Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD. Di les privat, siswa melatih menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dengan tempo sendiri. Tutornya bisa hadir di rumah siswa, bisa juga mengajar lewat sesi online.

Les bahasa Inggris SD di EduPoint adalah les privat untuk siswa kelas 1-6 yang materinya mengikuti CP Kurikulum Merdeka Fase B dan C, Cambridge Primary, atau buku sekolah siswa. Tempat belajarnya bisa rumah siswa atau kelas online, dan tarifnya mulai Rp48.000 per jam pada paket bulanan berisi 28 pertemuan. Mulai tahun ajaran 2027/2028, mapel ini wajib sejak kelas 3.
Les privat bahasa Inggris SD bisa berlangsung di rumah, online, atau berdua dengan teman. Harga dan durasi yang tampil di kartu mengikuti pilihan masing-masing.
Cocok untuk siswa kelas rendah yang lebih fokus saat belajar bertatap muka, memakai kartu gambar, buku, dan benda di sekitar rumah sebagai bahan bicara.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Sesi online 60 menit dengan latihan menyimak dan berbicara langsung. Pas untuk siswa kelas 4-6 yang sudah nyaman memakai laptop atau tablet.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Dua siswa SD pada fase yang serupa ditemani satu tutor bahasa Inggris dalam sesi yang sama, misalnya kakak-adik kelas 3 dan 4 atau dua teman sekelas. Latihan percakapan jadi lebih hidup karena ada lawan bicara sebaya.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama — selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Kurikulum Merdeka membagi SD menjadi tiga fase. Les bahasa Inggris SD menyesuaikan diri dengan fase siswa, karena kebutuhan anak kelas 2 jauh berbeda dengan kebutuhan siswa kelas 6.
Kurikulum nasional tidak menetapkan capaian Bahasa Inggris di Fase A karena kelas 1-2 dipakai untuk menguatkan membaca dan menulis bahasa Indonesia. Les di sini sifatnya perkenalan lewat gambar, lagu, dan percakapan pendek, dijalankan kalau sekolah sudah memakai bahasa Inggris atau anak memang tertarik. Tutor menjaga agar latihan membaca bahasa Indonesia tetap jadi prioritas.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Fase B adalah titik mulai CP Bahasa Inggris, dan kelas 3 adalah kelas tempat mapel ini menjadi wajib mulai 2027/2028. Siswa belajar memahami dan menanggapi teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari, membaca teks tulis pendek, lalu menuliskan gagasan dalam teks pendek. Tanggapan boleh berupa kata, gerakan, atau gambar.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Di Fase C, siswa diharapkan menangkap alur informasi teks lisan dan menjawab dengan kalimat pendek, menemukan gagasan utama dan informasi rinci dalam teks pendek, serta menuliskan ide dan pengalaman dalam beberapa jenis teks sederhana. Siswa sekolah Cambridge di kelas 6 juga mendekati Checkpoint di akhir Stage 6.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
CP Bahasa Inggris memadukan enam keterampilan: menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan. Materi les disusun dari pasangan elemen itu, lalu dicocokkan dengan buku dan jadwal ulangan dari sekolah siswa.
CP tidak memecah materi per kelas. Urutan topik kelas 3 dibanding kelas 4, atau kelas 5 dibanding kelas 6, ditentukan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan buku sekolah. Karena itu tutor membuka buku paket dan catatan siswa di awal, lalu menyusun materi les dari sana.
Siswa dilatih memahami bahasa Inggris lisan tentang hal sehari-hari dan berani menjawab. Di kelas 3-4 jawaban boleh pendek atau nonverbal; di kelas 5-6 siswa menjawab dengan kalimat sederhana.
Dimulai dari membaca permulaan, karena siswa SD sering membaca huruf bahasa Inggris dengan bunyi bahasa Indonesia. Setelah kata dan kalimat lancar, siswa kelas 5-6 berlatih mencari gagasan utama dan informasi rinci.
Siswa menuliskan gagasan tentang topik sehari-hari dalam teks pendek, lalu membacakannya atau menunjukkannya di depan tutor. Kelas 5-6 mulai menulis pengalaman dalam beberapa jenis teks sederhana.
Untuk siswa sekolah yang memakai Cambridge Primary, tutor mengikuti kurikulum English as a Second Language (kode 0057) dan buku yang dipakai sekolah.
Penilaian Bahasa Inggris di SD dilakukan oleh sekolah lewat asesmen formatif, sumatif, dan rapor. Les ikut membantu siswa menyiapkan bagian-bagian itu.
