Satu siswa satu mentor, belajar mengubah data mentah menjadi keputusan: merapikan data di Excel, menariknya dengan SQL, membuat dashboard di Power BI atau Tableau, sampai mengolahnya dengan Python. Belajar lewat dataset nyata, di mana saja secara online.





Les data analytics adalah bimbingan privat satu lawan satu untuk belajar menganalisis data, dari merapikan dan membersihkan data, menariknya dari database dengan SQL, membuat dashboard visual, sampai mengolahnya dengan Python. Tujuannya satu: mengubah angka mentah menjadi insight yang membantu keputusan. Materi disesuaikan tujuan Anda, entah pindah karier menjadi data analyst, menambah skill di pekerjaan sekarang, atau membaca data bisnis sendiri. Mentor adalah analis dan lulusan Statistika serta Sistem Informasi, dengan biaya mulai Rp 100.000 per sesi.
Apa pun formatnya, kurikulumnya sama-sama mengantar Anda dari data mentah sampai dashboard yang bercerita.
Belajar via Zoom dengan screen sharing, langsung praktik di tool yang sama dengan mentor.
Mentor datang ke rumah untuk pendampingan langsung di kota-kota tertentu.
Belajar bersama 2-3 rekan kerja atau teman, berbagi studi kasus dan diskusi.
Empat tahap bertingkat, dari spreadsheet sampai analisis dengan Python.
Menguasai cara merapikan, menyaring, dan meringkas data di Excel atau Google Sheets. Fondasi yang membuat semua tahap berikutnya terasa logis.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Belajar mengambil data langsung dari database perusahaan dengan SQL, tempat data sesungguhnya tersimpan dalam jumlah besar.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengubah tabel angka menjadi dashboard interaktif dengan Power BI, Tableau, atau Looker Studio yang mudah dibaca pengambil keputusan.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Memakai Python dan pandas untuk membersihkan data berskala besar, menggabungkan banyak sumber, dan mengotomasi pekerjaan yang berulang.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lima pilar yang dibangun bertahap, dari fondasi sampai analisis tingkat lanjut.
Mentor menyesuaikan penekanan dengan tujuan Anda. Yang mengejar pekerjaan fokus ke SQL, BI, dan portfolio, pemilik bisnis fokus ke spreadsheet dan dashboard, calon data scientist menambah Python dan statistik.
Cara berpikir soal data dan menguasai Excel atau Google Sheets sebagai alat analisis pertama.
Mengambil dan mengolah data langsung dari database dengan bahasa SQL.
Membangun dashboard interaktif dengan Power BI, Tableau, atau Looker Studio.
Memakai Python dan pandas untuk pekerjaan data yang besar dan berulang.
Dasar statistik agar kesimpulan benar, dan cara menyampaikan temuan agar dimengerti.
Karyawan dari bidang non-data yang ingin berpindah menjadi data analyst, dengan jalur belajar terstruktur dan portfolio nyata.
Rekomendasi:
Mahasiswa dan lulusan baru yang ingin menonjol di pasar kerja dengan keterampilan analisis data yang dicari banyak perusahaan.
Rekomendasi:
Pemilik usaha yang ingin membaca data penjualan dan pelanggannya sendiri, tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Rekomendasi:
Karyawan di bidang marketing, keuangan, atau operasional yang ingin mengambil keputusan berbasis data di pekerjaan saat ini.
Rekomendasi:
Seorang data analyst tidak bergantung pada satu alat. Ia memilih tool yang tepat untuk tiap tugas. Inilah lima tool inti yang akan Anda kuasai bertahap, beserta perannya masing-masing.
Titik awal setiap analis. Untuk merapikan, menyaring, dan menghitung data dalam jumlah sedang dengan cepat.
Kapan dipakai: Eksplorasi awal, pivot table, dan laporan cepat yang langsung bisa dibagikan.
Membuat pivot penjualan per wilayah, lalu menyorot tiga wilayah teratas.
Bahasa untuk mengambil data langsung dari database perusahaan, tempat data sesungguhnya disimpan.
Kapan dipakai: Saat data terlalu besar untuk spreadsheet atau tersebar di banyak tabel.
Menarik daftar pelanggan yang belum membeli lagi dalam 90 hari terakhir.
Mengubah tabel angka menjadi dashboard interaktif yang mudah dibaca pengambil keputusan.
Kapan dipakai: Saat hasil analisis perlu dipantau rutin atau dipresentasikan ke tim dan atasan.
Membangun dashboard penjualan yang otomatis ter-update setiap minggu.
Untuk membersihkan data berskala besar, menggabungkan banyak sumber, dan mengotomasi pekerjaan berulang.
