Bimbingan privat untuk menaklukkan kompetisi & lomba di luar mata pelajaran akademik: olimpiade sains, debat, riset ilmiah, kewirausahaan, hingga ajang internasional. Mentor kami pernah berdiri di panggung yang sama, membedah rubrik juri tiap ajang, dan menyiapkan Anda dari ide hingga hari-H.





Persiapan tes dan kompetisi adalah program bimbingan privat untuk mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi dan lomba di luar mata pelajaran akademik biasa: mulai dari olimpiade sains terapan, lomba karya tulis ilmiah (KIR), debat, kompetisi kewirausahaan, olimpiade ekonomi, lomba vokasional (LKS), hingga ajang internasional. Berbeda dengan les akademik reguler, program ini fokus pada strategi memenangkan ajang: memahami format lomba, kriteria penilaian juri, teknik presentasi, dan mental bertanding. Mentor adalah mantan juara yang pernah berdiri di panggung yang sama.
Sesi tatap muka, online, atau paket intensif jelang hari-H. Sesuaikan dengan timeline lomba dan jarak Anda ke mentor spesialis.
Mentor datang ke rumah atau sekolah
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Via Zoom dengan screen-sharing dan recording
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Bimbingan padat menjelang hari-H kompetisi; frekuensi sampai 28 sesi per bulan Anda atur di formulir pendaftaran
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Program disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan level ajang yang dituju
Lomba cerdas cermat, lomba sains anak, lomba menggambar tematik, storytelling cilik. Fokus pada membangun rasa percaya diri bertanding dan pengenalan format lomba.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lomba karya tulis ilmiah remaja, debat bahasa, olimpiade sains terapan, lomba inovasi. Mulai serius dengan riset dan presentasi terstruktur.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lomba karya tulis ilmiah nasional, NSDC/debat internasional, business plan competition, olimpiade ekonomi, LKS SMK, lomba esai. Level kompetitif tinggi dengan standar nasional.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), business case competition, lomba debat universitas, kompetisi riset internasional, hackathon. Persaingan ketat dengan dampak besar untuk karier.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mentor spesialis untuk berbagai jenis ajang
Kompetisi berbasis riset, eksperimen, dan karya tulis ilmiah
Kompetisi argumentasi, debat, dan kemampuan berbicara
Kompetisi ide bisnis, business plan, dan kewirausahaan
Kompetisi keahlian teknis dan vokasional
Kompetisi bidang seni, literasi, dan kreativitas
Ajang tingkat global untuk pelajar Indonesia
Dari pemula yang baru ikut lomba hingga tim beregu dan mahasiswa pemburu ajang internasional, mentor disesuaikan dengan jenis dan jenjang kompetisi Anda.
Siswa yang baru pertama kali ikut lomba dan butuh pengenalan format, membangun percaya diri, serta strategi dasar bertanding.
Rekomendasi:
Siswa yang sudah pernah ikut lomba tapi belum juara, butuh upgrade strategi dan analisis kekurangan dari ajang sebelumnya.
Rekomendasi:
Siswa SMA yang membutuhkan prestasi kompetisi sebagai portofolio untuk jalur SNBP atau seleksi mandiri PTN.
Rekomendasi:
Tim 2-5 siswa yang mengikuti lomba beregu seperti debat, business plan, atau cerdas cermat dan butuh kohesi tim.
Rekomendasi:
Mahasiswa yang mengejar PKM, business case competition, atau ajang internasional dengan dampak besar untuk karier dan beasiswa.
Rekomendasi:
Tiga rumpun kompetisi dengan strategi dan mentor yang berbeda. Klik tab untuk eksplorasi.
Untuk siswa yang menargetkan lomba berbasis riset: KIR, LPIR, science project, lomba inovasi, hingga ISEF. Bimbingan dari menemukan ide riset hingga presentasi di depan juri.
Mentor mantan juara, bimbingan sesuai rubrik, dan simulasi lomba membuat persiapan Anda terarah ke aspek yang menentukan kemenangan.
Mentor kami pernah berdiri di panggung yang Anda tuju: medalis LPIR, best speaker NSDC, juara business plan competition. Mereka tahu persis apa yang dicari juri karena pernah menjadi peserta yang menang.
Setiap kompetisi punya format, kriteria, dan rubrik penilaian berbeda. Kami tidak memberi bimbingan generik. Kami pelajari rubrik lomba spesifik yang Anda tuju dan latih Anda persis sesuai yang dinilai juri.
Menang lomba membutuhkan konten yang kuat sekaligus mental bertanding. Kami adakan simulasi lomba penuh dengan mock judging. Anda berlatih presentasi, tanya jawab, dan tekanan waktu sebelum hari-H sesungguhnya.
Mantan juara yang pernah berdiri di panggung yang Anda tuju
Anak saya ikut LPIR tingkat nasional dengan riset tentang biofiltrasi air. Mentor EduPoint (medalis LPIR) membimbing dari ide sampai presentasi. Hasilnya: medali perak nasional dan diundang ke pameran riset. Mentor benar-benar paham apa yang juri cari.