Kelas, jenis sekolah, dan bekal awal membuat kebutuhan tiap siswa SD tidak sama. Pendaftar les bahasa Inggris anak SD umumnya datang dari empat kelompok di bawah ini.
Kelas 3 adalah kelas pertama yang mewajibkan Bahasa Inggris mulai tahun ajaran 2027/2028. Siswa yang mulai lebih awal masuk kelas dengan telinga yang sudah terbiasa.
Rekomendasi:
Karena masih mapel pilihan, sebagian sekolah belum punya jam bahasa Inggris. Siswa kelas 4-6 di sekolah seperti ini bisa mulai dari dasar membaca dan berbicara Fase B.
Rekomendasi:
Pelajaran lain mungkin sudah memakai bahasa Inggris, jadi siswa butuh pendampingan membaca soal dan menulis jawaban. Siswa Stage 6 bisa menyiapkan Checkpoint.
Rekomendasi:
Siswa yang sudah bisa bicara sedikit tetapi masih kesulitan menyusun kalimat tertulis, atau ingin lebih siap membaca teks yang lebih panjang di jenjang berikutnya.
Rekomendasi:
Beberapa kesulitan ini tercatat dalam penelitian pendidikan di sekolah dasar Indonesia. Guru bahasa Inggris SD di EduPoint memakai catatan itu sebagai titik awal sesi.
Kenapa terjadi
Penelitian membaca permulaan pada siswa kelas rendah (Suhud dan Puspita, 2024) mencatat kesulitan membedakan bunyi vokal dan konsonan, menghilangkan atau mengganti huruf, serta membaca kata satu per satu.
Cara kami mengatasinya
Tutor melatih bunyi huruf dan gabungan huruf sedikit demi sedikit, mulai dari kata pendek yang sering muncul di buku sekolah, lalu naik ke frasa dan kalimat.
Kenapa terjadi
Studi pada siswa SD (Eniati dan Numertayasa, 2024) menyebut kemampuan dasar yang masih rendah, kurangnya latihan berbicara, minat yang rendah, dan metode yang kurang menarik sebagai penyebabnya.
Cara kami mengatasinya
Setiap sesi punya waktu bicara yang jelas. Dengan satu guru satu siswa, giliran mengucapkan kata dan kalimat jauh lebih banyak daripada di kelas.
Kenapa terjadi
Di kelas besar, setiap siswa hanya kebagian sedikit giliran bicara. Arah kebijakan Kemendikdasmen sendiri meminta pembelajaran yang komunikatif dan membuat murid berani berkomunikasi walau belum sempurna.
Cara kami mengatasinya
Tutor menghargai setiap usaha menjawab. Koreksi pelafalan atau tata bahasa diberikan sesudah siswa selesai bicara, supaya alurnya tidak terputus.
Kenapa terjadi
Penelitian yang sama mencatat minat baca yang kurang, motivasi rendah saat membaca, dan anggapan bahwa membaca itu sulit.
Cara kami mengatasinya
Teks dipilih pendek dan dekat dengan minat siswa, sering ditemani gambar, dan selesai dibaca dalam satu sesi supaya siswa merasakan berhasil.
Kenapa terjadi
Selama Bahasa Inggris masih mapel pilihan, ada sekolah yang mengajarkannya sejak kelas 1 dan ada yang belum. Pemerintah sedang melatih guru kelas untuk mengajar dasar bahasa Inggris; pada 2026 sudah 5.777 guru SD terlatih dari target 13.964.
Cara kami mengatasinya
Tutor memetakan posisi siswa di sesi pertama, lalu menyusun urutan materi sesuai buku sekolah atau, bila belum ada, sesuai CP fase siswa.
Tiap siswa membawa campuran kesulitan yang berbeda. Sesi pertama dipakai tutor untuk mendengar siswa membaca dan berbicara, lalu memilih titik mana yang dikerjakan lebih dulu.
Layanan yang dibangun untuk siswa SD yang baru mengenal bahasa Inggris, dengan cara kerja yang terlihat jelas oleh orang tua.
Sesi pertama dipakai untuk mendengar siswa membaca dan berbicara. Materi berikutnya disusun dari hasil itu dan dari buku sekolahnya.
Untuk siswa sekolah bilingual atau Cambridge, tersedia tutor bilingual terlatih berstandar penutur asli, dengan materi audio dan video dari penutur asli.
Orang tua menerima catatan berkala tentang keterampilan yang sudah lancar dan yang masih dilatih, sehingga kemajuan siswa terlihat dari sesi ke sesi.
