Di les online coding Scratch, anak menyusun blok perintah berwarna menjadi game, animasi, dan cerita interaktif ciptaannya sendiri. Satu guru menemani satu anak secara online, mengajak berpikir langkah demi langkah sambil bermain.





Les online coding Scratch adalah bimbingan koding privat untuk anak yang berjalan lewat panggilan video. Anak belajar Scratch, bahasa pemrograman visual dari MIT, dengan cara menyeret blok perintah berwarna yang saling mengunci seperti kepingan puzzle. Tanpa perlu mengetik sintaks rumit, anak sudah bisa menggerakkan karakter, membuat game, dan menyusun animasi. Satu guru mendampingi satu anak dari awal sesi sampai proyeknya jadi.
Semua format adalah les privat online satu guru satu murid. Orang tua tinggal memilih durasi sesi yang paling pas dengan usia dan daya fokus anak.
Durasi ringan yang cocok untuk anak usia SD awal atau yang baru mengenal Scratch. Fokus pada satu konsep blok per pertemuan agar tidak kewalahan.
Durasi favorit untuk anak SD akhir dan SMP yang sudah nyaman bereksperimen. Cukup waktu untuk membangun satu proyek kecil dari nol sampai jalan.
Durasi mendalam untuk anak yang sedang menyiapkan karya besar atau lomba koding tingkat sekolah. Ruang luas untuk menyusun game bertingkat.
Setiap anak masuk lewat pintu yang berbeda. Guru online memetakan tahapnya di pertemuan awal, lalu menaikkan tantangan begitu anak terlihat siap.
Anak berkeliling area kerja Scratch, mengenal panggung, karakter, dan kotak blok. Sesi pertama dibuat ringan agar anak jatuh cinta lebih dulu sebelum belajar aturannya.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Anak mulai mengenal blok pengulangan dan blok jika-maka. Di tahap ini karakter Scratch bisa merespons klik, tombol, dan sentuhan, sehingga program terasa hidup.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Anak menyusun proyek utuh, dari ide di kepala sampai karya yang bisa dimainkan. Guru mendampingi anak merancang, menguji, lalu memperbaiki bagian yang belum jalan.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk anak yang haus tantangan, guru mengenalkan blok buatan sendiri, klon, dan cara memecah masalah besar menjadi kecil. Tahap ini menjadi jembatan menuju koding berbasis teks.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Modul disusun bertingkat dan dibuka bersama di layar. Setiap modul punya tantangan kecil agar anak langsung mempraktikkan blok yang baru dipelajari.
Urutan modul menyesuaikan usia dan kecepatan anak. Guru boleh mempercepat bagian yang sudah dikuasai dan mengulang bagian yang perlu.
Anak berkenalan dengan area kerja Scratch, memilih karakter, dan menjalankan program pertamanya secara online bersama guru.
Anak membuat karakter bergerak, berputar, berbicara, dan berganti kostum. Di sinilah anak merasakan bahwa perintahnya benar-benar bekerja.
Anak belajar mengulang perintah tanpa menyalin berkali-kali dan membuat program mengambil keputusan dengan blok jika-maka.
Anak membuat game menghitung skor dan nyawa. Konsep variabel yang biasanya terasa abstrak menjadi nyata karena angkanya bergerak di layar.
Anak menggabungkan semua yang dipelajari menjadi satu karya utuh, lalu belajar menguji dan memperbaikinya sampai layak dibanggakan.
Belajar secara online membuka pintu bagi keluarga di mana pun untuk mendampingi anak mengenal koding sejak dini.
