Cara memegang raket bulutangkis yang benar berpusat pada empat jenis pegangan: forehand untuk pukulan sisi kanan, backhand dengan tumpuan ibu jari untuk sisi kiri, bevel untuk sentuhan halus di depan net, dan panhandle untuk mematikan bola tepat di atas jaring. Tiap pegangan mengarahkan bidang senar ke sudut yang berbeda, sehingga penguasaannya menentukan ke mana shuttlecock terbang.
- Kenali empat pegangan raket dan pukulan yang menjadi tugas masing-masing
- Pahami cara jari memutar gagang saat berpindah dari satu pegangan ke pegangan lain
- Latih perpindahan pegangan sampai tangan memilihnya sendiri tanpa menunggu perintah pikiran
- Satu raket bulutangkis ringan sekitar 85 sampai 90 gram supaya jari mudah memutar gagang saat berganti pegangan
- Grip tape atau lilitan gagang yang kering agar telapak tidak licin ketika tangan mulai berkeringat
- Beberapa shuttlecock, versi plastik cocok untuk sesi awal karena tahan dipukul berulang kali
Angka Kunci di Balik Pegangan Raket Bulutangkis
Mengapa jenis pegangan raket menentukan arah setiap pukulan bulutangkis
Cara memegang raket bulutangkis menentukan ke arah mana permukaan senar menghadap, dan sudut permukaan itulah yang melempar shuttlecock ke tujuannya. Dua pemain dengan ayunan sama persis bisa menghasilkan pukulan yang jauh berbeda hanya karena jari mereka memegang gagang dengan cara yang lain. Karena itu pegangan menjadi tempat pertama yang perlu dibereskan sebelum melatih tenaga atau kecepatan. Bulutangkis menuntut lebih dari satu pegangan karena bola datang dari segala sudut. Pukulan di sisi kanan tubuh menuntut permukaan senar menghadap depan, sementara pukulan di sisi kiri butuh sudut yang berlawanan. Sentuhan lembut di dekat net dan pukulan mematikan tepat di atas jaring pun meminta genggaman yang berbeda lagi. Dari kebutuhan itulah lahir empat jenis pegangan yang saling melengkapi, masing-masing dengan tugas yang jelas. Rahasia yang menyatukan keempatnya adalah putaran kecil di jari. Perpindahan antar pegangan terjadi lewat gerakan ringan ibu jari dan telunjuk memutar gagang di dalam telapak. Jari cukup memutarnya, tanpa perlu mencabut raket lalu memegangnya ulang. Semakin luwes jari memutar gagang, semakin cepat pemain menyesuaikan pegangan dengan arah bola yang datang.
5 Langkah Menguasai Jenis Pegangan Raket Bulutangkis
Lima langkah ini menyusun keempat pegangan dari yang paling sering dipakai sampai yang khusus, lalu diakhiri latihan berpindah grip. Bentuk tiap pegangan sampai jari menemukannya tanpa melihat sebelum menambah pegangan berikutnya.
- Langkah 1
Bentuk pegangan forehand sebagai pegangan dasar
Pegangan forehand menjadi rumah bagi sebagian besar pukulan, jadi mulailah dari sini. Letakkan raket di depan tubuh dengan permukaan senar tegak, lalu genggam gagang seolah menyalami tangan seorang teman. Perhatikan lekuk di antara ibu jari dan telunjuk membentuk sudut V ramping yang duduk di rusuk tipis gagang bagian atas. Jari-jari melingkari gagang dengan santai, telunjuk sedikit terpisah dari jari lain agar bisa menekan saat memberi arah. Gerakkan raket perlahan ke arah kanan badan supaya terasa permukaan senar berpaling ke depan. Pegangan ini melayani pukulan overhead seperti clear dan smash, pukulan datar forehand, sampai forehand di depan net. Cobalah memantulkan shuttlecock ke atas berulang kali dengan pegangan ini agar tangan hafal posisinya.
Tips- Letakkan pangkal telapak dekat ujung bawah gagang supaya jangkauan raket maksimal
- Periksa huruf V lewat cermin, ia harus jatuh di garis tengah sisi atas gagang
Menggenggam gagang seperti memegang palu, dengan semua jari rapat dan telunjuk menempel, mengunci pergelangan dan menumpulkan arah pukulan. Beri sedikit ruang pada telunjuk agar tangan tetap bisa memberi sudut. - Langkah 2
Ubah ke pegangan backhand dengan tumpuan ibu jari
Dari pegangan forehand, putar gagang sedikit berlawanan arah jarum jam bagi pemain tangan kanan sampai ibu jari mendarat rata di permukaan gagang yang lebih lebar. Ibu jari yang menempel datar itu memberi dorongan tambahan, seperti tuas yang menyalurkan tenaga ke pukulan di sisi kiri tubuh. Jari-jari lain tetap melingkar santai untuk menjaga raket. Pegangan backhand melayani clear backhand, pukulan datar backhand, dan drive di sisi kiri. Rasakan bedanya dengan mendorong raket ke sisi kiri tubuh, permukaan senar kini menghadap ke arah itu. Latih perpindahan forehand ke backhand berkali-kali tanpa bola dulu, cukup putar gagang di jari sambil merasakan ibu jari berpindah dari melingkar menjadi menekan rata.
