Satu siswa satu mentor, melatih keahlian yang menentukan kemajuan karier: berkomunikasi dengan jelas, memimpin dan bekerja sama, mengatur waktu, bernegosiasi, berpikir kritis, sampai mengelola emosi. Dilatih lewat simulasi nyata dan feedback langsung, di mana saja secara online.





Les keahlian profesional adalah bimbingan privat satu guru untuk satu siswa untuk melatih soft skill yang menentukan kemajuan karier: komunikasi kerja, kepemimpinan, manajemen waktu, negosiasi, berpikir kritis, dan kecerdasan emosional. Berbeda dari kemampuan teknis yang bisa dihafal, keahlian ini dibentuk lewat latihan dan kebiasaan, maka pendekatannya berupa simulasi, praktik kasus, dan feedback personal. Materi disesuaikan tahap karier Anda, entah menyiapkan diri masuk kerja, naik jenjang, atau memimpin tim. Mentor adalah lulusan Psikologi, Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Administrasi, dengan tarif mulai Rp102.000 per jam.
Apa pun formatnya, kurikulumnya sama-sama melatih Anda dari komunikasi sehari-hari sampai kepemimpinan.
Belajar via Zoom dengan simulasi dan roleplay, mendapat feedback langsung dari mentor.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Mentor datang ke rumah untuk latihan langsung di kota-kota tertentu.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Belajar bersama 2-3 rekan kerja atau teman, berlatih diskusi dan kolaborasi nyata.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama — selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Empat tahap bertingkat, dari fondasi profesionalisme sampai kemampuan memimpin dan memengaruhi.
Membangun sikap, etika kerja, dan komunikasi dasar yang membuat Anda dipandang profesional sejak hari pertama.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Menyampaikan ide dengan meyakinkan, bekerja sama dalam tim, dan mengelola percakapan yang sulit dengan tenang.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengatur waktu, menentukan prioritas, dan menjaga fokus agar pekerjaan selesai tepat waktu tanpa kewalahan.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Memimpin tim, mengambil keputusan, bernegosiasi, dan memengaruhi orang lain dengan cara yang sehat dan dihormati.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lima pilar yang dibangun bertahap, dari komunikasi sampai kepemimpinan.
Mentor menyesuaikan penekanan dengan tahap karier Anda. Fresh graduate fokus ke komunikasi dan etika kerja, profesional fokus ke produktivitas dan negosiasi, calon pemimpin fokus ke kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Menyampaikan ide dengan jelas dan meyakinkan, lisan maupun tulisan.
Mengatur waktu, prioritas, dan fokus agar pekerjaan tuntas tanpa kewalahan.
Memimpin, mendelegasikan, dan membangun kerja sama tim yang sehat.
Bernegosiasi secara saling untung dan menyelesaikan masalah dengan terstruktur.
Mengelola emosi, membangun empati, dan menjaga profesionalisme dalam tekanan.
Lulusan baru yang ingin tampil meyakinkan saat melamar dan siap menghadapi hari pertama di dunia kerja.
Rekomendasi:
Karyawan yang ingin lebih diandalkan, lebih produktif, dan mulai dilirik untuk tanggung jawab yang lebih besar.
Rekomendasi:
Profesional yang sedang menuju peran memimpin dan perlu menguasai delegasi, feedback, serta pengambilan keputusan.
Rekomendasi:
Orang yang berpindah bidang atau merintis usaha dan butuh keahlian profesional yang berlaku di mana saja.
Rekomendasi:
Kemampuan teknis membuat Anda diterima kerja, tetapi keahlian inilah yang membuat Anda bertahan dan naik. Inilah enam domain soft skill yang paling menentukan, beserta yang dilatih dan alasan pentingnya di dunia kerja.
Menyampaikan dan menerima pesan dengan jelas
Kemampuan menyampaikan ide secara lisan dan tulisan, mendengarkan dengan baik, dan menyesuaikan gaya bicara dengan lawan bicara.
