Satu murid satu tutor ilustrator, belajar melukis di Procreate, Photoshop, atau Clip Studio. Tutor datang ke rumah atau online, dengan bimbingan mengikuti gaya dan kecepatan Anda. Coba dulu dari Rp 85.000 per sesi.





Les digital painting adalah bimbingan privat satu lawan satu untuk melukis dan membuat ilustrasi menggunakan perangkat lunak seperti Procreate, Adobe Photoshop, Clip Studio Paint, atau Krita, dengan pen tablet atau iPad. Murid belajar memanfaatkan layer, brush digital, dan kontrol cahaya untuk membangun karya tahap demi tahap. Tutor datang ke rumah atau mengajar online, dengan biaya mulai Rp 85.000 per sesi.
Tutor mendampingi langsung di samping kanvas digital Anda, memandu lewat share screen, atau berlatih bersama teman sehobi. Sesuaikan dengan ritme Anda.
Tutor datang ke rumah, mendampingi langsung saat Anda menggambar di tablet sendiri.
Belajar via Zoom dengan share screen, tutor melihat proses melukis Anda secara langsung.
Belajar bersama 2-3 teman sehobi, saling melihat karya dan berkembang bersama.
Mulai dari mengenal kanvas digital sampai membangun gaya dan portofolio sendiri, naik tahap saat Anda siap.
Mengenal antarmuka software, pen tablet, dan konsep layer. Murid membuat sketsa digital pertama dan terbiasa dengan tekanan pena serta brush dasar.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Murid masuk ke jantung digital painting: teori warna, value, dan cahaya. Belajar mewarnai dengan layer terpisah dan blending mode untuk memberi volume pada karya.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Murid menyatukan keterampilan menjadi ilustrasi utuh: desain karakter, latar lingkungan, dan komposisi yang bercerita. Mulai membangun ciri khas visual.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Murid menggarap concept art bertema dan menyusun portofolio yang rapi. Cocok untuk yang ingin menapaki jalur ilustrator, komik, atau seni untuk game.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Empat pilar yang dipelajari sambil berkarya, bukan teori yang dihafal.
Tutor menyesuaikan kedalaman tiap pilar dengan tujuan murid. Penghobi fokus pada kesenangan berkarya, calon profesional diarahkan ke portofolio dan concept art.
Menguasai alat kerja: software, pen tablet, brush, dan kanvas digital yang dipakai industri.
Fondasi bentuk: gesture, sketsa, dan garis bersih dengan sistem layer.
Jiwa sebuah lukisan digital: value, warna, dan pencahayaan yang membangun suasana.
Menyatukan semuanya menjadi karya utuh dan portofolio yang menunjukkan ciri khas.
Mereka yang sudah suka corat-coret di buku atau ponsel dan ingin naik kelas ke karya digital yang rapi dan memuaskan untuk dibagikan.
Rekomendasi:
Remaja yang gemar menggambar karakter anime, manga, atau webtoon dan ingin belajar mewujudkannya secara digital dengan rapi.
Rekomendasi:
Mereka yang ingin menapaki jalur profesional di ilustrasi, seni untuk game, atau penerbitan, dan membutuhkan portofolio yang kuat.
Rekomendasi:
Desainer, content creator, atau guru yang ingin bisa membuat ilustrasi sendiri untuk konten dan karya tanpa bergantung pada stok gambar.
Rekomendasi:
Berbeda dengan kanvas tradisional, lukisan digital dibangun bertingkat di banyak layer. Setiap tahap bisa diperbaiki tanpa merusak yang lain, dan inilah kekuatan utama digital painting.
