Anatomi Prompt: Konteks, Instruksi, Format, dan Contoh
Prompt yang efektif bisa diurai menjadi empat bagian. Konteks menjelaskan siapa penggunanya dan untuk apa hasilnya dipakai. Instruksi menyebut tugasnya dengan kata kerja yang jelas, misalnya meringkas, membandingkan, atau menyusun daftar. Format menentukan bentuk keluaran: tabel tiga kolom, lima butir, atau paragraf di bawah 100 kata. Contoh memperlihatkan pola yang diharapkan, dan bagian inilah yang membedakan teknik zero-shot (tanpa contoh) dari few-shot (dengan beberapa contoh, biasanya dua sampai lima).
Pemula biasanya menulis satu kalimat pendek lalu kecewa dengan jawabannya. Sumber masalahnya hampir selalu bagian yang hilang. Model tidak tahu tingkat pembacanya sehingga penjelasannya terlalu teknis, atau ia tidak diberi batas panjang sehingga jawabannya melebar ke mana-mana. Begitu keempat bagian diisi, hasilnya lebih mudah ditebak dan lebih mudah diperbaiki di putaran berikutnya.
Latihannya bisa diulang setiap hari. Ambil satu tugas nyata, misalnya merangkum bab buku pelajaran atau menyusun email ke klien. Tulis tiga versi prompt: versi satu kalimat, versi dengan konteks dan format, lalu versi few-shot dengan dua contoh. Simpan ketiga jawaban berdampingan dalam satu dokumen dan tandai bagian yang berubah. Untuk soal bertahap seperti hitungan atau teka-teki logika, coba juga instruksi chain-of-thought yang meminta model menuliskan langkahnya satu per satu, kemudian periksa apakah tiap langkah memang benar.
Prompt yang lemah hampir selalu kehilangan salah satu dari empat bagian: konteks, instruksi, format, atau contoh.