Huruf V di Gagang: Pegangan Forehand sebagai Titik Pulang
Pegangan forehand dibentuk dengan cara menyalami gagang raket. Telapak menempel di gagang, jari melingkar santai, dan lekuk di antara ibu jari dan telunjuk membentuk huruf V yang jatuh di rusuk tipis bagian atas gagang. Telunjuk dibiarkan sedikit renggang dari jari tengah, sebab telunjuk itulah yang memberi arah ketika senar menyentuh shuttlecock. Pangkal telapak diletakkan dekat ujung bawah gagang supaya panjang raket terpakai penuh.
Pegangan ini melayani pukulan paling banyak di lapangan: clear dan smash di atas kepala, drive di sisi kanan, sampai netting forehand. Karena itu pemain tangan kanan kembali ke forehand sesudah setiap pukulan, sebab dari posisi ini putaran ke pegangan lain paling pendek. Pemain kidal memakai pola yang sama dengan arah dicerminkan, sehingga sisi forehand mereka berada di kiri tubuh.
Cara memeriksanya sederhana. Pembelajar berdiri di depan cermin atau merekam tangannya dengan kamera ponsel, lalu melihat apakah huruf V tetap di garis tengah sisi atas gagang sesudah beberapa ayunan. Kesalahan yang paling sering tampak adalah genggaman palu: semua jari rapat, telunjuk menempel, dan bidang senar condong ke bawah sehingga bola tersangkut net. Latihan pertama yang berguna adalah memantulkan shuttlecock ke atas berulang kali dengan pegangan forehand sampai tangan hafal posisinya tanpa perlu melihat.
Huruf V di sisi atas gagang adalah penanda paling cepat untuk memeriksa pegangan forehand di tengah latihan.