Tahap menuangkan ide: komposisi, pose, dan bentuk besar digambar cepat di satu layer dengan goresan longgar. Tujuannya menangkap gagasan, belum soal kerapian.
Yang dilatih di tahap ini
Murid berlatih menyusun komposisi dan gesture, serta berani membuang ide yang kurang pas sebelum melangkah lebih jauh.
Karena tiap tahap ada di layer sendiri, murid bisa mengganti warna, memperbaiki cahaya, atau mengulang rendering tanpa menghapus pekerjaan lain. Kebebasan bereksperimen tanpa takut merusak inilah yang membuat digital painting terasa membebaskan bagi pemula maupun profesional.
Software memang memudahkan, tetapi ada kesalahan klasik yang membuat karya terasa mentah. Inilah yang paling sering kami temui dan cara kami membereskannya.
Kenapa terjadi
Pemula sering mencampur terlalu banyak warna berlawanan secara langsung tanpa memperhatikan value, sehingga hasilnya kusam dan keruh.
Cara kami mengatasinya
Tutor mengajak berlatih dengan value (hitam putih) lebih dulu dan membatasi palet, sehingga warna tetap bersih saat digabung.
Kenapa terjadi
Godaan untuk langsung rendering detail muncul padahal sketsa, anatomi, atau komposisi masih belum tepat, sehingga waktu terbuang.
Cara kami mengatasinya
Tutor menanamkan urutan kerja: kunci siluet dan value dulu, baru detail. Karya dibangun dari pondasi yang benar.
Kenapa terjadi
Pemula sering mengoleksi brush mewah dan berharap hasil instan, padahal belum menguasai opacity, flow, dan tekanan.
Cara kami mengatasinya
Tutor memulai dari hard dan soft round brush. Setelah kontrol dasar matang, brush khusus dipakai dengan sadar tujuan.
Kenapa terjadi
Kanvas dibuat terlalu kecil, profil warna keliru, atau ekspor asal, sehingga karya pecah atau warnanya berubah di perangkat lain.
Cara kami mengatasinya
Tutor mengajarkan setup kanvas, resolusi, dan ekspor yang benar sejak awal, agar karya tetap tajam di mana pun ditampilkan.
Kenapa terjadi
Belajar hanya dengan mengikuti tutorial langkah demi langkah membuat karya terasa seperti salinan dan ciri khas tak kunjung muncul.
Cara kami mengatasinya
Tutor menyeimbangkan tutorial dengan studi terarah dan eksplorasi, membangun visual library yang menjadi dasar gaya pribadi murid.
Setiap jebakan ini adalah bagian wajar dari proses. Murid yang melewatinya tumbuh menjadi seniman digital yang paham fondasi, bukan sekadar penekan tombol filter.
Bimbingan privat oleh ilustrator yang mengoreksi langsung di kanvas Anda, lalu mengarahkan setiap goresan menjadi karya yang bisa dibanggakan.
Tutor fokus pada karya Anda, mengoreksi langsung di atas kanvas digital, tanpa antre seperti kelas grup.
Diajar oleh mahasiswa dan alumni DKV, Seni Rupa, dan Animasi yang benar-benar berkarya digital.
Belajar di Procreate, Photoshop, dan Clip Studio, alat yang sama dengan yang dipakai ilustrator profesional.
Penghobi diarahkan ke kesenangan berkarya, calon profesional dibimbing menuju portofolio dan concept art.
Perkembangan terlihat jelas lewat karya yang terus membaik dari sesi ke sesi.
Tutor kami adalah ilustrator dan mahasiswa serta alumni bidang Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa, dan Animasi, yang aktif berkarya digital dan sabar membimbing pemula.

