Satu anak satu tutor, belajar merakit dan memprogram robot nyata mulai dari micro:bit sampai Arduino dan robot kompetisi. Tutor datang ke rumah atau online, dengan tempo yang mengikuti rasa ingin tahu anak Anda. Coba dulu dari Rp 100.000 per sesi.





Les robotik adalah bimbingan privat satu lawan satu yang mengajarkan anak merancang, merakit, dan memprogram robot. Anak belajar memadukan tiga keahlian sekaligus: elektronika, mekanika, dan pemrograman. Materinya bertahap mengikuti usia: robot blok dan micro:bit untuk usia 7-10 tahun, Arduino dan elektronika untuk usia 10-14 tahun, lalu Raspberry Pi dan robot kompetisi untuk remaja. Tutor datang ke rumah atau mengajar online, dengan biaya mulai Rp 100.000 per sesi.
Tutor membawa perangkat ke rumah, memandu lewat layar dengan simulator, atau merakit bareng kakak-adik. Sesuaikan dengan ritme keluarga Anda.
Tutor datang ke rumah membawa kit robot, anak langsung memegang komponen dan merakit.
Belajar via Zoom dengan simulator Tinkercad dan panduan merakit kit di rumah.
Merakit bersama kakak, adik, atau 2-3 teman, seperti tim robotik mini.
Setiap anak mulai dari perangkat yang sesuai usianya, lalu naik ke perangkat yang lebih canggih saat ia siap.
Anak mengenal robot lewat blok LEGO bermotor dan papan micro:bit. Pemrogramannya memakai blok warna, jadi anak yang belum kuat membaca tetap bisa membuat robot bergerak dan berkedip.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Anak masuk ke elektronika sungguhan: merangkai di breadboard dan menulis kode C++ untuk Arduino. Di tahap ini anak paham bagaimana listrik, komponen, dan kode bekerja bersama.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Anak naik ke Raspberry Pi dengan Python, menambahkan kamera dan koneksi internet pada robotnya. Robot mulai bisa mengenali objek sederhana dan dikendalikan dari jarak jauh.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Anak menyiapkan robot untuk bertanding: line follower, sumo robot, sampai robot misi otonom. Tutor membimbing strategi, tuning, dan logika kontrol agar robot tampil stabil di lapangan lomba.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Empat pilar yang dipelajari berbarengan dalam setiap proyek robot, bukan teori terpisah.
Tutor menyesuaikan kedalaman tiap pilar dengan usia dan platform anak. Anak SD lebih banyak merakit dan bermain blok, remaja lebih dalam ke kode dan kontrol.
Fondasi listrik yang aman dan praktis, dipelajari sambil merangkai, bukan menghafal rumus.
Otak robot diprogram bertahap, dari blok warna ke C++ Arduino lalu Python.
Robot belajar merasakan dunia dan bergerak menanggapinya, inti dari semua robotika.
Anak merancang rangka dan bagian gerak, lalu menyatukan semuanya menjadi robot utuh.
Anak yang gemar membongkar mainan, menyusun LEGO, atau penasaran isi dalam benda elektronik punya naluri insinyur. Les robotik menyalurkan rasa ingin tahu itu menjadi karya yang berfungsi.
Rekomendasi:
Anak yang menyukai sains, matematika, atau bertanya bagaimana mesin bekerja akan menemukan robotik sebagai laboratorium pribadinya. Konsep fisika dan logika terasa nyata karena langsung dipraktikkan.
Rekomendasi:
Anak yang ingin berlaga di lomba robotik butuh pendampingan terstruktur, dari merancang strategi sampai menstabilkan robot di lapangan pertandingan.
Rekomendasi:
Banyak sekolah belum punya klub robotik, atau homeschooler ingin jalur STEM yang serius. Les privat menghadirkan pengalaman robotik lengkap langsung di rumah.
Rekomendasi:
Setiap robot, dari mainan sampai robot pabrik, dibangun dari lima sistem yang sama. Memahaminya membuat anak bisa membongkar dan membangun robot apa pun.
Setiap robot bekerja dalam satu putaran: merasakan, berpikir, lalu bergerak.
Papan mikrokontroler adalah otak robot. Ia membaca masukan dari sensor, menjalankan program yang ditulis anak, lalu memerintah aktuator untuk bergerak. Inilah tempat kode anak benar-benar hidup dan mengendalikan benda nyata.
Contoh komponen
Yang anak pelajari di sini
Anak belajar menulis program yang membaca kondisi dan memutuskan aksi: jika ada halangan di depan, belok kanan.
Sensor merasakan, otak berpikir, aktuator bergerak. Daya menyalakan ketiganya, rangka menyatukannya. Setelah anak paham lima bagian ini, ia bisa membongkar robot apa pun dan menebak cara kerjanya, bekal yang terpakai sampai bangku kuliah teknik.
Robotik menyatukan listrik, mekanik, dan kode, sehingga kesalahan kecil bisa membuat robot diam total. Inilah hambatan yang paling sering kami temui dan cara kami membereskannya.
Kenapa terjadi
Biasanya bukan kodenya, melainkan koneksi: kabel longgar, ground tidak tersambung, atau baterai lemah. Anak cenderung panik dan langsung mengubah kode.
Cara kami mengatasinya
Tutor mengajari debugging berurutan: cek daya dulu, lalu koneksi, baru kode. Anak belajar mencari akar masalah dengan tenang, bukan menebak.
Kenapa terjadi
Banyak tutorial mengajak copy-paste kode panjang. Anak bisa membuat robot jalan sekali, tapi bingung saat ada yang salah karena tak paham dasarnya.
Cara kami mengatasinya
Tutor memulai dari satu LED dan satu sensor. Setelah anak paham tiap bagian, barulah komponen digabung. Pemahaman dibangun dari bawah.
Kenapa terjadi
Nilai sensor berbeda di setiap ruangan dan kondisi cahaya. Robot line follower yang jalan di rumah sering gagal di tempat lomba karena lantainya berbeda.
Cara kami mengatasinya
Tutor mengajari anak membaca nilai mentah sensor dan menentukan ambangnya sendiri, sehingga robot bisa menyesuaikan diri di mana pun.
Kenapa terjadi
Motor menarik arus besar yang bisa merusak pin Arduino. Pemula sering melakukannya karena terlihat paling sederhana.
Cara kami mengatasinya
Tutor mengenalkan driver motor dan sumber daya terpisah sejak awal, sebuah kebiasaan aman yang melindungi perangkat anak.
Kenapa terjadi
Anak asyik dengan pemrograman sampai lupa bahwa rangka yang goyah membuat robot oleng dan roda selip, sehebat apa pun kodenya.
Cara kami mengatasinya
Tutor menyeimbangkan perhatian: rangka kokoh dan transmisi rapi dirancang lebih dulu, baru kode dioptimalkan di atas fondasi yang stabil.
Setiap jebakan ini justru menjadi pelajaran berharga. Anak yang pernah menghadapinya tumbuh menjadi perakit yang teliti dan calon insinyur yang tahan banting.
Format privat yang menyatukan elektronika, mekanika, dan kode dalam robot nyata yang bisa anak pegang, jalankan, dan banggakan.
Anak menentukan tempo merakit. Tidak ada antre alat atau menunggu giliran seperti di kelas grup.
Anak memegang sensor, motor, dan papan rangkaian sungguhan, bukan sekadar menonton simulasi di layar.
Dari micro:bit usia 7 tahun sampai robot kompetisi remaja, setiap anak mulai dari perangkat yang pas.
Mahasiswa dan alumni teknik elektro, mekatronika, dan informatika yang terbiasa merakit robot.
Tutor membawa kit untuk tatap muka dan merekomendasikan perangkat sesuai jalur belajar untuk les online.
Orang tua menerima laporan berkala lengkap dengan foto robot yang sedang anak kerjakan.
Tutor kami adalah mahasiswa dan alumni terbaik bidang teknik elektro, mekatronika, dan informatika dari kampus ternama, yang terbiasa merakit robot dan sabar mendampingi anak.

Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Universitas Airlangga
Robot dari sensor sampai kodeโBerlatar Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas Airlangga, Charlotte mengajak anak melihat robot sebagai gabungan sensor, kode, dan gerak yang bisa mereka rakit sendiri.โ

Pendidikan Teknik Mekatronika, Universitas Negeri Yogyakarta
Menyatukan mekanik dan elektronikโDella menempuh Pendidikan Teknik Mekatronika Universitas Negeri Yogyakarta dan terbiasa memadukan sisi mekanik dengan elektronik, lalu membimbing anak merakit robot tahap demi tahap sampai benar-benar berfungsi.โ

Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Mulai dari rangkaian dasarโDari bangku Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Qois suka memulai dari rangkaian paling sederhana supaya anak benar-benar paham aliran listrik sebelum menulis kodenya.โ

Teknik Komputer, Universitas Brawijaya
Memrogram otak robotโAndria, mahasiswa Teknik Komputer Universitas Brawijaya, senang menjelaskan cara mikrokontroler membaca sensor lalu mengambil keputusan, bahasa yang membuat anak nyaman dengan pemrograman robot.โ

Elektronika Instrumentasi, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
Sensor dan kalibrasi presisiโKebiasaan presisi dari Elektronika Instrumentasi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia ia tularkan saat mengajari anak membaca dan mengkalibrasi sensor robot dengan teliti.โ

