IPAS masuk jadwal sekolah mulai kelas 3, dan nilainya banyak diambil dari pengamatan, percobaan, serta laporan yang ditulis siswa sendiri. Di les IPA SD ini tutor membawa materi buku ke meja belajar memakai barang yang ada di rumah: es batu untuk wujud zat, magnet kulkas untuk gaya, senter untuk cahaya. Siswa melihat kejadiannya dulu, baru mengerjakan soalnya.

Les IPA SD adalah pendampingan privat untuk mata pelajaran IPAS, gabungan IPA dan IPS yang resmi diajarkan sejak kelas 3 sampai kelas 6. Bab IPAS dari buku sekolah dibahas lewat pengamatan dan percobaan kecil, baik saat tutor hadir di rumah siswa maupun dalam sesi online. Untuk paket sebulan berisi 28 sesi, biayanya berawal dari Rp48.000 setiap jam.
Pilih cara belajar yang paling pas untuk siswa. Harga di kartu adalah harga per sesi untuk satu durasi tertentu.
Tutor datang ke rumah siswa, sehingga percobaan bisa memakai dapur, halaman, dan barang di sekitar.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Sesi IPAS berlangsung di Zoom atau Google Meet. Tutor menggambar susunan alat percobaan di papan tulis digital, sementara siswa menyiapkan bahannya di meja belajar. Percobaan tetap jalan, dipandu lewat kamera.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Dua siswa SD yang sedang membahas bab IPAS yang sama, seperti teman satu kelas atau kakak-adik, belajar dalam satu sesi.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama — selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Tuntutan IPAS berubah antara kelas 3-4 dan kelas 5-6, terutama dalam cara siswa mengolah data dan merancang percobaan.
Penyelidikan masih dirancang bersama guru. Siswa belajar mengamati dengan teliti, mencatat dalam turus, dan membaca diagram gambar. Tutor membantu siswa terbiasa menebak dulu apa yang akan terjadi sebelum mencoba.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Siswa diharapkan merencanakan penyelidikan secara mandiri, menyusun tabel dan grafik, lalu menjelaskan hasilnya dengan argumen. Tutor melatih langkah-langkah ini sampai siswa bisa menulis laporan percobaan sendiri.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk siswa yang ikut seleksi OSN IPA SD. Materinya melebar dari buku kelas, dan tes nasional 2025 memuat soal uraian serta tes observasi 120 menit.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Sisi sains IPAS mencakup empat lingkup: makhluk hidup dan lingkungannya, zat dan perubahannya, energi dan perubahannya, serta bumi dan alam semesta. Berikut topik yang biasa muncul di buku siswa tiap kelas.
Capaian Pembelajaran ditetapkan per fase, sedangkan urutan bab mengikuti buku dan alur tujuan pembelajaran yang disusun sekolah masing-masing. Karena itu tutor les IPA SD menyesuaikan urutan materi dengan buku yang sedang dipakai siswa di kelas.
Tahun pertama IPAS. Siswa kelas 3 belajar mengamati hewan dan tumbuhan di sekitarnya, lalu mencatat apa yang dilihat dalam turus dan diagram gambar dengan bimbingan guru.
Materi kelas 4 padat dengan konsep yang sering tertukar. Urutan dan nomor bab berbeda antara edisi buku, jadi tutor mengikuti edisi yang dipakai sekolah siswa.
Buku siswa kelas 5 dibuka dengan bab cahaya dan bunyi. Di fase ini data hasil pengamatan mulai diolah ke tabel dan grafik.
Kelas terakhir IPAS di SD. Siswa kelas 6 diharapkan merencanakan penyelidikan sendiri dan menutup tahun dengan proyek akhir IPAS.
Elemen kedua CP IPAS yang dinilai lewat observasi eksperimen, laporan, tes tertulis, refleksi, dan portofolio. Les IPA SD memberi ruang latihan yang jarang cukup di kelas besar.
Pada OSN SD 2025, cabang IPA terbuka untuk siswa kelas 4 dan 5, berjenjang dari sekolah, kabupaten/kota, provinsi, sampai nasional.