Materi, rekaman tiap sesi, dan rapor perkembangan bahasa Inggris tersimpan di aplikasi learner EduPoint (app.edupoint.id), jadi kosakata dan pelafalan bisa diulang siswa kapan pun.
Kalau cara mengajar tutornya terasa belum pas untuk siswa, EduPoint mencarikan tutor bahasa Inggris lain tanpa tambahan biaya, dan permintaan ini boleh diajukan lebih dari sekali. Deposit dilindungi garansi 30 hari.
Keenam tutor di bawah ini mempelajari cara mengajarkan bahasa Inggris di bangku kuliah, di kampus Jakarta, Surabaya, Surakarta, Palembang, Makassar, hingga Kepulauan Riau. Siswa SD dipasangkan dengan tutor sesuai kelas, fase kurikulum, dan keterampilan yang sedang ia latih.

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Jakarta
Membiasakan siswa menyimak sebelum menjawab“Di Universitas Negeri Jakarta, Dini menempuh Pendidikan Bahasa Inggris. Bersama siswa SD ia memulai dari mendengar: lagu pendek, perintah sederhana, dan cerita bergambar, lalu mengajak siswa menirukan kalimatnya satu per satu.”

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Makassar
Pelafalan kata sehari-hari“Bunyi th, v, dan akhiran -ed sering membuat siswa kelas 4 sampai 6 ragu bicara. Dayat, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar, melatih bunyi-bunyi itu lewat kata yang siswa pakai di rumah dan di sekolah.”

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sriwijaya
Kosakata lewat gambar dan benda di sekitar“Kosakata siswa SD paling mudah tumbuh dari benda yang bisa ia tunjuk. Aisyah membawa bekal Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya ke sesi yang memakai kartu gambar, isi tas sekolah, dan ruangan di rumah sebagai bahan latihan.”

Pendidikan Bahasa Inggris, IAIN Surakarta
Kalimat pertama yang berani diucapkan“Rasa takut salah sering membuat siswa memilih diam. Rosyid, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Surakarta, membuka sesi dengan dialog pendek yang sudah dilatih bersama, supaya siswa punya kalimat siap pakai sebelum mencoba menyusun sendiri.”

Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Negeri Surabaya
Membaca teks pendek Fase C“Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Negeri Surabaya memberi Eka kebiasaan membaca teks bersama siswa. Untuk kelas 5 dan 6, ia memakai deskripsi singkat, pengumuman sekolah, dan cerita pendek, lalu meminta siswa menceritakan ulang isinya dengan kata sendiri.”

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Menulis kalimat sederhana dengan rapi“Menulis kalimat pertama dalam bahasa Inggris butuh contoh yang dekat. Wawan, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji, mengajak siswa menyusun kalimat tentang diri sendiri, keluarga, dan hobi, lalu memeriksa ejaan dan urutan katanya bersama.”
Les ini memakai tarif jenjang SD, mulai Rp48.000 per jam. Dasar hitungannya paket 28 sesi sebulan, masing-masing sesi 120 menit.
Mulai dari
Rp 48.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel — QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Pilihan sesi bulanan 4-28 sesi. Total akhir muncul di formulir pendaftaran setelah jumlah sesi, durasi, mode, dan kota terisi. Biaya les bahasa Inggris SD ini bisa dilunasi lewat QRIS, Virtual Account, kartu, e-wallet, transfer antarbank, atau gerai Alfamart dan Indomaret.
Jawaban singkat tentang kurikulum, ujian, biaya, dan cara mendaftar les bahasa Inggris untuk siswa SD.
Kurikulum Merdeka membagi bahasa Inggris SD ke dalam tiga fase, dan tiap fase menaikkan tuntutannya sedikit demi sedikit. Capaian Pembelajaran (CP) yang berlaku sejak tahun ajaran 2025/2026, yang ditetapkan BSKAP dengan nomor 046/H/KR/2025, baru dimulai di Fase B. Jadi siswa kelas 1 dan 2 belum punya target resmi bahasa Inggris, sebab dua tahun itu dipakai untuk menguatkan membaca dan menulis bahasa Indonesia.
Fase B (kelas 3-4) menaruh bahasa lisan di depan. Siswa belajar memahami ucapan dan teks sederhana tentang kehidupan sehari-hari, lalu menanggapinya, boleh dengan kata, anggukan, atau gambar. Bahasa tulis dikenalkan pelan-pelan lewat teks pendek. CP Fase B ikut mencakup kompetensi Fase A, sehingga siswa yang baru pertama kali bertemu bahasa Inggris di kelas 3 tetap punya titik masuk yang wajar.