Kenapa penting di dunia kerja: Salah paham adalah sumber utama konflik dan kerja ulang. Komunikator yang jelas dipercaya memegang tanggung jawab lebih besar.
Menggerakkan orang menuju satu tujuan
Kemampuan memimpin, mendelegasikan, memotivasi, dan mengarahkan tim agar bekerja menuju sasaran bersama.
Kenapa penting di dunia kerja: Promosi ke peran pemimpin menuntut kemampuan menggerakkan orang, jauh melampaui mengerjakan tugas sendiri dengan baik.
Menyelesaikan yang penting tepat waktu
Kemampuan menentukan prioritas, menjaga fokus, dan mengatur energi agar pekerjaan tuntas tanpa kewalahan.
Kenapa penting di dunia kerja: Orang yang dapat diandalkan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu lebih dipercaya memegang proyek penting.
Mencapai kesepakatan yang saling untung
Kemampuan menyampaikan kepentingan, memahami sisi lawan bicara, dan mencapai kesepakatan tanpa merusak hubungan.
Kenapa penting di dunia kerja: Dari meminta kenaikan gaji sampai menutup kerja sama, kemampuan bernegosiasi langsung berdampak pada hasil nyata.
Menemukan akar masalah dan solusinya
Kemampuan menganalisis situasi, memisahkan fakta dari asumsi, dan menyusun solusi yang terstruktur.
Kenapa penting di dunia kerja: Perusahaan menghargai orang yang membawa solusi lengkap dengan jalan keluarnya, bukan yang berhenti pada laporan masalah.
Mengelola diri dan bekerja sama dengan baik
Kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri, berempati pada orang lain, dan menjaga hubungan kerja yang sehat.
Kenapa penting di dunia kerja: Sebagian besar pekerjaan dilakukan bersama orang lain. Mengelola emosi dan hubungan menjaga karier tetap menanjak.
Setiap orang punya titik kuat dan titik lemah yang berbeda. Di sesi konsultasi, mentor membantu memetakan domain mana yang paling perlu Anda asah lebih dulu sesuai pekerjaan dan tahap karier, lalu menyusun latihannya secara bertahap.
Keahlian yang Anda butuhkan berubah seiring jenjang karier. Yang penting bagi fresh graduate berbeda dengan yang menentukan keberhasilan seorang manajer. Memahami fokus tiap tahap membantu Anda berlatih hal yang paling berdampak sekarang.
Membangun fondasi dan tampil meyakinkan saat melamar
Sasaran tahap ini: Tampil profesional dan percaya diri saat melamar serta di hari-hari pertama bekerja.
Diandalkan dan menonjol di antara rekan
Sasaran tahap ini: Menjadi staf yang dapat diandalkan dan mulai dilirik untuk tanggung jawab lebih besar.
Menggerakkan tim, tidak lagi bekerja sendiri
Sasaran tahap ini: Memimpin tim kecil dengan percaya diri dan menjaga timnya tetap produktif dan kompak.
Mengambil keputusan dan mengembangkan orang
Sasaran tahap ini: Memimpin lebih luas, mengambil keputusan penting, dan menumbuhkan anggota tim menjadi lebih hebat.
Tidak perlu menunggu sampai dipromosikan untuk melatih keahlian tahap berikutnya. Justru orang yang lebih dulu menguasai keahlian satu tingkat di atasnya yang paling sering dipercaya naik. Mentor membantu Anda menyiapkan langkah berikut sejak sekarang.
Hambatan yang membuat soft skill mandek bertahun-tahun, dan cara mentor membongkarnya lewat latihan.
Kenapa terjadi
Banyak yang merasa dirinya memang pemalu atau tidak berbakat memimpin, lalu berhenti berusaha, padahal keahlian ini terbentuk lewat latihan.
Cara kami mengatasinya
Mentor menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan adalah keterampilan yang bisa diasah, lalu melatihnya bertahap lewat simulasi nyata.
Kenapa terjadi
Banyak orang sibuk menambah sertifikat teknis tetapi mengabaikan komunikasi, padahal yang menghambat promosi sering kali justru soft skill.