Kebutuhan siswa SD terhadap IPA berbeda-beda, dari yang baru bertemu IPAS sampai yang bersiap ikut olimpiade.
IPAS adalah mata pelajaran baru di kelas 3. Siswa terbantu bila sejak awal terbiasa mengamati, bertanya, dan mencatat.
Rekomendasi:
Wujud zat, gaya, magnet, cahaya, dan bunyi adalah topik yang paling banyak memunculkan salah paham. Les privat IPA SD membahasnya sampai siswa bisa menjelaskan dengan kata-katanya sendiri.
Rekomendasi:
Kelas 6 membawa sistem gerak, tata surya, energi, dan proyek akhir IPAS. Siswa yang ingin menuntaskan IPAS dengan rapi bisa memakai les untuk merencanakan proyeknya.
Rekomendasi:
Siswa kelas 4 dan 5 yang ikut seleksi sekolah sampai nasional membutuhkan latihan soal pilihan jamak, isian, uraian, dan observasi.
Rekomendasi:
Selain Kurikulum Merdeka, tutor juga mendampingi science untuk Cambridge Primary, IB PYP, dan Kurikulum Nasional Plus, termasuk materi dalam bahasa Inggris.
Rekomendasi:
Penelitian guru di beberapa SD menemukan salah paham yang bertahan meski materinya sudah diajarkan. Les privat IPA SD memberi waktu untuk membongkarnya satu per satu.
Kenapa terjadi
Tes diagnostik pada 54 siswa kelas IV SDN Godean 2 mencatat miskonsepsi 69% pada perubahan wujud dan 63% pada jenis wujud (Mujib & Purnomo, 2025). Urutan perubahan dan peran suhu paling sering salah.
Cara kami mengatasinya
Siswa menebak dulu, lalu mencoba sendiri: es batu di piring, air dipanaskan, gelas dingin yang berembun. Tiap kejadian diberi nama yang tepat dan dicocokkan dengan istilah di buku.
Kenapa terjadi
Penelitian di SD Negeri Ngrukeman mencatat miskonsepsi 65% tentang pengaruh gaya pada benda dan 59% tentang magnet (Tsania & Kurniawati, 2024). Penyebabnya antara lain pengetahuan awal yang keliru dan latihan berulang yang tidak membongkar salah pahamnya.
Cara kami mengatasinya
Tutor menanyakan alasan siswa sebelum menjelaskan, lalu mengujinya: mobil mainan didorong di karpet dan di lantai, magnet didekatkan ke sendok, kunci, dan kertas.
Kenapa terjadi
Pada 10 siswa kelas VI SDN Sekarjati, miskonsepsi tentang gaya gravitasi mencapai 66,7% (Mariyadi & WA, 2023). Konsep ini muncul lagi saat siswa belajar tata surya.
Cara kami mengatasinya
Dua benda berbeda berat dijatuhkan bersama, hasilnya dicatat, lalu dikaitkan dengan alasan planet tetap mengelilingi matahari.
Kenapa terjadi
Fase C menuntut siswa mengolah data sendiri ke tabel dan grafik serta merencanakan penyelidikan secara mandiri, sementara di kelas besar waktu latihan per siswa terbatas.
Cara kami mengatasinya
Setiap percobaan di sesi les IPAS ditutup dengan tabel kecil yang diisi siswa, lalu satu kalimat kesimpulan beserta alasannya.
Persentase di atas berasal dari penelitian pada kelas dan sekolah tertentu, sehingga menggambarkan pola umum dan tidak mewakili semua siswa.
Les IPAS SD disusun dari buku sekolah siswa, percobaan yang bisa diulang di rumah, dan catatan perkembangan yang bisa dibaca siapa pun yang mendaftarkan.
Urutan bab IPAS berbeda antar sekolah. Bab yang dibahas tiap sesi disesuaikan dengan buku pegangan siswa dan tanggal ulangan berikutnya.
Es batu, senter, magnet, dan gelas air cukup untuk sebagian besar topik Fase B dan C, sehingga siswa bisa mengulang percobaannya sendiri.