Kapan dipakai: Saat tugas terlalu rumit atau berulang untuk dikerjakan manual di spreadsheet.
Menggabungkan 12 file bulanan menjadi satu dataset bersih secara otomatis.
Dasar berpikir agar kesimpulan dari data benar dan terbebas dari kebetulan atau salah tafsir.
Kapan dipakai: Saat membandingkan kelompok, menguji dugaan, atau membaca sebuah tren.
Menguji apakah kenaikan penjualan setelah promo benar-benar signifikan.
Kebanyakan analis mulai dari spreadsheet, lalu menambah SQL dan satu tool visualisasi, baru menyentuh Python saat benar-benar dibutuhkan. Di sesi konsultasi, mentor membantu memilih urutan belajar sesuai target pekerjaan dan waktu yang Anda punya.
Analisis data terdiri dari beberapa lapisan. Ia bertingkat, mulai dari memahami masa lalu sampai merekomendasikan tindakan. Memahami empat tingkat ini membantu Anda tahu sedang berada di mana dan akan ke mana.
Apa yang terjadi?
Merangkum data masa lalu menjadi gambaran yang jelas: total, rata-rata, dan tren utama.
Penjualan bulan ini turun 12 persen dibanding bulan lalu.
Kenapa terjadi?
Menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab di balik angka yang muncul.
Penurunan terjadi karena satu wilayah kehabisan stok selama dua minggu.
Apa yang akan terjadi?
Memakai pola masa lalu untuk memperkirakan apa yang mungkin terjadi ke depan.
Jika tren bertahan, stok wilayah itu akan habis lagi akhir bulan.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Menerjemahkan temuan menjadi rekomendasi tindakan yang bisa langsung dijalankan.
Tambah stok wilayah itu 20 persen dan kirim lebih awal sebelum akhir bulan.
Makin ke kanan, makin tinggi nilai dan kompleksitasnya
Mayoritas pekerjaan data analyst berada di tingkat deskriptif dan diagnostik, dan keduanya sudah sangat berharga bagi perusahaan. Tingkat prediktif dan preskriptif menjadi nilai tambah seiring jam terbang bertambah. Kami mengajarkan keempatnya secara bertahap, dimulai dari yang paling sering dipakai.
Kesalahan yang paling sering kami temui, dan cara mentor melatih siswa menghindarinya.
Kenapa terjadi
Dua angka yang naik bersamaan terlihat saling memengaruhi, padahal bisa jadi kebetulan atau sama-sama dipengaruhi faktor ketiga.
Cara kami mengatasinya
Mentor melatih membaca konteks dan menguji hubungan sebelum menyimpulkan, kebiasaan yang membedakan analis matang dari pemula.
Kenapa terjadi
Pemula tergoda membuat grafik lebih dulu, padahal data sering punya duplikat, format tanggal yang kacau, dan sel kosong.
Cara kami mengatasinya
Kami menanamkan kebiasaan membersihkan dan memeriksa data sebagai langkah pertama, sebelum satu pun grafik dibuat.
Kenapa terjadi
Metrik seperti jumlah tayangan terasa membanggakan, tapi belum tentu terkait dengan tujuan bisnis yang sebenarnya.
Cara kami mengatasinya
Mentor membimbing memilih metrik yang benar-benar menjawab pertanyaan bisnis, melampaui yang sekadar enak dipandang.
Kenapa terjadi
Grafik yang salah, misalnya pie chart untuk terlalu banyak kategori, membuat pembaca bingung atau salah menafsirkan.
Cara kami mengatasinya
Kami mengajarkan memasangkan jenis data dengan grafik yang tepat, agar pesan tersampaikan hanya dalam sekali lihat.
Mentor yang terbiasa bekerja dengan data mendampingi satu lawan satu, dari merapikan spreadsheet sampai membangun dashboard dan portfolio.
Anda menentukan tempo. Bertanya dan praktik sepuasnya, setiap error langsung dibahas tanpa menunggu kelas.
Latihan memakai data yang menyerupai dunia kerja, sehingga keterampilan langsung relevan saat melamar atau bekerja.
Dari spreadsheet, SQL, visualisasi, sampai Python, lengkap dalam satu jalur belajar yang runtut.
Hasil belajar dirangkai menjadi portfolio analisis yang bisa Anda tunjukkan ke perekrut, melampaui sehelai sertifikat.
Biaya jelas dari awal, mulai per sesi tanpa keharusan paket panjang di muka.
Belajar online dari mana saja dengan jadwal yang menyesuaikan kesibukan kerja atau kuliah Anda.
Mentor kami adalah lulusan Statistika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komputer dari kampus ternama, terbiasa bekerja dengan data nyata dan mengajarkannya dengan bahasa yang membumi.

Statistika, Universitas Negeri Yogyakarta
Dari data mentah ke insight“Lulusan Statistika Universitas Negeri Yogyakarta yang membiasakan siswa membersihkan dan merapikan data dulu sebelum menarik kesimpulan, fondasi yang sering dilewati pemula.”

