Kerangka Dokumen HTML dan Tag Semantik
Setiap halaman web berdiri di atas kerangka yang sama: deklarasi doctype di baris pertama, elemen html yang membungkus semuanya, bagian head untuk judul halaman dan pengaturan karakter, lalu bagian body untuk isi yang tampil. Pembelajar yang mengetik kerangka ini dengan tangan beberapa kali, tanpa menyalin, akan cepat hafal letak tiap potongan kode. Kekeliruan paling umum di tahap ini sederhana sekali, yaitu tag yang lupa ditutup atau doctype yang terlewat, dan akibatnya tampilan halaman bergeser tanpa sebab yang jelas.
Langkah berikutnya adalah memilih tag menurut makna isinya. Header, nav, main, article, section, dan footer memberi tahu browser, mesin pencari, dan pembaca layar peran setiap bagian halaman. Satu halaman cukup memiliki satu h1 sebagai judul utama, lalu h2 dan h3 untuk subjudul secara bertingkat. Gambar selalu diberi atribut alt yang menjelaskan isinya, dan setiap kolom formulir dipasangkan dengan label. Kurang lebih dua puluh tag inti sudah menutup kebutuhan sebagian besar halaman biasa, dan sisanya bisa dicari di MDN Web Docs saat dibutuhkan.
Latihan yang efektif adalah menyusun ulang sebuah artikel berita atau halaman resep menjadi HTML murni tanpa CSS sama sekali. Kalau halaman polos itu tetap terbaca runtut dari atas ke bawah, strukturnya sudah benar. Panel Elements di DevTools membantu memeriksa apakah elemen bersarang sesuai rencana.
Halaman yang tetap terbaca runtut tanpa CSS sama sekali menandakan struktur HTML-nya sudah tepat.