Laporan berkala menunjukkan topik yang sudah dikuasai dan yang perlu diulang, disertai rekomendasi latihan dan sesi konsultasi dengan koordinator akademik.
Percobaan yang terlewat bisa ditonton ulang dari app.edupoint.id, lengkap dengan bahan latihan mandiri dan catatan perkembangan IPAS siswa.
Sesi bisa diatur pagi, sore, atau malam menyesuaikan jam sekolah dan kegiatan siswa.
Bila siswa kurang cocok dengan cara mengajar tutornya, EduPoint mencarikan tutor pengganti.
Setiap tutor berlatar Pendidikan IPA, Tadris IPA, atau Pendidikan Guru Sekolah Dasar, lalu dipasangkan dengan siswa menurut kelas, bab IPAS yang sedang dipelajari di sekolah, dan cara siswa paling nyaman belajar.

Pendidikan IPA, Universitas Negeri Padang
Gaya, magnet, dan percobaan meja dapur“Bagi Arsyad, kelas 4 adalah masa ketika gaya dan magnet mulai terasa abstrak. Dengan bekal Pendidikan IPA dari Universitas Negeri Padang, ia mengajak murid mendorong, menarik, dan menempelkan benda di sekitar rumah lebih dulu, lalu bersama-sama menuliskan apa yang terjadi.”

Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Jakarta
Membaca soal cerita IPAS dengan tenang“Banyak soal IPAS kelas 5 dan 6 diawali bacaan panjang sebelum pertanyaannya muncul. Dita, lulusan PGSD Universitas Negeri Jakarta, melatih murid menandai kata kunci dan menceritakan ulang isi bacaan dengan kalimatnya sendiri sebelum menjawab.”

Pendidikan IPA, Universitas Negeri Malang
Siklus air dan perubahan wujud zat“Air yang menguap dari jemuran, embun di gelas es, dan hujan sore hari menjadi bahan ajar kesukaan Salma. Ia menekuni Pendidikan IPA di Universitas Negeri Malang dan memakai peristiwa sehari-hari itu untuk menyambungkan perubahan wujud zat dengan siklus air.”

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta
Kebiasaan mengamati untuk kelas 3“Halim menempuh Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan yang menyiapkan pengajar untuk seluruh mata pelajaran SD. Untuk murid kelas 3 yang baru berkenalan dengan IPAS, ia membangun kebiasaan kecil: mengamati satu hal, menggambarnya, lalu menulis satu pertanyaan.”

Tadris IPA, Universitas Islam Negeri Salatiga
Tumbuhan, hewan, dan rantai makanan“Mengapa daun berwarna hijau, dan ke mana perginya energi dari makanan? Pertanyaan semacam ini menjadi pintu masuk Indri, lulusan Tadris IPA Universitas Islam Negeri Salatiga, untuk membahas bagian tumbuhan, fotosintesis, dan rantai makanan lewat bagan yang digambar murid sendiri.”

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas Maret
Ringkasan bab menjelang penilaian“Menjelang penilaian akhir bab, Lutfi menyusun ringkasan satu halaman bersama murid berisi istilah penting dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Latar Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Universitas Sebelas Maret membuatnya terbiasa menyesuaikan latihan dengan buku dan cara guru kelas menilai.”
Untuk paket bulanan 28 sesi, les IPAS SD dihitung mulai Rp48.000 setiap jam. Hitungan per jam paling rendah datang dari sesi 120 menit, sementara sesi 60 atau 90 menit tersedia untuk siswa yang lebih nyaman belajar singkat.
Mulai dari
Rp 48.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel — QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Kelas 6, Kurikulum Nasional Plus, dan persiapan olimpiade masuk tingkat tarif yang lebih tinggi, sehingga angka pastinya muncul di formulir setelah kelas dan kurikulum diisi. Pembayaran bisa lewat QRIS, Virtual Account, dompet digital (e-wallet), kartu debit atau kredit, transfer bank, serta gerai Alfamart dan Indomaret.
Jawaban singkat untuk hal yang sering ditanyakan sebelum mendaftar les IPAS SD.