Ibu Alfi N.
Orang tua siswa SMP, Bandung โข
Saya ikut NSDC tapi selalu kalah di babak penyisihan. Setelah 12 sesi dengan Kak Ahmad (best speaker NSDC), saya akhirnya paham struktur rebuttal dan strategi per format. Tahun ini tim sekolah saya lolos sampai semifinal nasional.
Ahmad H.
Siswa SMA, Jakarta โข
Tim kami ikut business plan competition pertama kali. Mentor EduPoint bantu dari validasi ide, model bisnis, sampai latihan pitch. Latihan mock judging-nya bikin kami siap mental. Hasilnya juara 2 tingkat provinsi, pencapaian luar biasa untuk pemula.
Dewi R.
Siswa SMA, Surabaya โข
Anak saya SMK jurusan mekatronika, ikut LKS tingkat kota. Mentor (mantan medalis LKS) latih persis sesuai kisi-kisi lomba dan standar penilaian industri. Dari yang awalnya gugup, jadi juara 1 kota dan maju ke provinsi.
Pak Bayu S.
Orang tua siswa SMK, Semarang โข
Saya butuh prestasi untuk portofolio SNBP. Mentor EduPoint sarankan fokus ke lomba esai nasional yang bobotnya tinggi. Dibimbing menulis esai 5 sesi, menang juara 3 nasional. Sertifikatnya jadi nilai tambah saat daftar SNBP.
Sari W.
Siswa SMA kelas 12, Yogyakarta โข
Tim PKM kami butuh mentor yang paham standar penilaian Dikti. Mentor EduPoint (juara PKM) bantu pertajam proposal dan latihan presentasi. Proposal kami lolos pendanaan dan lolos ke PIMNAS. Bimbingannya sangat terarah.
Reza P.
Mahasiswa S1, Malang โข
Anak saya ikut World Scholar's Cup pertama kali. Mentor EduPoint bantu strategi tiap subjek dan latihan debat beregu. Anak saya raih medali di regional round dan lolos ke global round di luar negeri. Pengalaman yang luar biasa.
Ibu Bunga L.
Orang tua siswa SMP, Denpasar โข
Saya ikut olimpiade ekonomi tapi materinya jauh lebih dalam dari pelajaran sekolah. Mentor EduPoint (juara olimpiade ekonomi) bedah soal-soal tahun sebelumnya dan ajarkan studi kasus. Hasilnya medali perunggu tingkat nasional.
Citra M.
Siswa SMA, Medan โข
Harga transparan per sesi atau paket
Mulai dari
Rp 102.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel โ QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Harga belum termasuk biaya transport mentor untuk bimbingan tatap muka di luar zona 5km dari kota
Bimbingan online via Zoom tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun yang sedang bersekolah di luar negeri. Jadwal di-adjust ke timezone setempat.
Bimbingan tatap muka tersedia di 60+ kota di Indonesia. Mentor datang ke rumah atau sekolah.
Pencapaian nyata peserta setelah bimbingan EduPoint
Sebelum
0
Sesudah
4
Diterima di
Tim Debat SMA
Sebelum
0
Sesudah
2
Diterima di
LPIR Tingkat Nasional
Sebelum
0
Sesudah
2
Diterima di
Business Plan Competition
Banyak siswa ikut lomba secara acak tanpa strategi. Kebiasaan ini boros energi dan menurunkan peluang menang. Pemilihan lomba yang tepat dimulai dari mengenali kekuatan diri: apakah Anda kuat di riset, argumentasi, kreativitas, atau keterampilan teknis? Siswa yang suka eksperimen dan analisis cocok ke kompetisi sains-riset; yang suka berbicara dan berdebat cocok ke NSDC atau MUN; yang punya jiwa bisnis cocok ke business plan competition. Faktor kedua adalah bobot dan akreditasi lomba. Untuk portofolio SNBP, lomba yang diselenggarakan kementerian atau universitas ternama jauh lebih berbobot daripada lomba komersial. Faktor ketiga adalah timeline: pastikan jadwal lomba tidak bentrok dengan ujian sekolah. Mentor EduPoint membantu memetakan profil Anda dan merekomendasikan 2-3 lomba dengan peluang menang tertinggi, fokus pada kualitas alih-alih kuantitas.
Kesalahan paling umum peserta lomba adalah fokus pada apa yang menurut mereka bagus, bukan pada apa yang dinilai juri. Setiap kompetisi punya rubrik penilaian, yaitu dokumen yang merinci bobot tiap aspek. Misalnya, di lomba karya tulis ilmiah, orisinalitas ide bisa berbobot 30%, metodologi 25%, dan presentasi 20%. Jika Anda menghabiskan 80% energi memperindah slide tapi metodologi lemah, Anda kehilangan poin terbesar. Di debat, juri menilai matter (substansi argumen), manner (penyampaian), dan method (struktur). Peserta yang berapi-api tapi argumennya dangkal akan kalah dari yang tenang tapi substansial. Langkah pertama bimbingan EduPoint selalu membedah rubrik lomba spesifik yang Anda tuju, lalu mengalokasikan latihan sesuai bobot. Ini memastikan setiap jam persiapan diarahkan ke aspek yang benar-benar menentukan kemenangan.