Cara kami mengatasinya
Kami menyeimbangkan keduanya dan membantu siswa menyadari bahwa keahlian teknis terpancar lebih kuat lewat komunikasi yang baik.
Kenapa terjadi
Membaca buku tentang kepemimpinan tidak otomatis membuat seseorang memimpin, karena keahlian ini hanya melekat lewat pengalaman.
Cara kami mengatasinya
Mentor menukar teori panjang dengan simulasi dan roleplay, agar siswa langsung mempraktikkan dan merasakan, di luar sekadar tahu.
Kenapa terjadi
Tanpa cermin dari luar, seseorang sulit melihat kebiasaan yang menghambatnya, dan kemajuan pun berjalan lambat.
Cara kami mengatasinya
Kami menjadikan feedback personal sebagai inti latihan, disampaikan dengan spesifik dan membangun agar perubahan terasa nyata.
Mentor yang terbiasa melatih komunikasi dan kepemimpinan mendampingi satu guru satu siswa, dari fondasi profesionalisme sampai siap memimpin.
Anda menentukan tempo. Berlatih dan bertanya sepuasnya, setiap kebiasaan yang menghambat langsung dibahas tanpa menunggu kelas.
Belajar lewat roleplay dan studi kasus nyata, sehingga keahlian benar-benar terbentuk, melampaui sekadar memahami teori.
Mentor menjadi cermin yang jujur dan membangun, menunjukkan apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana caranya.
Materi mengikuti posisi Anda, dari persiapan kerja, jadi profesional andal, sampai siap memimpin tim.
Biaya jelas sejak awal dan per sesi, Anda tak perlu membayar paket panjang sebelum yakin cocok.
Berlatih online dari mana saja, jadwalnya menyesuaikan ritme kerja dan kuliah Anda.
Mentor kami adalah lulusan Psikologi, Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Administrasi dari kampus ternama, terbiasa melatih komunikasi dan kepemimpinan dengan pendekatan yang membumi.

Psikologi, Universitas Malahayati
Kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal“Berlatar Psikologi Universitas Malahayati, Nisa membantu siswa mengenali pemicu emosinya dulu, karena dari kesadaran itulah komunikasi dan kerja sama yang sehat bermula.”

Administrasi Publik, Universitas Brawijaya
Kepemimpinan dan koordinasi tim“Yang ditekankan Rangga adalah keberanian mendelegasikan. Lulusan Administrasi Publik Universitas Brawijaya ini melatih calon pemimpin mempercayai dan mengarahkan timnya.”

Psikologi, Universitas Airlangga
Negosiasi dan persuasi yang sehat“Berbekal Psikologi Universitas Airlangga, Nanda mengajarkan seni memahami sudut pandang lawan bicara lebih dulu, supaya negosiasi berujung kesepakatan tanpa merusak hubungan.”

Administrasi Pembangunan Negara, Politeknik STIA LAN Bandung
Manajemen waktu dan produktivitas“Dari Politeknik STIA LAN Bandung, Verline mengajarkan cara menata prioritas dan alur kerja agar siswa menuntaskan hal penting tanpa terus merasa kewalahan.”

Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan
Komunikasi dan percaya diri“Chifa, lulusan Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, sabar melatih siswa yang pemalu dari menyampaikan satu pendapat sampai berani memimpin diskusi di hadapan banyak orang.”

Psikologi, Universitas Kristen Maranatha
Mengelola konflik dan kerja sama“Nissa membantu siswa menghadapi perbedaan di tempat kerja dengan kepala dingin. Lulusan Psikologi Universitas Kristen Maranatha ini menekankan empati sebagai kunci kolaborasi.”
Pengalaman jujur siswa EduPoint, mulai fresh graduate sampai calon pemimpin yang menyiapkan kenaikan jenjang.
Saya fresh graduate dan grogi tiap wawancara kerja. Mentor melatih saya lewat simulasi interview berulang dan memberi feedback yang spesifik. Sekarang saya jauh lebih tenang dan akhirnya diterima kerja.