IPA di SD diajarkan di dalam mata pelajaran IPAS, dan jam pelajarannya baru dimulai di kelas 3. Struktur kurikulum Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 belum memberi jam IPAS untuk kelas 1 dan 2, sehingga les IPA SD pada praktiknya melayani rentang kelas 3 hingga kelas 6.
Kelas 3 dan 4 tergolong Fase B. Pada fase ini siswa mengenal pancaindra, siklus hidup hewan dan tumbuhan, wujud zat beserta perubahannya, sumber dan bentuk energi, serta gaya dorong, tarik, gesek, dan gravitasi. Hasil pengamatan dicatat dalam turus dan diagram gambar, masih dengan arahan guru.
Kelas 5 dan 6 tergolong Fase C, dan banyak topik lama kembali dengan tuntutan yang lebih dalam. Energi muncul lagi dalam bentuk penghematan energi dan sumber alternatif, sedangkan gaya berlanjut ke magnet dan listrik. Bab baru ikut datang: cahaya dan bunyi, ekosistem dengan komponen biotik dan abiotik, sistem organ tubuh, serta tata surya dengan rotasi dan revolusi bumi. Data kini diolah ke tabel dan grafik, penyelidikan dirancang sendiri, dan kesimpulan perlu disertai alasan.
Pola bertumpuk ini membuat celah kecil di kelas 4 sering baru terasa di kelas 5 atau 6. Perlu diingat juga, penomoran elemen Capaian Pembelajaran tidak menentukan urutan bab, jadi tiap sekolah boleh menyusun alurnya sendiri.
Panduan Mata Pelajaran IPAS 2025 dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran menempatkan keterampilan proses sejajar dengan pemahaman konsep. Rinciannya ada enam langkah: siswa mengamati, lalu bertanya sambil menebak, merancang penyelidikan, mengolah data, menimbang hasilnya, dan terakhir menyampaikannya kepada orang lain. Peneliti yang memetakan salah paham siswa SD juga menganjurkan demonstrasi langsung dan eksperimen sederhana.
Latihan IPAS di rumah tidak memerlukan alat laboratorium. Kuncinya ada pada kebiasaan menebak sebelum mencoba. Siswa menulis prediksinya dalam satu kalimat, menjalankan percobaan, lalu membandingkan hasil dengan tebakannya. Selisih antara tebakan dan kenyataan itu yang paling layak dibahas, karena di sanalah konsep yang keliru kelihatan.
Tiap percobaan ditutup dengan catatan pendek berisi alat, langkah, hal yang teramati, dan kesimpulan. Susunan ini sama dengan laporan percobaan yang dinilai guru di sekolah, jadi latihan di rumah langsung terpakai di kelas. Siswa kelas 3 dan 4 cukup mencatat dengan gambar dan turus, sementara siswa kelas 5 dan 6 memasukkan hasilnya ke tabel lalu membacanya bersama.
Percobaan di bawah ini memakai barang rumah dan bisa menjadi pembuka tiap topik.
Beberapa bab IPAS punya catatan penelitian yang jelas soal miskonsepsi. Tes diagnostik terhadap 54 siswa kelas 4 di SDN Godean 2 menemukan miskonsepsi 69% pada perubahan wujud dan 63% pada jenis wujud zat (Mujib dan Purnomo, 2025). Yang paling sering tertukar adalah urutan perubahan wujud, beda menguap dengan mendidih, serta pengaruh suhu.
Bab gaya menunjukkan gambaran serupa. Penelitian di SD Negeri Ngrukeman mencatat miskonsepsi 65% tentang pengaruh gaya pada benda dan 59% tentang magnet (Tsania dan Kurniawati, 2024). Di kelas 6, studi pada 10 siswa SDN Sekarjati menemukan 66,7% keliru memahami gravitasi.
Para peneliti menyebut beberapa penyebab, antara lain pengetahuan awal yang keliru dan pengulangan materi tanpa membongkar anggapan lama. Menghafal ulang definisi jarang menolong, sebab anggapan yang lama tetap tinggal di kepala. Cara yang lebih berguna adalah memancing siswa mengucapkan anggapannya sendiri, kemudian mengujinya bersama lewat percobaan kecil.