Fase C (kelas 5-6) meminta lebih banyak di tiap keterampilan. Saat menyimak, siswa perlu menangkap alur informasi lalu menjawab dengan kalimat pendek. Saat membaca, siswa mencari gagasan utama dan detail. Saat menulis, siswa menceritakan ide dan pengalaman dalam beberapa jenis teks sederhana. Ujung kedua fase ini setara CEFR A1.
CP tidak membagi topik per kelas, sehingga isi kelas 3 di satu sekolah bisa berbeda dengan sekolah lain. Pembagiannya tertulis di ATP dan buku paket tiap sekolah. Karena itu, rencana les bahasa Inggris SD baru disusun setelah tutor tahu bab mana yang sedang dibahas di kelas siswa.
Pertemuan dengan tutor berlangsung beberapa kali seminggu, sementara telinga siswa SD perlu mendengar bahasa Inggris hampir setiap hari. Sepuluh menit bahasa Inggris di rumah hampir tiap sore biasanya lebih melekat pada siswa SD daripada satu latihan panjang di hari Sabtu. Beberapa kebiasaan yang bisa dijalankan siswa, dengan atau tanpa pendampingan orang tua:
- Membaca keras 5-10 menit. Ambil teks dari buku sekolah yang sudah dibahas di les, supaya siswa membaca bahan yang ia pahami dan bunyi huruf yang dilatih bersama tutor teringat lagi. - Menjawab satu pertanyaan sehari dalam bahasa Inggris. Misalnya tentang menu makan siang atau kegiatan sepulang sekolah. Untuk siswa kelas 3, jawaban satu kata pun sudah cukup. - Menonton video pendek berbahasa Inggris dengan teks. Ini melatih elemen memirsa, lalu siswa menceritakan ulang isinya dengan kata-katanya sendiri. - Menulis dua atau tiga kalimat di buku harian. Bagi siswa Fase C, kebiasaan ini langsung menyentuh elemen menulis.
Orang tua yang belum lancar berbahasa Inggris tetap bisa mendampingi. Perannya cukup menyediakan waktu, mendengarkan siswa membaca, dan menanyakan apa yang dipelajari hari itu. Koreksi pelafalan biar menjadi bagian tutor di pertemuan berikutnya. Tutor juga bisa menaruh lembar latihan di aplikasi learner EduPoint, dan rekaman sesi online tersimpan di sana, sehingga siswa punya bahan yang jelas untuk diulang tanpa perlu mencari sendiri.
Pertanyaan yang sering muncul saat konsultasi adalah apakah les bahasa Inggris SD perlu diarahkan ke TKA. Mata uji TKA SD/MI 2026 hanya Bahasa Indonesia dan Matematika, dilaksanakan 20-30 April 2026 dengan jadwal susulan 11-17 Mei 2026. Bahasa Inggris tidak termasuk di dalamnya.
Nilai bahasa Inggris siswa SD sepenuhnya lahir dari penilaian sekolah, yang biasanya berbentuk tiga hal:
- Asesmen formatif: tugas harian, latihan di kelas, dan pengamatan guru saat siswa berbicara. - Asesmen sumatif: ulangan per bab dan penilaian akhir semester. - Rapor: rangkuman keduanya, sering disertai catatan deskriptif dari guru.
Karena bobot nilainya tersebar sepanjang semester, persiapannya juga ikut tersebar. Tutor menemani siswa mengerjakan PR sampai paham alasannya, mengulang bab beberapa hari sebelum ulangan, dan berlatih membawakan presentasi bila tugas proyek memintanya.
Siswa sekolah Cambridge Primary punya tonggak lain. Cambridge Primary Checkpoint diikuti di akhir Stage 6, sekitar usia 11 tahun, dengan dua jalur: English atau English as a Second Language (kurikulum 0057). Sekolah yang menentukan jalurnya, dan satu murid hanya mengikuti salah satu. Hasilnya dilaporkan dalam skala 0-50 bersama Statement of Achievement. Persiapan Checkpoint sebaiknya dimulai beberapa bulan sebelumnya, dengan mengenal bentuk soal dan membiasakan siswa membaca instruksi berbahasa Inggris tanpa bantuan.
Sampai tahun ajaran 2026/2027, Bahasa Inggris di SD berstatus mata pelajaran pilihan. Mulai tahun ajaran 2027/2028, mapel ini wajib sejak kelas 3 SD/MI. Dasarnya Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 yang diubah dengan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, dan rencana ini kembali disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam KONASPI di Nusa Dua, Bali, awal Oktober 2026.