Dewi D.
Fresh graduate • Bandung
Sebagai staf, saya sering kewalahan dan pekerjaan menumpuk. Belajar manajemen waktu dan menentukan prioritas mengubah cara saya bekerja. Sekarang tugas selesai tepat waktu dan atasan mulai memberi tanggung jawab lebih.
Pak Aditya A.
Staf operasional • Jakarta
Saya baru diangkat jadi supervisor dan bingung memimpin tim yang dulu rekan sendiri. Mentor melatih saya mendelegasikan dan memberi feedback. Tim saya kini lebih kompak dan saya lebih percaya diri memimpin.
Hanifah H.
Supervisor baru • Surabaya
Saya pindah karier ke bidang baru dan merasa minder. Mentor membantu saya membangun komunikasi dan kepercayaan diri lewat roleplay. Transisi yang saya takutkan ternyata bisa saya lalui dengan lebih tenang.
Rama M.
Career switcher • Bekasi
Saya sering kalah saat harus bernegosiasi, baik soal proyek maupun gaji. Belajar dasar negosiasi yang saling untung membuat saya berani menyampaikan kepentingan tanpa merusak hubungan. Hasilnya terasa nyata.
Reky R.
Profesional muda • Tangerang
Sebagai manajer, saya butuh memimpin lebih dari sekadar mengatur tugas. Mentor membantu saya memahami cara memotivasi dan mengembangkan anggota tim. Rapat dan keputusan saya kini terasa lebih terarah.
Ibu Indah I.
Manajer tim • Semarang
Saya pendiam dan takut bicara di rapat. Mentor sabar melatih saya dari menyampaikan satu pendapat singkat sampai berani memimpin diskusi. Perubahan ini benar-benar mengubah cara rekan memandang saya.
Tobias T.
Karyawan kantoran • Malang
Saya mahasiswa tingkat akhir yang menyiapkan diri masuk dunia kerja. Yang saya suka, mentor melatih dengan studi kasus nyata, bukan teori semata. Saya jadi tahu seperti apa profesionalisme yang sesungguhnya.
Nazwa N.
Mahasiswa tingkat akhir • Jogja
Tarif dihitung per jam secara terbuka: tentukan sesi sepanjang sejam, 90 menit, ataupun dua jam dan frekuensi 4 sampai 28 pertemuan per bulan sesuai target upskilling karier Anda; total biaya langsung terlihat saat pendaftaran.
Mulai dari
Rp 102.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel — QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Tarif mengikuti kota tempat les berlangsung; angka finalnya tampil sebelum Anda membayar.
Les keahlian profesional online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les keahlian profesional tatap muka, mentor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Perjalanan nyata siswa EduPoint dari melatih soft skill sampai melangkah lebih jauh di karier.
Latar Belakang
Lulusan baru yang minder dan canggung berkomunikasi
Berlatih komunikasi dan etika kerja lewat simulasi, lalu mengasah manajemen waktu setelah diterima kerja
Latar Belakang
Staf yang kuat secara teknis tetapi ragu memimpin
Memperdalam delegasi, feedback, dan pengelolaan konflik untuk siap memegang tim
Latar Belakang
Profesional yang berpindah ke industri yang sama sekali baru
Membangun komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi lewat pendampingan personal
Pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mulai belajar, kami jawab apa adanya.
Istilah soft skill merujuk pada keahlian yang berkaitan dengan cara Anda bekerja dan berhubungan dengan orang lain: komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen waktu, dan pengelolaan emosi. Lawannya, hard skill, adalah kemampuan teknis yang bisa diukur dan disertifikasi, seperti akuntansi, desain, atau pemrograman.
Banyak orang mengira hard skill sajalah yang menentukan karier. Kenyataannya, hard skill memang membuka pintu, tetapi soft skill yang membuat seseorang bertahan dan naik. Survei perekrut berulang kali menempatkan komunikasi, kemampuan kerja tim, dan problem solving sebagai keahlian yang paling dicari.