Sistem Informasi, Universitas Negeri Semarang
SQL dan database“Berlatar Sistem Informasi Universitas Negeri Semarang, Atma mengajarkan cara mengambil data langsung dari database dengan SQL, keterampilan inti seorang analis.”

Statistika Bisnis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Analitik untuk keputusan bisnis“Anggita, lulusan Statistika Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember, terbiasa menghubungkan angka dengan pertanyaan bisnis nyata supaya analisis berujung pada keputusan.”

Statistika, Politeknik Statistika STIS
Statistik yang membumi“Dari Politeknik Statistika STIS, Vina menjelaskan konsep statistik dengan bahasa sehari-hari, agar siswa paham makna di balik rata-rata, korelasi, dan signifikansi.”

Statistika, Universitas Islam Indonesia
Visualisasi yang bercerita“Nabila, lulusan Statistika Universitas Islam Indonesia, melatih siswa memilih grafik yang tepat sehingga data berbicara jelas, melampaui tampilan yang sekadar ramai.”

Statistika, Universitas Terbuka
Mulai dari spreadsheet“Berbekal studi Statistika di Universitas Terbuka, Kintan memulai dari spreadsheet yang sudah dikenal banyak orang, lalu menapak ke pivot, rumus, dan dashboard sederhana.”
Pengalaman jujur siswa EduPoint, mulai career switcher sampai pemilik usaha yang akhirnya mengerti datanya.
Saya dari marketing dan ingin pindah ke data analyst. Mentor menyusun jalur dari Excel, SQL, sampai Power BI dengan studi kasus nyata. Sekarang saya sudah berani melamar posisi analis dengan portfolio sendiri.
Prasetyo L.
Career switcher dari marketing • Jakarta
Sebagai fresh graduate, saya butuh skill yang membedakan dari pelamar lain. Belajar SQL dan visualisasi membuat CV saya lebih dilirik. Mentor sabar menjelaskan konsep yang dulu terasa rumit.
Vallerie T.
Fresh graduate • Surabaya
Saya punya toko online dan datanya banyak, tapi dulu cuma jadi tumpukan angka. Setelah belajar pivot dan dashboard, saya bisa lihat produk mana yang laku dan kapan ramai. Keputusan stok jadi lebih tepat.
Pak Zaenal A.
Pemilik toko online • Bandung
Di pekerjaan keuangan, saya sering harus olah data besar. Belajar Power BI membuat laporan bulanan yang dulu makan waktu berhari-hari kini otomatis. Atasan saya kaget dengan dashboard-nya.
Debby A.
Staf keuangan • Tangerang
Saya mahasiswa statistika dan ingin lebih praktis. Materi SQL dan Python untuk analitik melengkapi teori kampus. Sekarang saya tahu cara menerapkan ilmu ke data sungguhan, melampaui soal ujian di kampus.
Dinda R.
Mahasiswa statistika • Jogja
Saya belajar otodidak dari video tapi sering mentok dan bingung urutannya. Dengan mentor privat, jalur belajar saya jadi jelas dan setiap error langsung dibahas. Kemajuannya jauh lebih cepat.
Caesar R.
Karyawan upskill • Bekasi
Sebagai manajer, saya tidak perlu jadi analis, tapi ingin paham membaca laporan tim. Mentor menyesuaikan materi dengan konteks kerja saya. Sekarang rapat berbasis data terasa jauh lebih masuk akal.
Ibu Desy P.
Manajer tim • Semarang
Saya tingkat akhir dan menyiapkan diri masuk dunia kerja data. Yang saya suka, mentor mengajak langsung praktik dengan dataset nyata, jauh dari contoh yang dibuat-buat. Belajar jadi terasa relevan.
Naufal R.
Mahasiswa tingkat akhir • Malang
Harga transparan tanpa biaya tersembunyi. Pilih paket sesuai tujuan.
Jaminan ganti mentor gratis jika belum cocok di 2 sesi pertama.Cocok untuk mengenal mentor dan memulai dari fondasi data.
Rp 105.000/sesi • 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Pilihan paling populer untuk belajar konsisten tiap minggu.
Rp 100.000/sesi • 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Persiapan menyeluruh untuk pindah karier menjadi data analyst.
Rp 95.000/sesi • 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga dapat menyesuaikan tujuan belajar, lokasi, dan format les. Hubungi kami untuk penawaran pasti.
Les data analytics online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les data analytics tatap muka, mentor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Perjalanan nyata siswa EduPoint dari belajar sampai berkarier dengan data.
Pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mulai belajar, kami jawab apa adanya.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Konsultasi gratis untuk menentukan tujuan, mencocokkan mentor, dan menyusun jalur dari spreadsheet sampai dashboard dan portfolio.