Rasa penasaran anak pada game bisa diarahkan menjadi keterampilan membuat game sendiri. Scratch menjadikan hobi bermain sebagai pintu masuk belajar logika.
Rekomendasi:
Les online mempertemukan anak dengan guru terbaik dari kampus ternama di berbagai kota, sehingga jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk mengenal koding sejak dini.
Rekomendasi:
Scratch tidak menuntut anak lancar mengetik. Blok berwarna membuat anak yang masih canggung dengan komputer tetap bisa berkarya dan merasa berhasil.
Rekomendasi:
Setiap sesi terekam dan progres dilaporkan, sehingga orang tua yang sibuk tetap tahu perkembangan anak tanpa harus menunggui setiap pertemuan.
Rekomendasi:
Belajar koding secara online punya tantangannya sendiri. Guru online kami sudah terbiasa membacanya dan punya cara lembut untuk melewatinya bersama anak.
Kenapa terjadi
Meniru contoh memang cara belajar yang wajar, tetapi kalau berhenti di situ, anak tidak tahu kenapa programnya jalan.
Cara kami mengatasinya
Guru meminta anak menceritakan ulang alur programnya dengan kata-kata sendiri sebelum lanjut, sehingga logikanya benar-benar dimengerti.
Kenapa terjadi
Suasana rumah penuh godaan, dan layar membuat jarak terasa lebih longgar dibanding tatap muka.
Cara kami mengatasinya
Guru memecah sesi menjadi tantangan kecil dengan target yang terlihat, lalu merayakan setiap bagian yang berhasil agar anak tetap terlibat.
Kenapa terjadi
Error terasa seperti kegagalan bagi anak, apalagi kalau ia belum tahu bahwa itu hal biasa dalam koding.
Cara kami mengatasinya
Guru mengubah cara pandang anak terhadap bug menjadi teka-teki yang seru, lalu menuntunnya menelusuri satu blok setiap kali sampai ketemu.
Kenapa terjadi
Belajar secara online bergantung pada perangkat dan jaringan yang tidak selalu stabil.
Cara kami mengatasinya
Guru menyiapkan modul yang bisa dibuka sendiri di aplikasi dan rekaman sesi, jadi bila koneksi terputus anak tetap bisa melanjutkan.
Setiap anak berbeda. Guru menyesuaikan pendekatan ini dengan karakter dan usia masing-masing anak.
Belajar Scratch paling melekat saat ada guru yang benar-benar hadir menemani anak berpikir langkah demi langkah.
Guru dan anak membuka Scratch bersama. Saat blok anak tersusun keliru, guru langsung menunjukkan letaknya di layar dan mengajak anak memperbaikinya sendiri.
Anak diajak membuat karya yang ia sukai lebih dulu. Konsep pengulangan dan variabel dijelaskan lewat game yang sedang ia bangun, jadi terasa masuk akal.
Modul terstruktur dibuka bersama di layar dan tersimpan di aplikasi. Sesi direkam agar anak bisa memutar ulang penjelasan guru kapan pun ia ingin mengulang.
Karena berlangsung online, anak di kota mana pun bisa belajar dengan mahasiswa dan alumni terbaik dari kampus ternama yang terbiasa mengajar anak.
Dalam koding, salah adalah bagian dari proses. Guru kami menyambut error sebagai bahan belajar dan mengajak anak menelusurinya dengan tenang.
Setiap pertemuan menghasilkan catatan singkat tentang apa yang dikuasai anak dan tantangan berikutnya, sehingga orang tua ikut memahami perjalanannya.
Anak akan didampingi mahasiswa dan alumni bidang pendidikan komputer dan rekayasa perangkat lunak dari kampus ternama, yang terbiasa mengajar anak dengan sabar.

Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Jakarta
Membuat anak berani mencoba blok pertama“Saat mengajar online, Sharleen suka meminta anak menebak apa yang akan terjadi sebelum menekan bendera hijau. Rasa penasaran itu yang membuat anak betah belajar.”

Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Makassar
Menjelaskan logika lewat game yang anak sukai“Bila selalu mulai dari game yang sedang digemari anak, lalu menyelipkan konsep pengulangan di dalamnya supaya terasa dekat.”

Rekayasa Perangkat Lunak, IPB University
Menemani anak menelusuri dan memperbaiki bug“Bagi Wicak, saat program anak error adalah momen belajar terbaik. Ia menuntun anak memeriksa satu blok setiap kali sampai ketemu.”

Rekayasa Perangkat Lunak, Universitas Pendidikan Indonesia
Membimbing proyek game dari ide sampai jalan“Rafah mengajak anak menuliskan ide gamenya dulu di layar, baru menerjemahkannya menjadi blok satu per satu.”

Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang
Mendampingi anak yang baru mengenal komputer“Vivi sabar menemani anak yang masih canggung dengan mouse, dan ikut senang setiap kali karakter Scratch bergerak untuk pertama kalinya.”

Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Semarang
Mengantar anak menuju berpikir algoritmik“Sukron menantang anak yang sudah mahir untuk merapikan kodenya dengan blok buatan sendiri, agar terbiasa berpikir seperti perancang program.”
Pengalaman keluarga yang menemani anaknya mengenal koding secara online bersama guru EduPoint.
Awalnya saya ragu anak bisa fokus belajar koding secara online. Ternyata gurunya pintar memecah materi jadi tantangan kecil, dan anak saya malah menunggu jadwal lesnya tiap minggu.
Ibu R.
Orang tua siswa kelas 4 SD • Bekasi
Di daerah kami tidak banyak pilihan guru koding untuk anak. Lewat les online ini, anak saya bertemu guru yang sabar dan telaten, dan rekaman sesinya membantu dia mengulang di rumah.
Bapak H.
Orang tua siswa kelas 6 SD • Jember
Yang saya suka, tiap selesai sesi ada laporan singkat jadi saya tahu anak sedang belajar apa. Anak saya sekarang senang menjelaskan game buatannya ke adiknya.
Ibu N.
Orang tua siswa kelas 1 SMP • Depok
Anak saya tadinya cepat menyerah kalau programnya error. Gurunya mengubah cara pandangnya, sekarang dia malah semangat mencari letak kesalahannya seperti main teka-teki.
Ibu D.
Orang tua siswa kelas 5 SD • Surabaya
Harga transparan yang dihitung dari durasi sesi dan jumlah pertemuan per bulan, tanpa biaya transport karena belajar dari rumah.
Mulai dari
Rp 90.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Bayar fleksibel — QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Angka di bawah adalah titik awal per jam. Total menyesuaikan durasi sesi 60, 90, atau 120 menit dan jumlah sesi bulanan, dan muncul lengkap saat mengisi formulir.
Les online coding Scratch berlangsung lewat panggilan video seperti Zoom atau Google Meet sesuai kenyamanan keluarga. Guru dan anak membuka Scratch bersama di layar, sementara modul dan rekaman tersimpan di aplikasi EduPoint. Anak cukup butuh laptop atau komputer dengan koneksi internet.
Yang kami rayakan adalah keberanian anak mencoba dan menyelesaikan karyanya sendiri.
Sebelum
Hanya bermain game buatan orang lain
Sesudah
Membuat game labirin sederhana sendiri
“Sekarang setiap ada ide game, dia langsung ingin membuatnya sendiri di Scratch.”
Sebelum
Panik dan berhenti setiap program tidak jalan
Sesudah
Menelusuri blok satu per satu dengan tenang
“Kata anak saya, error itu cuma petunjuk kecil yang menuntun ke arah perbaikan.”
Hal-hal yang biasa ditanyakan orang tua sebelum mendaftarkan anaknya belajar Scratch secara online.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Peta belajar coding Scratch untuk anak SD yang tumbuh mengikuti usia dan kesiapan membaca anak, dari blok gerak pertama sampai proyek game buatan sendiri.
Peta pengenalan enam tahap yang menuntun anak dari latihan logika sederhana tanpa layar sampai membuat cerita dan permainan pertamanya di Scratch, lengkap dengan patokan usia dan cara mendampingi tanpa mengambil alih.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Daftarkan anak di les online coding Scratch dan biarkan rasa penasarannya tumbuh menjadi keterampilan berpikir yang akan berguna seumur hidup.
Tidak ada usia yang terlalu dini untuk mulai bermain logika. Guru online kami membaca kesiapan anak di sesi pertama, lalu memilih titik mulai yang membuat anak penasaran dan berani mencoba.
Mengenal dunia Scratch lewat gerak dan warna
Contoh Proyek: Membuat kucing Scratch berjalan dan menyapa dengan suara
Lanjut ke tahap berikutnya saat: Setelah lancar menyusun urutan, anak siap mengenal pengulangan dan pilihan.
Menyusun logika menjadi game dan animasi
Contoh Proyek: Membuat game tangkap benda dengan skor dan timer
Lanjut ke tahap berikutnya saat: Saat logika mulai bercabang, anak diajak merapikan alur programnya sendiri.
Berpikir seperti perancang program sungguhan
Contoh Proyek: Membangun game bertingkat dengan menu dan nyawa
Lanjut ke tahap berikutnya saat: Dari sini anak yang berminat bisa mulai melirik koding berbasis teks.
Anak tidak harus mahir mengetik untuk mulai. Scratch sengaja dirancang agar logika dulu yang terbangun, sementara ketikan menyusul secara alami saat anak siap. Guru online kami selalu memulai dari titik yang membuat anak berani mencoba.