Dua peserta dengan kualitas karya setara bisa berakhir berbeda hanya karena mental bertanding. Banyak siswa berbakat gagal di babak final bukan karena kurang pintar, tapi karena gugup, blank saat ditanya juri, atau kehabisan waktu. Mental bertanding bisa dilatih. Pertama, simulasi: semakin sering Anda berlatih dalam kondisi mirip lomba (timer menyala, ada penonton, ada mock juri), semakin terbiasa sistem saraf Anda. Kedua, persiapan skenario terburuk: latih menjawab pertanyaan sulit, latih apa yang dilakukan jika alat presentasi error, latih recovery jika lupa poin. Ketiga, rutinitas pra-lomba: teknik pernapasan, visualisasi positif, dan tidur cukup. Mentor EduPoint mengintegrasikan latihan mental ke setiap paket intensif, termasuk mock judging dengan tekanan realistis, supaya pada hari-H, kompetisi terasa seperti latihan yang sudah Anda lewati puluhan kali.
Sejak SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) memberi bobot pada prestasi non-akademik, kompetisi menjadi langkah strategis yang bernilai untuk masuk PTN. Namun tidak semua lomba bernilai sama di mata panitia SNBP. Prioritaskan lomba dengan tiga ciri: diselenggarakan oleh lembaga kredibel (kementerian, universitas negeri, organisasi profesi), berjenjang (ada tingkat kota โ provinsi โ nasional), dan relevan dengan jurusan yang Anda tuju. Misalnya, juara olimpiade ekonomi memperkuat aplikasi ke jurusan ekonomi. Timeline ideal: mulai berkompetisi sejak kelas 10-11 supaya ada waktu naik dari tingkat kota ke nasional. Kelas 12 fokus pada lomba bergengsi terakhir dan finalisasi portofolio. Satu medali nasional bernilai jauh lebih tinggi daripada lima sertifikat lomba tingkat sekolah. Mentor EduPoint membantu menyusun roadmap kompetisi 2-3 tahun yang selaras dengan target PTN dan jurusan Anda.
Kompetisi terbagi dua jenis besar dengan dinamika berbeda. Lomba individu (seperti olimpiade, lomba esai, cipta puisi) mengandalkan penguasaan personal penuh; kelebihannya adalah kontrol total atas hasil, kekurangannya adalah seluruh tekanan ada di pundak Anda sendiri. Lomba beregu (seperti debat, business plan, cerdas cermat, World Scholar's Cup) membutuhkan kemampuan kolaborasi; kelebihannya adalah beban terbagi dan ada sinergi ide, tapi kelemahannya adalah hasil bergantung pada anggota terlemah dan butuh latihan kohesi tim. Siswa yang mandiri dan menikmati pendalaman cocok ke lomba individu. Siswa yang energik dalam diskusi dan bisa membaca peran cocok ke lomba beregu. Untuk lomba beregu, kunci kemenangan adalah membangun tim dengan peran komplementer: ada yang kuat riset, ada yang kuat presentasi, ada yang kuat strategi. Bimbingan EduPoint untuk tim beregu fokus pada pembagian peran dan latihan sinergi, sambil tetap menambah pengetahuan individu.
Persiapan kompetisi yang terburu-buru hampir selalu kalah dari yang terencana. Timeline ideal bergantung jenis lomba. Untuk lomba berbasis riset (KIR, LPIR, science project), butuh 3-4 bulan: bulan pertama menemukan dan memvalidasi ide, bulan kedua-ketiga eksperimen dan pengumpulan data, bulan terakhir penulisan dan latihan presentasi. Untuk lomba debat dan public speaking, 2-3 bulan cukup: bulan pertama membangun fondasi struktur argumen, bulan kedua latihan format spesifik, dan minggu-minggu terakhir simulasi intensif. Untuk lomba kewirausahaan (business plan), 2.5-3 bulan: validasi ide, penyusunan model bisnis, lalu latihan pitch. Untuk LKS vokasional, 4-6 bulan karena butuh penguasaan keterampilan teknis mendalam. Aturan umum: alokasikan 20% waktu terakhir khusus untuk simulasi dan mock judging. Jangan masih menyempurnakan konten di minggu terakhir, karena saat itu fokus harus pindah ke mental dan eksekusi. Mentor EduPoint menyusun timeline mundur dari tanggal lomba Anda di sesi pertama bimbingan.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Eksplorasi program EduPoint lainnya untuk pelajar berprestasi
Konsultasi gratis 15 menit dengan tim kami. Kami bantu petakan profil Anda dan rekomendasikan lomba dengan peluang menang tertinggi.