Pedoman Panitia dan Rubrik Juri sebagai Dokumen Pertama
Setiap ajang punya dua dokumen yang menentukan arah persiapan: pedoman lomba dari panitia dan rubrik yang dipakai juri. Pedoman memuat syarat administratif seperti jenjang peserta, jumlah anggota tim, batas halaman, ukuran huruf, gaya sitasi, dan tenggat unggah. Rubrik memuat aspek yang dinilai beserta bobotnya. Siswa yang membaca keduanya sejak awal tahu ke mana jam latihan perlu diarahkan, dan tahu aturan teknis mana yang bisa menggugurkan karya sebelum isinya sempat dibaca.
Cara membacanya praktis. Salin setiap aspek rubrik ke tabel dua kolom: di kiri aspeknya, di kanan bukti yang akan diperlihatkan kepada juri. Pada lomba karya tulis ilmiah, aspek berbobot besar biasanya orisinalitas gagasan dan ketepatan metode, sehingga kolom bukti untuk keduanya perlu paling padat. Pada debat, lembar penilaian umumnya memisahkan isi argumen, cara penyampaian, dan strategi tim. Pada kompetisi rencana bisnis, juri menimbang masalah yang diangkat, kelayakan pasar, dan hitungan keuangan.
Ada ajang yang tidak menerbitkan rubrik lengkapnya. Dalam keadaan itu, pembelajar bisa menyimpulkan prioritas juri dari isi pedoman, dari karya pemenang tahun sebelumnya yang dipublikasikan, dan dari jenis pertanyaan yang muncul di babak final. Tabel bukti tetap disusun, dengan bobot yang ditandai sebagai perkiraan. Tabel itu dibuka lagi setiap kali draf selesai, sebagai alat periksa apakah tiap aspek sudah punya bukti yang cukup.
Satu tabel berisi aspek rubrik dan bukti per aspek sudah cukup untuk memutuskan bagian mana yang dikerjakan lebih dulu.