Diagram benda bebas dan pemilihan sistem koordinat
Hampir semua soal mekanika olimpiade dimenangkan atau dikalahkan di menit-menit pertama, saat siswa menggambar diagram benda bebas. Di soal sekolah, benda biasanya satu dan gayanya tiga. Di soal OSN-P, sistemnya bisa berupa dua balok bertumpuk di atas bidang miring yang ikut bergerak, dihubungkan tali melewati katrol bermassa. Siswa yang menggambar seluruh sistem dalam satu diagram akan mencampur gaya dalam dan gaya luar, lalu persamaannya tak pernah cocok.
Kebiasaan yang perlu dibangun sederhana untuk diucapkan dan butuh latihan berulang untuk dikuasai: pisahkan setiap benda, gambar semua gaya yang bekerja padanya beserta pasangan aksi-reaksinya, lalu tentukan arah positif sebelum menulis satu angka pun. Pemilihan sumbu juga punya pengaruh besar. Pada bidang miring, sumbu sejajar permukaan membuat gaya normal tinggal satu komponen. Pada gerak melingkar, koordinat polar membuat percepatan sentripetal muncul dengan sendirinya. Pada bidang miring yang dipercepat, kerangka acuan non-inersia dengan gaya fiktif sering memotong separuh hitungan.
Latihan yang efektif untuk tahap ini adalah mengerjakan sepuluh soal katrol dan bidang miring hanya sampai tahap persamaan, tanpa menyelesaikannya. Setelah itu siswa membandingkan diagramnya dengan pembahasan. Cara ini memusatkan perhatian pada bagian yang paling sering salah dan menghemat waktu yang biasanya habis untuk aljabar.
Diagram yang rapi untuk tiap benda, dengan arah positif yang ditetapkan sejak awal, sudah menyelesaikan separuh soal mekanika.