa jauh lebih masuk akal.
Ibu Desy P.
Manajer tim โข Semarang
Saya tingkat akhir dan menyiapkan diri masuk dunia kerja data. Yang saya suka, mentor mengajak langsung praktik dengan dataset nyata, jauh dari contoh yang dibuat-buat. Belajar jadi terasa relevan.
Naufal R.
Mahasiswa tingkat akhir โข Malang
Tarif per jam les data analytics kami terbuka sepenuhnya. Silakan tentukan sesi 60, 90, atau 120 menit dan atur 4 hingga 28 pertemuan setiap bulan untuk praktik olah data; totalnya dihitung transparan begitu Anda mendaftar.
Mulai dari
Rp 116.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel โ QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Tarif di halaman ini adalah tarif Analisis Data, opsi yang terpilih otomatis lewat tombol daftar. Opsi Statistika, SPSS, EViews, dan Olah Data di kelompok yang sama memiliki tarif tersendiri di formulir, dan jumlah akhirnya terlihat sebelum konfirmasi. Tutor bisa diganti gratis bila terasa kurang pas.
Les data analytics online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les data analytics tatap muka, mentor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Perjalanan nyata siswa EduPoint dari belajar sampai berkarier dengan data.
Latar Belakang
Lulusan jurusan non-teknis tanpa pengalaman coding
Belajar bertahap dari spreadsheet, SQL, lalu Power BI sambil menyusun portfolio analisis
Latar Belakang
Staf administrasi yang sering mengolah data manual di kantor
Menguasai SQL dan dashboard untuk mengotomasi laporan rutin perusahaannya
Latar Belakang
Pemilik usaha kuliner yang datanya menumpuk tanpa dianalisis
Fokus belajar spreadsheet dan dashboard sederhana dari data penjualan sendiri
Pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mulai belajar, kami jawab apa adanya.
Dua peran ini sering tertukar, padahal fokusnya berbeda. Data analyst berfokus menjawab pertanyaan bisnis dari data yang sudah ada: merapikan data, membuat laporan, dan menyusun dashboard agar keputusan lebih tepat. Tool utamanya spreadsheet, SQL, dan alat visualisasi seperti Power BI atau Tableau.
Data scientist melangkah lebih jauh ke pemodelan dan prediksi. Ia membangun model machine learning, bekerja dengan data tidak terstruktur, dan butuh dasar pemrograman serta matematika yang lebih dalam. Python dan statistik tingkat lanjut menjadi makanan sehari-hari.
Untuk pemula, data analyst umumnya pintu masuk yang lebih cepat dan ramah, karena bisa dimulai tanpa coding berat. Banyak data scientist justru memulai karier sebagai analis. Di EduPoint, jalur data analytics dirancang sebagai fondasi kuat yang bisa Anda lanjutkan ke data science bila berminat. Mentor membantu menentukan arah sesuai tujuan dan latar belakang Anda.
Jawaban singkatnya: tidak wajib di awal, tapi sangat membantu seiring waktu. Banyak data analyst memulai dan bekerja produktif hanya dengan spreadsheet dan SQL, tanpa menyentuh bahasa pemrograman. Excel atau Google Sheets cukup untuk analisis berukuran sedang, sedangkan SQL menangani data besar di database.
Kemampuan coding, khususnya Python, menjadi nilai tambah saat pekerjaan makin kompleks: membersihkan data jutaan baris, menggabungkan banyak sumber, atau mengotomasi tugas yang berulang setiap bulan. Python juga membuka pintu menuju analisis yang lebih dalam dan jenjang ke data science.
Kabar baiknya, SQL relatif mudah dipelajari dan tidak serumit yang dibayangkan, karena strukturnya menyerupai bahasa Inggris sederhana. Di EduPoint, kami memulai dari tool yang paling cepat memberi hasil, lalu menambah coding secara bertahap saat Anda sudah nyaman. Tidak ada lompatan yang membuat kewalahan.
Urutan belajar yang keliru sering membuat pemula menyerah. Urutan yang kami sarankan mengikuti seberapa cepat sebuah tool memberi hasil nyata.
Mulailah dari spreadsheet (Excel atau Google Sheets). Hampir semua orang sudah mengenalnya, dan di sini Anda belajar berpikir terstruktur soal data: membersihkan, menyaring, dan meringkas. Berikutnya SQL, karena di dunia kerja data sungguhan tersimpan di database, jauh dari file Excel. SQL membuat Anda mandiri mengambil data sendiri.
Setelah itu, pelajari satu tool visualisasi seperti Power BI, Tableau, atau Looker Studio untuk mengubah analisis menjadi dashboard yang mudah dibaca. Barulah Python menyusul saat Anda butuh menangani data besar atau mengotomasi pekerjaan. Statistik dipelajari menyertai semuanya, sebagai cara berpikir agar kesimpulan benar. Mentor menyesuaikan urutan ini dengan target pekerjaan Anda.
Sertifikat saja jarang cukup. Perekrut ingin melihat bukti Anda bisa menganalisis data. Berikut langkah membangun portfolio:
- Pilih dataset publik yang Anda minati: data penjualan, olahraga, film, atau topik yang Anda sukai agar prosesnya menyenangkan. - Mulai dari satu pertanyaan jelas: misalnya produk apa yang paling menguntungkan, atau kapan penjualan paling ramai. - Tunjukkan proses di samping hasil: ceritakan cara Anda membersihkan data dan keputusan analisis yang diambil. - Buat satu dashboard yang rapi: satu visual yang jelas lebih berkesan daripada banyak grafik yang berantakan. - Tulis kesimpulan dan rekomendasi: akhiri dengan insight dan saran tindakan, ini yang dicari perusahaan. - Publikasikan: unggah ke portfolio online agar mudah dibagikan saat melamar.
Di paket Karier dan Portfolio, mentor mendampingi Anda menyusun proyek nyata dari nol sampai layak dipamerkan, sehingga Anda melamar dengan bukti konkret, melampaui sekadar klaim.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Jalur belajar data analytics yang runut dimulai dari alat yang paling banyak dipakai perekrut, bergerak dari Excel dan statistik dasar menuju SQL, visualisasi, lalu proyek nyata yang bisa ditunjukkan.
Portofolio yang meyakinkan dibangun dari sedikit proyek bermakna yang menunjukkan cara Anda berpikir, mulai dari data mentah yang berantakan sampai rekomendasi yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Peta jalan bertingkat yang menandai apa yang dipelajari, target waktunya, dan tonggak kelulusan tiap fase, dari fondasi spreadsheet sampai kesiapan melamar pekerjaan pertama.
Program teknologi lain yang sering diambil bersama data analytics.
Konsultasi gratis untuk menentukan tujuan, mencocokkan mentor, dan menyusun jalur dari spreadsheet sampai dashboard dan portfolio.