Panduan IPAS 2025 memilih materi esensial dengan kriteria yang searah: materi fondasi yang menyulitkan bab berikutnya bila belum dikuasai, dan materi yang sering bermasalah saat disampaikan. Karena itu wujud zat dan gaya layak mendapat porsi latihan lebih besar dalam les IPAS SD.
Penilaian IPAS sepenuhnya berada di tangan guru dan sekolah. TKA SD/MI 2026 yang digelar April hanya memuat Bahasa Indonesia dan Matematika, dan Kemendikdasmen menegaskan TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional kelas 5 pun mengukur literasi membaca dan numerasi. Persiapan IPA kelas 6 karena itu diarahkan ke ulangan harian, sumatif akhir semester, dan tugas proyek yang disusun sekolah.
Bentuk asesmen dalam Panduan IPAS cukup beragam: observasi saat percobaan, laporan percobaan, tes tertulis, refleksi pribadi, dan portofolio. Nilai rapor IPAS dengan begitu ikut ditentukan oleh cara siswa bekerja dan menulis, selain jawabannya di lembar soal. Buku kelas 6 juga ditutup bab proyek akhir IPAS yang menuntut perencanaan selama beberapa pekan.
Untuk siswa kelas 4 dan 5 yang ingin berkompetisi, OSN SD 2025 membuka cabang IPA secara berjenjang: tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, lalu nasional. Babak nasional memuat tes observasi 120 menit berisi 20 soal uraian, sehingga kemampuan mengamati dan menjelaskan ikut diuji. Persiapan olimpiade dihitung pada tingkat tarif di atas les IPAS reguler.
Bahan terbaik untuk mengarahkan les privat IPA SD adalah buku dan lembar kerja yang sedang dipakai siswa di kelas. Menjelang sesi pertama, kumpulkan buku siswa IPAS, LKS terbaru, dan kertas ulangan yang nilainya masih rendah. Tutor membaca semuanya untuk menandai bab yang sudah kokoh dan bab yang perlu dibangun ulang.
Pilihan durasinya 60, 90, atau 120 menit. Satu jam memadai untuk membahas satu konsep IPAS sambil mencoba satu percobaan kecil, sedangkan sesi 90 atau 120 menit menyisakan waktu untuk latihan soal, menulis laporan percobaan, atau mencicil proyek. Banyaknya pertemuan tiap bulan mengikuti padatnya bab IPAS di sekolah, dari 4 sesi untuk menjaga pemahaman hingga 28 sesi di bulan ulangan, dan jam mulainya boleh dipilih kapan saja sejak pukul 06.00 sampai 23.00.
Tutor bisa hadir di rumah siswa, mengajar lewat Zoom atau Google Meet, atau memegang kelompok kecil berisi dua sampai tiga siswa. Setiap sesi terekam dan catatan kemajuannya masuk ke app.edupoint.id, sehingga siswa bisa memutar ulang penjelasan percobaan dan pendaftar dapat memantau bab IPAS yang sudah dilatih.
Saat konsultasi, sampaikan kelas, kurikulum sekolah, dan jadwal yang diinginkan, lalu EduPoint mencarikan tutor IPAS yang sesuai. Pembayaran les IPAS menerima semua metode, mulai dari QRIS, e-wallet, Virtual Account, kartu, dan transfer bank sampai setoran tunai di gerai Indomaret atau Alfamart terdekat.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Belajar IPA yang efektif berangkat dari memahami cara kerja alam sebelum menghafal istilahnya. Enam langkah membantu anak SD dan SMP menyambungkan fisika, kimia, dan biologi menjadi satu cerita yang masuk akal.
Dapur keluarga menyimpan laboratorium sains yang lengkap. Tujuh percobaan berikut mengajak anak SD dan SMP membuktikan konsep IPA dengan tangannya sendiri, dipandu langkah metode ilmiah yang sama dengan di sekolah.
Mata pelajaran dan jenjang lain yang sering diambil bersama les IPAS SD.
Isi kelas, kurikulum sekolah, dan topik IPAS yang sedang sulit. EduPoint mencarikan tutor yang cocok dan mengatur jadwal pertamanya.