Tips- Bayangkan ibu jari menekan tombol besar di gagang, itu posisi yang memberi tenaga backhand
- Jaga pergelangan tetap longgar supaya dorongan datang dari ibu jari, sementara lengan tetap santai
- Langkah 3
Pelajari pegangan bevel untuk netting dan servis backhand
Pegangan bevel berada di antara forehand dan backhand, dibentuk dengan meletakkan ibu jari di sudut miring gagang, agak bergeser dari permukaan lebar penuh. Sudut ini memberi kendali halus yang berguna saat bola perlu disentuh pelan. Netting di sisi backhand terasa lebih rapi dengan pegangan bevel karena permukaan senar bisa diatur nyaris tegak, membuat shuttlecock berjungkir tipis melewati pita net. Servis backhand rendah, yang banyak dipakai di permainan ganda, juga bersandar pada pegangan ini agar dorongan pergelangan tetap lembut dan terarah. Berlatihlah menyentuh shuttlecock yang menggantung di dekat net dengan pegangan bevel, incar lintasan yang jatuh curam sedekat mungkin dengan pita. Kendali di sini datang dari jari yang rileks, dengan ayunan yang tetap kecil.
Tips- Temui bola di titik tertinggi dekat pita jaring supaya lintasannya menukik lebih tajam
- Kurangi tenaga saat perkenaan, pegangan bevel dirancang untuk kehalusan sentuhan
- Langkah 4
Kenali pegangan panhandle untuk mematikan bola di depan net
Pegangan panhandle memutar gagang sampai permukaan senar sejajar dengan telapak, mirip cara memegang wajan penggorengan. Posisi ini membuat permukaan senar menghadap lurus ke bawah, tepat seperti yang dibutuhkan untuk menekan bola tinggi di depan net ke lantai lawan dalam sekejap. Gerakan ini disebut net kill dan berlangsung sangat cepat, jadi pegangan panhandle dipakai secara khusus di situasi itu. Berdiri dekat net, angkat raket, lalu tekan shuttlecock yang melayang tinggi dengan dorongan pendek pergelangan. Perlu diingat, pegangan panhandle kurang cocok dijadikan pegangan utama karena membatasi jangkauan dan tenaga pada pukulan overhead. Pakailah ia sebagai alat khusus untuk menutup peluang di depan net, lalu kembali ke pegangan forehand setelahnya.
Tips- Gunakan panhandle hanya untuk bola tinggi tepat di depan net yang bisa ditekan ke bawah
- Setelah net kill, putar cepat gagang kembali ke pegangan forehand agar siap untuk bola berikutnya
Menjadikan panhandle sebagai pegangan sehari-hari membuat pukulan overhead kehilangan tenaga dan jangkauan. Batasi pemakaiannya pada situasi mematikan bola di depan net. - Langkah 5
Latih perpindahan pegangan sampai jari memilihnya sendiri
Empat pegangan hanya berguna bila tangan bisa berpindah di antaranya secepat bola datang. Latihan perpindahan menjadi langkah penutup yang menyatukan semuanya. Mulailah dengan gerakan pelan: berdiri di posisi siap dengan pegangan forehand, lalu ucapkan atau bayangkan arah bola, kemudian putar gagang ke pegangan yang sesuai. Tingkatkan kecepatannya secara bertahap. Latihan memantulkan shuttlecock ke dinding sambil bergantian memakai sisi forehand dan backhand melatih jari memutar gagang di bawah tekanan waktu. Setelah itu, mintalah pelatih atau pasangan mengumpan bola ke sisi kanan dan kiri secara acak supaya tangan belajar memilih pegangan tanpa menunggu perintah pikiran. Perpindahan yang mulus lahir dari pergelangan dan jari yang tetap longgar, karena tangan yang tegang lambat memutar gagang.
Tips- Kembali ke pegangan forehand sebagai posisi awal setelah setiap pukulan, karena dari situ perpindahan paling cepat
- Rekam latihan dengan ponsel untuk memeriksa apakah jari benar-benar memutar gagang atau justru mencabut lalu memegang ulang
Empat Pegangan Raket dan Pukulan yang Dihasilkan
| Pegangan | Ciri cara memegang | Pukulan utama |
|---|---|---|
| Forehand | Seperti menyalami gagang, huruf V di sisi atas | Clear, smash, drive, dan netting sisi kanan |
| Backhand | Ibu jari menekan rata di gagang lebar | Clear dan drive di sisi kiri tubuh |
| Bevel | Ibu jari di sudut miring gagang | Netting backhand dan servis backhand rendah |
| Panhandle | Senar sejajar telapak, mirip wajan | Net kill menekan bola tinggi di depan net |
Forehand melayani paling banyak pukulan sehingga menjadi pegangan dasar. Tiga pegangan lain punya tugas khusus yang dipanggil sesuai arah dan ketinggian bola.
