Instansi Pembina, Ikatan Dinas, dan Satu Pilihan di SSCASN
Setiap sekolah kedinasan dibina sebuah instansi negara, dan instansi itulah yang menentukan isi perkuliahan, suasana kampus, serta tempat lulusannya bertugas. PKN STAN berada di bawah Kementerian Keuangan dengan bidang keuangan negara, perpajakan, dan akuntansi sektor publik. Politeknik Statistika STIS dibina Badan Pusat Statistik dan berpusat pada statistika serta komputasi data. STIN menyiapkan kader intelijen di bawah Badan Intelijen Negara, IPDN mendidik kader pemerintahan dalam negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri, sementara STMKG, Poltekip, Poltekim, dan sekolah perhubungan seperti STIP atau Poltekbang punya pembinanya masing-masing.
Pendaftaran semua sekolah itu terpusat di portal SSCASN, dikdin.bkn.go.id, dan setiap pelamar hanya boleh memilih satu sekolah dalam satu periode. Aturan ini mengubah urutan kerja. Perbandingan sekolah perlu tuntas sebelum portal dibuka, sebab jendela pendaftaran biasanya hanya sekitar dua sampai tiga minggu dan tes dimulai tak lama sesudahnya. Pembelajar yang masih menimbang STAN atau STIS ketika formulir sudah terbuka kehilangan bulan-bulan yang semestinya dipakai untuk melatih tes lanjutan sekolah itu.
Alat kerjanya satu tabel. Barisnya dua sampai tiga sekolah kandidat, kolomnya instansi pembina, bidang studi, tes sesudah SKD, batas usia, syarat tinggi badan dan kesehatan mata, serta status ikatan dinas. Lulusan sekolah kedinasan diarahkan menjadi CPNS dan terikat bekerja di instansi pembinanya, jadi pertanyaan tentang bidang kerja yang sanggup ditekuni bertahun-tahun layak dijawab dengan jujur di tahap ini. Tabel dianggap selesai ketika satu nama tersisa dan alasannya bisa ditulis dalam dua kalimat.
Satu kolom pilihan di SSCASN menentukan seluruh isi persiapan sesudahnya, jadi kunci sekolah tujuan sebelum portal dibuka.