Tiga Pedal, Tuas, dan Spion Saat Mesin Masih Mati
Sesi pertama belajar mengemudi paling tenang dimulai tanpa mesin menyala. Pembelajar duduk di kursi pengemudi dan mengenali letak setiap kendali satu per satu. Mobil manual punya tiga pedal dengan urutan tetap dari kiri: kopling, rem, gas. Mobil matik hanya punya dua, rem dan gas, dan keduanya dikerjakan kaki kanan. Menginjak tiap pedal bergantian saat mobil diam memberi gambaran awal tentang bedanya: kopling terasa paling dalam, rem paling pakem, gas paling ringan. Tuas persneling, rem tangan, sein, wiper, dan saklar lampu utama ikut dikenali di tahap ini, termasuk letak posisi netral pada tuas.
Posisi duduk disetel sesudahnya. Jarak kursi pas bila pedal kopling atau rem bisa ditekan sampai dasar sementara lutut masih sedikit menekuk. Sandaran dibuat cukup tegak supaya pergelangan tangan mencapai bagian atas setir tanpa punggung terangkat. Kaca tengah diatur memuat seluruh jendela belakang. Kaca kiri dan kanan cukup menampakkan garis tipis bodi mobil di tepinya, sisanya jalan di samping. Sabuk pengaman dipasang sebelum kunci diputar, oleh pengemudi maupun pendamping.
Kenapa tahap diam ini layak diberi waktu? Saat mobil bergerak, perhatian pemula sudah tersita kaki dan jalan. Kalau tangan masih sibuk mencari letak sein, mata ikut turun ke dasbor tepat ketika ia dibutuhkan di depan. Latihan kecilnya begini: pendamping menyebut sein kiri, sein kanan, lampu, dan rem tangan secara acak, lalu pembelajar menyentuhnya tanpa menoleh. Begitu semuanya bisa ditemukan dengan tangan saja, kabin sudah cukup dikenal untuk menyalakan mesin.
Kabin yang sudah hafal tanpa dilihat membebaskan mata untuk jalan sejak meter pertama.