Alasannya sederhana: hampir semua pekerjaan dilakukan bersama orang lain. Seorang ahli teknis yang sulit berkomunikasi akan kesulitan memimpin, sementara orang dengan kemampuan teknis sedang tetapi komunikatif justru sering lebih dipercaya. Di EduPoint, mentor membantu Anda mengasah soft skill ini secara terukur, agar keahlian teknis yang sudah Anda miliki bisa bersinar lebih terang.
Tidak semua soft skill berbobot sama di mata perekrut. Berikut yang paling sering muncul dalam lowongan dan wawancara, beserta wujud nyatanya di pekerjaan:
- Komunikasi: menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan, dan menulis pesan kerja yang rapi. - Kerja sama tim: berkontribusi dalam kelompok dan menjaga hubungan yang sehat. - Problem solving: menganalisis masalah dan menawarkan solusi, bukan berhenti pada keluhan. - Manajemen waktu: menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menentukan prioritas. - Kepemimpinan: mengarahkan dan memotivasi, bahkan tanpa jabatan formal. - Kemampuan beradaptasi: tenang menghadapi perubahan dan hal baru. - Kecerdasan emosional: mengelola emosi diri dan berempati pada orang lain.
Kabar baiknya, semua keahlian ini bisa dilatih. Di EduPoint, mentor membantu Anda mengenali mana yang sudah kuat dan mana yang perlu diasah, lalu menyusun latihannya sesuai kebutuhan pekerjaan Anda.
Banyak orang menyerah lebih dulu karena percaya bahwa pandai bicara atau berjiwa pemimpin adalah bakat lahir. Anggapan ini keliru. Soft skill, seperti otot, tumbuh dengan latihan yang tepat dan konsisten.
Kunci melatihnya terletak pada praktik dengan umpan balik, jauh di atas membaca banyak buku. Seorang pemalu tidak menjadi komunikator dengan menghafal teori komunikasi, tetapi dengan berlatih menyampaikan pendapat berulang kali, lalu mendapat masukan apa yang perlu diperbaiki. Itulah mengapa pendampingan personal jauh lebih efektif daripada sekadar menonton video.
Latihan yang baik berjenjang dari yang kecil. Mulai dari menyampaikan satu pendapat di rapat, lalu memimpin diskusi singkat, sampai memandu pertemuan penuh. Setiap langkah membangun kepercayaan diri untuk langkah berikutnya. Di EduPoint, mentor merancang latihan bertahap lewat simulasi dan roleplay, lalu memberi feedback spesifik, sehingga kemajuan terasa nyata dan keahlian benar-benar melekat.
Pertanyaan ini sering muncul bagi yang waktunya terbatas. Jawabannya bergantung pada titik Anda berada. Hard skill umumnya jadi syarat awal melamar pekerjaan, karena perusahaan butuh memastikan Anda bisa mengerjakan tugas teknisnya. Tanpa keahlian teknis dasar, lamaran sering tersaring di tahap awal.
Namun setelah diterima, soft skill justru yang paling menentukan seberapa jauh Anda melangkah. Kenaikan jenjang hampir selalu menuntut kemampuan memimpin, berkomunikasi, dan mengambil keputusan, di atas keahlian teknis yang makin dalam.
Maka jawaban paling bijak adalah menyeimbangkan keduanya sesuai tahap, tanpa harus memilih salah satu. Fresh graduate sebaiknya memastikan hard skill dasarnya cukup sambil mulai melatih komunikasi. Profesional yang sudah mapan secara teknis justru paling diuntungkan dengan fokus ke soft skill. Di EduPoint, mentor membantu menakar porsi yang tepat untuk situasi Anda, agar waktu belajar memberi dampak terbesar bagi karier.
Program lain yang sering diambil bersama keahlian profesional.
Konsultasi gratis untuk memetakan keahlian, mencocokkan mentor, dan menyusun latihan sesuai tahap karier Anda.