Pendidikan Teknik Elektronika, Universitas Negeri Yogyakarta
Elektronika untuk pemulaโTerlatih sebagai pendidik dari Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Yogyakarta, Hafis memecah konsep elektronika yang rumit menjadi langkah kecil yang mudah diikuti anak.โ
Dari anak SD yang membuat robot bergerak pertama kalinya sampai remaja yang menembus lomba robotik, inilah cerita mereka.
Anak saya kelas 3 SD, awalnya cuma suka main LEGO. Sekarang LEGO-nya bisa bergerak sendiri karena dipasangi motor dan diprogram. Tutornya sabar banget mendampingi tangan kecilnya merakit.
Ibu Dian M.
Orang tua anak usia 9 tahun โข Jakarta
Saya pikir robotik itu mahal dan ribet. Ternyata tutor datang bawa kit lengkap, anak tinggal belajar. Robot penghindar halangan buatannya sekarang dipajang di kamar.
Pak Ahmad S.
Orang tua siswa SMP kelas 7 โข Bandung
Anak saya jadi paham listrik dan elektronika dari les robotik, padahal di sekolah materi itu masih jauh. Sekarang dia berani membongkar dan memperbaiki mainan adiknya sendiri.
Ibu Yunar R.
Orang tua siswa SD kelas 6 โข Surabaya
Sekolah anak saya tidak ada ekskul robotik. Les privat di rumah jadi solusi, dan tutornya menyesuaikan materi dengan minat anak yang suka mobil-mobilan, jadi robotnya berbentuk mobil.
Ibu Delia R.
Orang tua siswa SD kelas 4 โข Depok
Kami tinggal di kota kecil tanpa tempat kursus robotik. Les online ternyata bisa, tutor pakai simulator dulu lalu memandu anak merakit kit yang kami beli. Di luar dugaan, lancar.
Pak Tutur P.
Orang tua siswa SMP kelas 8 โข Balikpapan
Anak saya 14 tahun naik dari Arduino ke Raspberry Pi. Robotnya sekarang punya kamera dan bisa mengikuti bola. Dia jadi punya cita-cita jelas masuk Teknik Elektro.
Ibu Meira H.
Orang tua siswa SMP kelas 9 โข Tangerang
Yang saya suka, ada laporan tiap bulan lengkap dengan foto robot yang anak kerjakan. Jadi saya tahu kemajuannya, bukan cuma anak main-main dengan kabel.
Ibu Melia W.
Orang tua siswa SD kelas 5 โข Semarang
Anaknya ikut lomba robotik tingkat kota dan jadi juara. Tutornya yang mendampingi dari merancang robot line follower sampai tuning di hari lomba. Pengalaman yang tak ternilai.
Pak Nurul I.
Orang tua siswa SMA kelas 10 โข Jogja
Harga transparan tanpa biaya tersembunyi. Pilih paket sesuai kebutuhan.
Jaminan ganti tutor gratis jika belum cocok di 2 sesi pertama.Cocok untuk mengenal tutor dan melihat minat anak pada robotik.
Rp 105.000/sesi โข 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Pilihan paling populer untuk belajar robotik konsisten tiap minggu.
Rp 120.000/sesi โข 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Satu platform robotik tuntas dengan proyek akhir yang bisa dipamerkan.
Rp 115.000/sesi โข 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga dapat menyesuaikan usia anak, platform robot, lokasi, dan format les. Kebutuhan kit robot kami bantu rekomendasikan sesuai jalur belajar anak. Hubungi kami untuk penawaran pasti.
Les robotik online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les robotik tatap muka, tutor datang ke rumah membawa kit di kota-kota berikut.
Cerita perkembangan nyata dari keluarga EduPoint.
Tantangan
Fauzan gemar membongkar mainan dan jam, tapi tak pernah bisa memasangnya kembali. Orang tuanya ingin rasa ingin tahu itu punya arah.
Solusi
Tutor memulai dari micro:bit dan LEGO bermotor, sehingga Fauzan belajar merakit yang berfungsi, bukan sekadar membongkar.
Perjalanan
โSekarang kalau ada yang dibongkar, pasti jadi sesuatu yang baru. Rumah kami penuh robot kecil buatannya.โ
โ Orang tua Fauzan
Tantangan
Athaya suka sains tapi bosan dengan teori di buku. Ia butuh cara melihat fisika dan logika bekerja secara nyata.
Solusi
Tutor membawa Athaya ke elektronika Arduino, tempat setiap konsep langsung diuji di breadboard dan robot.
Perjalanan
โNilai fisikanya ikut naik karena dia sudah paham konsepnya dari robot. Belajar jadi terasa nyata buat dia.โ
โ Orang tua Athaya
Tantangan
Oky sudah mahir merakit robot sendiri, tapi belum pernah bertanding dan tak tahu standar kompetisi.
Solusi
Tutor pembina kompetisi mendampingi Oky menyiapkan robot line follower sesuai aturan lomba, lalu melatih tuning dan strategi.
Perjalanan
โMelihat dia naik panggung menerima piala robotik, kami tahu les ini lebih dari sekadar hobi.โ
โ Orang tua Oky
Soal usia mulai, kebutuhan kit, sampai keamanan saat merakit, kami bantu jelaskan.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Mulai dari obrolan ringan: ceritakan usia dan minat anak, tim kami carikan platform robot dan tutor yang paling pas.