Pada tahap awal, guru kelas dilatih mengajarkan keterampilan dasar bahasa Inggris, sedangkan rekrutmen guru khusus bahasa Inggris belum diprioritaskan. Sepanjang 2026, 5.777 guru SD sudah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam bahasa Inggris dari target 13.964 guru. Arah pembelajarannya komunikatif dan menyenangkan. Percakapan sehari-hari didahulukan ketimbang tata bahasa yang rumit, supaya murid berani berbicara walau kalimatnya belum sempurna.
Siswa yang kini duduk di kelas 2 akan naik ke kelas 3 tepat ketika aturan wajib itu mulai berjalan. Persiapan yang masuk akal di usia ini cukup ringan: membiasakan telinga dengan bunyi bahasa Inggris dan berani menjawab pertanyaan pendek, sambil tetap menjaga latihan membaca bahasa Indonesia.
Kebutuhan siswa kelas 4-6 yang sekolahnya belum punya jam bahasa Inggris berbeda lagi. Mereka perlu mengejar dasar Fase B dengan tempo yang lebih cepat agar siap mengikuti materi Fase C. Les privat memudahkan hal ini karena urutan materi bisa dipadatkan sesuai kemampuan siswa saat itu.
Pertemuan pembuka diawali siswa membaca nyaring satu halaman buku bahasa Inggris sekolahnya, disusul obrolan singkat dalam bahasa Inggris sederhana dan pengecekan bab yang sedang dibahas di kelas. Dari situ terlihat titik yang perlu didahulukan. Penelitian di SD Indonesia mencatat beberapa titik yang sering berulang: huruf bahasa Inggris dibaca dengan bunyi bahasa Indonesia, kata dibaca satu per satu, tanda baca terlewat, dan pelafalan yang ragu karena jarang berlatih bicara.
Sesi berikutnya biasanya mengalir dalam tiga bagian: pemanasan percakapan, latihan inti untuk satu kesulitan, lalu penerapan di bacaan atau tulisan dari buku sekolah. Durasi les bisa dipesan 60, 90, atau 120 menit. Siswa kelas 1-3 umumnya lebih nyaman dengan 60 menit, sedangkan siswa kelas 5-6 yang sekaligus menyiapkan ulangan sering memilih durasi yang lebih panjang.
Dalam sebulan, siswa SD bisa berlatih bahasa Inggris paling sedikit 4 kali dan paling banyak 28 kali. Sesinya boleh mulai sepagi pukul 06.00 sebelum berangkat sekolah, atau digeser hingga batas pukul 23.00 bila sore harinya sudah terisi kegiatan lain. Biaya les bahasa Inggris SD ini bisa dibayar di kasir Alfamart atau Indomaret, dengan kartu, lewat transfer ke rekening bank, melalui Virtual Account, memakai dompet digital, ataupun memindai QRIS.
Urutan mendaftarnya:
- konsultasi lewat WhatsApp atau formulir; - sampaikan kelas, kurikulum sekolah, jadwal, dan mode belajar; - EduPoint mencarikan tutor bahasa Inggris SD yang sesuai; - sesi pertama dijadwalkan dan les dimulai.
Bila kecocokan dengan tutor belum terasa, penggantian tutor gratis bisa diminta kapan saja. Dari catatan perkembangan yang dikirim berkala, siswa dan yang mendampinginya bisa melihat keterampilan mana yang sudah lancar, misalnya membaca nyaring, dan mana yang masih perlu diulang.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Bahasa Inggris adalah keterampilan yang bisa dibangun bertahap oleh siapa saja, dimulai dari kosakata inti dan input sederhana yang dipahami setiap hari.
Fondasi tata bahasa Inggris untuk pemula dibangun satu pola kalimat pada satu waktu, dengan latihan harian yang membuat aturan melekat sendiri.
Kosakata bertambah paling cepat ketika kata yang tepat dipelajari dalam konteks dan diulang pada jarak waktu yang pas.
Kelancaran berbicara tumbuh dari rasa aman dan jam praktik yang menumpuk setiap hari.
Les privat jenjang SD, bahasa Inggris untuk anak, dan jalur Cambridge.
Sampaikan kelas, sekolah, dan jadwal yang memungkinkan. EduPoint mencarikan tutor bahasa Inggris SD yang sesuai, lalu sesi pertama bisa dijadwalkan.