Persamaan dasar akuntansi untuk menguji setiap transaksi
Materi akuntansi dasar nyaris seluruhnya berpijak pada persamaan dasar akuntansi, yang menyatakan total aset setara dengan jumlah liabilitas dan ekuitas. Di sisi kiri berdiri apa saja yang dimiliki dan dikendalikan usaha: kas, piutang, persediaan, dan peralatan. Di sisi kanan ada klaim kreditur, misalnya tagihan pemasok yang belum dilunasi atau pinjaman bank. Ekuitas, yang di banyak buku pengantar disebut modal, adalah hak pemilik atas aset setelah kewajiban diperhitungkan. Persamaan ini selalu seimbang, dan setiap transaksi hanya menggeser angka di dalamnya.
Cara melatihnya sederhana dan sebaiknya dilakukan sebelum menyentuh format jurnal. Pembelajar mengambil transaksi sebuah usaha jasa kecil, misalnya pemilik menyetor modal tunai Rp10 juta, lalu menulis akun mana yang naik dan mana yang turun. Kas naik Rp10 juta di sisi aset, modal naik Rp10 juta di sisi ekuitas, dan kedua sisi tetap sama. Transaksi berikutnya, membeli peralatan Rp3 juta tunai, hanya menukar kas dengan peralatan di sisi yang sama, sehingga total aset tidak berubah.
Latihan ini terasa terlalu mudah di awal, dan justru di situlah gunanya. Pembelajar yang sudah mengerjakan puluhan transaksi dalam bentuk tabel persamaan akan langsung curiga ketika sebuah catatan membuat satu sisi bergerak sendirian. Kebiasaan curiga inilah yang nanti menyelamatkan waktu saat neraca saldo tidak seimbang atau neraca akhir selisih beberapa ribu rupiah.
Kalau sebuah transaksi hanya menggerakkan satu sisi persamaan, pasti ada akun yang belum dicatat.