Perlukah Pemula Mengandalkan Pegangan Panhandle?
- Sangat efektif menekan bola tinggi di depan net ke lantai lawan dalam gerakan pendek
- Permukaan senar menghadap lurus ke bawah sehingga arah net kill mudah diatur
- Reaksi cepat karena tidak perlu memutar gagang jauh saat bola sudah di depan net
- Membatasi jangkauan lengan pada pukulan overhead di belakang lapangan
- Tenaga clear dan smash berkurang karena pergelangan tidak leluasa melecut
- Pemula yang terbiasa memakainya untuk semua pukulan sulit membangun teknik forehand yang benar
Kesalahan Umum Saat Memegang Raket dan Cara Memperbaikinya
Genggaman terlalu erat sepanjang waktu
Tekanan gripPergelangan mengunci sehingga raket lambat berputar dan pukulan kehilangan lecutan. Longgarkan genggaman saat menunggu, kencangkan hanya sesaat ketika senar menyentuh bola.
Pegangan tidak pernah berganti
PerpindahanSemua pukulan dipaksakan dengan satu pegangan sehingga sisi backhand selalu lemah. Latih perpindahan forehand ke backhand berulang tanpa bola sampai jari memutar gagang dengan sendirinya.
Memegang gagang seperti palu
ForehandSemua jari rapat dan telunjuk menempel membuat sudut senar sulit diatur. Beri jarak kecil pada telunjuk dan bentuk huruf V yang jelas untuk pegangan forehand.
Panhandle dipakai untuk segala pukulan
PanhandleOverhead menjadi lemah karena permukaan senar salah menghadap. Kembalikan pegangan ke forehand untuk pukulan tinggi, simpan panhandle hanya untuk net kill.
“Pemain yang jarinya terbiasa memutar gagang dengan santai selalu tiba di pegangan yang tepat lebih dulu daripada bola, sehingga arah pukulan sudah terkunci sebelum ayunan dimulai.”
Ceklis Cepat Sebelum Memukul
- Sudahkah pegangan cocok dengan arah datang bola, forehand untuk sisi kanan dan backhand untuk sisi kiri
- Apakah huruf V pegangan forehand jatuh di sisi atas gagang saat memukul overhead
- Apakah ibu jari menekan rata saat melakukan pukulan backhand
- Apakah genggaman kembali longgar segera setelah bola terpukul
Menyatukan empat pegangan menjadi permainan yang mengalir
Keempat jenis pegangan raket bulutangkis bekerja sebagai satu keluarga yang saling menutup celah. Forehand menopang mayoritas pukulan dan menjadi titik pulang tangan, backhand menjaga sisi kiri tetap kuat, bevel merapikan sentuhan di depan net, dan panhandle menutup peluang tepat di atas jaring. Pemain yang menghafal keempatnya sekaligus terbiasa berpindah di antaranya akan merasa lapangan lebih mudah dijangkau karena tangan selalu siap dengan sudut senar yang benar. Jalan menuju ke sana cukup sederhana walau menuntut ketekunan. Bentuk satu pegangan sampai jari menemukannya tanpa melihat, gabungkan dengan pegangan sebelumnya lewat latihan perpindahan pelan, lalu naikkan kecepatannya perlahan hingga perpindahan terjadi tanpa disadari. Pendampingan pelatih mempercepat kemajuan sebab kekeliruan kecil pada posisi ibu jari atau bentuk sudut V bisa segera diluruskan sebelum mengeras jadi kebiasaan. Sesi singkat yang dijalani teratur, ditemani masukan yang jujur, lama-lama menjadikan keempat pegangan berpindah dari wilayah pikiran ke gerak yang muncul dengan sendirinya di lapangan.
- Ada empat jenis pegangan raket bulutangkis: forehand, backhand, bevel, dan panhandle, masing-masing dengan tugas pukulan yang berbeda
- Pegangan forehand menjadi dasar karena melayani clear, smash, drive, dan netting di sisi kanan
- Pegangan backhand bertumpu pada ibu jari yang menekan rata untuk menguatkan pukulan sisi kiri
- Bevel merapikan netting dan servis backhand, sedangkan panhandle khusus untuk net kill di depan net
- Perpindahan antar pegangan lahir dari jari yang longgar memutar gagang, dilatih dari gerakan pelan sampai menjadi refleks