Seni Rupa Murni, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
Fondasi bentuk sebelum warnaโBerbekal Seni Rupa Murni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Dendi menekankan dasar bentuk dan komposisi yang kuat sebelum murid melangkah ke pewarnaan digital.โ

Pendidikan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta
Belajar bertahap dari sketsaโSeptiana menempuh Pendidikan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dan terbiasa mengajar, sehingga ia memandu murid menapaki digital painting selangkah demi selangkah mulai dari sketsa.โ

Kriya Tekstil, Institut Kesenian Jakarta
Kepekaan warna dan polaโLatar Kriya Tekstil Institut Kesenian Jakarta membuat Ecy peka pada warna dan pola, kepekaan yang ia tularkan saat membimbing murid menyusun palet di kanvas digital.โ

Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, UIN Walisongo
Keseimbangan dan detail visualโNatasya berlatar Ilmu Seni UIN Walisongo dan senang mengajak murid memperhatikan keseimbangan visual, dari tata letak sampai detail kecil, dalam setiap karya digital mereka.โ
Dari yang baru pertama memegang pen tablet sampai yang kini punya portofolio ilustrasi, inilah cerita mereka.
Saya sudah lama corat-coret di HP tapi hasilnya mentok. Setelah les dan paham layer serta value, lukisan saya naik kelas drastis. Tutornya mengoreksi langsung di kanvas saya, jadi paham letak salahnya.
Widya U.
Penghobi, 24 tahun โข Jakarta
Saya suka gambar anime tapi bingung mewarnai digital. Tutornya ngajarin Clip Studio dari nol, sekarang saya bisa bikin ilustrasi karakter lengkap dengan shading.
Azmi A.
Pelajar SMA โข Bandung
Belajarnya online tapi terasa privat banget. Tutor lihat layar saya langsung dan menunjukkan cara blending yang benar supaya warnanya nggak jadi lumpur.
Ghaitsa H.
Pelajar SMP โข Surabaya
Saya seorang desainer yang ingin bisa ilustrasi sendiri untuk konten. Materinya pas, langsung ke praktik. Sekarang saya tidak lagi bergantung pada gambar stok.
Manggala S.
Pekerja kreatif โข Depok
Awalnya saya kira harus jago gambar manual dulu. Ternyata tutor membimbing dari sketsa paling dasar di tablet, jadi saya yang pemula total tetap bisa ikut.
Dhea A.
Penghobi, 19 tahun โข Tangerang
Tutor saya seorang ilustrator beneran, jadi feedback-nya nyambung dengan dunia kerja. Portofolio saya sekarang lebih rapi dan punya gaya yang jelas.
Hana A.
Mahasiswa DKV โข Jogja
Anak saya yang pendiam ternyata berbakat menggambar. Lewat les digital painting dia jadi punya wadah berekspresi dan makin percaya diri menunjukkan karyanya.
Ibu Yeni Y.
Orang tua siswa SMP โข Semarang
Saya beli iPad untuk anak tapi bingung mengarahkannya. Tutor membantu dari setup Procreate sampai latihan rutin. Sekarang screen time anak jadi produktif.
Pak Abdurrahman A.
Orang tua siswa SMA โข Bekasi
Harga transparan tanpa biaya tersembunyi. Pilih paket sesuai kebutuhan.
Jaminan ganti tutor gratis jika belum cocok di 2 sesi pertama.Cocok untuk mengenal tutor dan menemukan software yang pas.
Rp 90.000/sesi โข 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Pilihan paling populer untuk berlatih digital painting konsisten tiap minggu.
Rp 100.000/sesi โข 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Satu jalur tuntas sampai karya layak masuk portofolio.
Rp 95.000/sesi โข 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga dapat menyesuaikan usia murid, software, lokasi, dan format les. Kami bantu rekomendasikan perangkat dan software sesuai tujuan belajar Anda. Hubungi kami untuk penawaran pasti.
Les digital painting online tersedia untuk murid di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les digital painting tatap muka, tutor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Cerita perkembangan nyata dari keluarga EduPoint.
Tantangan
Zaskia sering menggambar di ponsel, tapi hasilnya terasa datar dan ia tidak tahu cara mewarnai dengan benar.
Solusi
Tutor mengenalkan Procreate dan sistem layer, lalu membimbing Zaskia memisahkan sketsa, warna, dan cahaya.
Perjalanan
โSekarang dia menggambar dengan tujuan, bukan sekadar coret-coret. Karyanya rapi dan dia bangga menunjukkannya.โ
โ Orang tua Zaskia
Tantangan
Nandito sudah bisa menggambar, tapi karyanya terlihat seperti meniru tutorial dan belum punya ciri khas.
Solusi
Tutor mengarahkan Nandito ke studi terarah dan eksplorasi concept art, membangun visual library miliknya sendiri.
Perjalanan
โKaryanya sekarang punya rasa yang khas. Orang bisa menebak itu buatan dia.โ
โ Nandito
Tantangan
Shireen tertarik menggambar digital tapi minder karena merasa tidak berbakat dan takut salah.
Solusi
Format privat memberi Shireen ruang aman bereksperimen. Tutor merayakan setiap kemajuan kecil dan memanfaatkan kebebasan layer untuk mengurangi rasa takut salah.
Perjalanan
โPerubahan terbesarnya rasa percaya diri. Dia sekarang yakin bahwa dia bisa.โ
โ Orang tua Shireen
Soal perangkat, software, sampai apakah harus bisa menggambar manual dulu, kami bantu jelaskan.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Mulai dari obrolan ringan: ceritakan minat dan perangkat Anda, tim kami carikan software dan tutor ilustrator yang paling pas.