Mencocokkan Lambang Angka dengan Banyak Benda
Jarimatika memberi makna pada posisi jari, sehingga bekal yang dibutuhkan anak sebelum tangan pertama dibuka adalah pemahaman bahwa lambang 7 mewakili tujuh benda. Anak yang hafal urutan menyebut satu sampai sepuluh tetapi belum bisa menghitung benda dengan tepat akan meniru bentuk jari tanpa tahu artinya. Bentuk tangannya bisa benar, dan saat soal penjumlahan datang, ia belum punya pegangan untuk mengecek apakah hasilnya masuk akal.
Pemeriksaan kesiapannya sederhana dan bisa memakai barang yang ada di meja. Letakkan tujuh sendok atau kancing, minta anak menghitungnya sambil menyentuh satu per satu, lalu tunjukkan beberapa kartu angka dan tanyakan kartu mana yang cocok. Ulangi dengan jumlah lain secara acak, termasuk angka yang bentuknya sering tertukar seperti 6 dan 9. Anak yang menyentuh dua benda dalam satu hitungan, atau berhenti di tengah lalu mengulang dari awal, masih perlu beberapa hari bermain hitung benda.
Kesiapan ini juga mencakup gagasan lebih banyak dan lebih sedikit. Anak yang bisa menjawab tumpukan mana yang lebih banyak, dan berapa kancing yang perlu ditambah agar dua tumpukan sama, sudah membawa bibit penjumlahan dan pengurangan. Usia yang umum adalah 4 sampai 5 tahun, dan patokan yang dipakai tetap kemampuan mencocokkan. Anak yang lebih tua pun kadang perlu kembali ke tahap ini sebentar sebelum formasi jari diperkenalkan.
Anak siap mulai jarimatika saat ia bisa menghitung benda satu per satu dan memasangkannya dengan kartu angka 1 sampai 10 tanpa ragu.