Tiga Tahap RBB dan Aturan Gugur per Komponen
Rekrutmen Bersama BUMN berjalan dalam tiga tahap yang tersusun berurutan. Tes Online Tahap 1 memuat TKD, Tes AKHLAK, dan TWK. Pelamar yang melewatinya maju ke Tes Online Tahap 2, berisi Tes Bahasa Inggris dan Learning Agility. Tahap 3 diselenggarakan masing-masing BUMN sesuai posisi yang dilamar, berupa tes kemampuan bidang, wawancara, diskusi kelompok, dan pemeriksaan kesehatan. Kedua tes online dikerjakan dari rumah lewat perangkat pelamar sendiri, sedangkan Tahap 3 mengikuti ketentuan tiap perusahaan.
Hal pertama yang perlu dipahami pelamar adalah cara skor Tahap 1 dihitung. Pada RBB 2025, bobotnya terbagi menjadi TKD 40%, AKHLAK 50%, dan TWK 10%. Di atas pembobotan itu berlaku ambang batas per komponen: 58 untuk TKD, 65 untuk AKHLAK, dan 50 untuk TWK. Jadi total yang tinggi belum cukup. Setiap komponen harus melewati ambangnya sendiri.
Contoh sederhananya begini. Pelamar dengan TKD 75, AKHLAK 60, dan TWK 80 tetap gugur, sebab AKHLAK berada di bawah 65 walaupun dua komponen lain jauh di atas ambang. Pola ini mengubah cara menyusun rencana belajar. Pelamar yang menumpuk jam latihan di satu komponen favorit dan membiarkan komponen lain seadanya sedang mengambil risiko terbesar dalam seleksi ini. Rencana yang sehat membagi waktu ke kelima komponen, dengan porsi terbanyak untuk komponen terlemah hasil tes diagnostik. Angka bobot dan ambang bisa berubah antar batch, jadi pelamar selalu mencocokkannya dengan pengumuman resmi di portal rekrutmenbersama.fhcibumn.id.
Di RBB, satu komponen di bawah ambang sudah cukup untuk menggugurkan, jadi rencana belajar menjaga kelima komponen tetap di atas garisnya masing-masing.