Enam ranah kesiapan yang diamati selama dua sampai tiga minggu
Kesiapan calistung jarang muncul dalam satu hari. Ia terlihat dari kebiasaan kecil yang berulang, sehingga pengamatan paling berguna dilakukan dengan santai selama dua sampai tiga minggu, sambil mencatat apa yang sudah tampak dan apa yang masih tumbuh. Whitehurst dan Lonigan (1998) menyebut fondasinya emergent literacy, kumpulan keterampilan yang tumbuh jauh sebelum anak membaca kata pertamanya. Fondasi itu punya dua sisi: kepekaan bunyi dan pengenalan huruf di satu sisi, kosakata serta pemahaman cerita di sisi lain.
Enam ranah yang layak diamati adalah bahasa lisan, kepekaan bunyi dan rima, kesadaran cetak, rasa penasaran pada huruf, rentang perhatian saat mendengar cerita, serta kesiapan motorik dan sosial emosional. Anak yang bercerita tentang harinya dengan kalimat yang makin panjang sedang menyiapkan bahan bakar membaca. Anak yang memegang buku dengan arah benar, membalik halaman satu per satu, lalu menunjuk deretan huruf sambil berpura-pura membaca sedang memperlihatkan bahwa ia paham tulisan itu membawa makna.
Tanda yang belum muncul berarti ranah itu masih tumbuh. Anak yang kesulitan menemukan rima sederhana atau cepat beranjak saat dibacakan buku pendek biasanya diberi waktu lebih lama untuk bermain bahasa: obrolan dua arah saat makan, permainan bunyi, dan membaca bersama. Kebanyakan anak menampakkan tanda yang jelas pada usia empat sampai tujuh tahun, dengan tempo yang berbeda satu sama lain.
Catat keenam ranah itu selama dua sampai tiga minggu; ranah yang masih kosong dilatih lewat bermain sebelum huruf diperkenalkan secara terarah.