Satu siswa satu mentor, belajar seni bercerita yang memikat: menyusun struktur, membuka dengan hook, dan menyentuh emosi pendengar. Untuk presentasi, konten, branding, dan momen penting lainnya, dibimbing online dari mana saja.





Les storytelling adalah bimbingan privat satu lawan satu untuk belajar seni bercerita yang memikat. Anda berlatih menyusun struktur cerita, membuka dengan kalimat yang menarik perhatian, membangun ketegangan, dan menutup dengan pesan yang berkesan. Keterampilan ini berguna untuk presentasi, pitch bisnis, konten media sosial, personal branding, sampai wawancara kerja. Mentor adalah praktisi berlatar Ilmu Komunikasi yang membimbing lewat cerita nyata Anda, dengan biaya mulai Rp 110.000 per sesi.
Apa pun formatnya, kurikulumnya sama-sama melatih Anda mengubah pesan biasa menjadi cerita yang menempel di ingatan.
Belajar via Zoom, berlatih bercerita langsung dengan umpan balik cepat dari mentor.
Mentor datang ke rumah untuk latihan penyampaian dan bahasa tubuh secara langsung.
Belajar bersama 2-3 rekan, saling memberi umpan balik dan latihan bercerita bergantian.
Empat tahap bertingkat, dari dasar bercerita sampai tampil memukau di depan banyak orang.
Mengenal anatomi cerita: pembuka yang menarik, alur yang jelas, dan penutup yang berkesan. Dalam beberapa sesi, cerita Anda mulai terasa hidup.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengemas presentasi, laporan, dan pitch sebagai cerita yang mudah diingat. Tahap penting bagi profesional yang ingin pesannya melekat.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Menyusun cerita untuk video, podcast, dan media sosial, serta membangun cerita merek dan personal branding yang membedakan diri.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Mengasah penyampaian di depan banyak orang, berimprovisasi saat kondisi berubah, dan menemukan gaya bercerita khas Anda sendiri.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Lima pilar yang dibangun bertahap, dari fondasi narasi sampai cerita untuk panggung digital.
Mentor menyesuaikan penekanan dengan tujuan Anda. Profesional fokus ke presentasi dan pitch, content creator ke cerita digital, pelajar ke percaya diri dan lomba bercerita.
Anatomi cerita yang baik: pembuka, konflik, alur, dan penutup yang berkesan.
Cara membuat pendengar peduli lewat tokoh, taruhan, dan emosi yang terasa nyata.
Olah suara, jeda, ekspresi, dan bahasa tubuh agar cerita makin kuat saat dibawakan.
Mengemas presentasi, pitch, dan jawaban wawancara sebagai cerita yang meyakinkan.
Menyusun cerita untuk konten media dan membangun narasi merek serta personal branding.
Mereka yang ingin presentasi, pitch, dan personal branding-nya lebih meyakinkan lewat kekuatan cerita.
Rekomendasi:
Kreator video, podcast, dan media sosial, serta pemasar yang ingin kontennya membekas dan mereknya punya cerita khas.
Rekomendasi:
Siswa dan mahasiswa yang ingin lebih percaya diri saat bercerita, ikut lomba, atau menjawab wawancara kerja.
Rekomendasi:
Guru, trainer, dan pembicara yang ingin materinya lebih hidup dan diingat lewat cerita yang menyentuh.
Rekomendasi:
Cerita yang memikat jarang lahir secara kebetulan. Di baliknya ada kerangka yang menata alur. Anda akan menguasai empat kerangka teruji ini dan tahu kapan memakai masing-masing.
Kerangka klasik drama dan film
Paling cocok untuk: Presentasi dan cerita umum sehari-hari
Awalnya tim kami stagnan. Lalu satu masalah memaksa kami berubah. Akhirnya kami menemukan cara baru yang berhasil.
Pola Hero's Journey dari Joseph Campbell
Paling cocok untuk: Kisah perubahan dan cerita inspiratif
Saya cuma karyawan biasa sampai sebuah kegagalan memaksa saya belajar ulang, dan kini saya membantu tim lain melewati hal yang sama.
Formula naratif ala Pixar (Story Spine)
Paling cocok untuk: Menyusun cerita cepat dan runtut
Dahulu produk kami sepi. Suatu hari seorang pelanggan memberi masukan jujur. Karena itu kami berbenah, hingga akhirnya penjualan tumbuh.
Kerangka cerita untuk wawancara dan dunia profesional
Paling cocok untuk: Wawancara kerja dan menjelaskan pengalaman
Saat target tim turun (situasi), saya ditugaskan memperbaikinya (tugas), lalu saya ubah cara kerja kami (tindakan), dan hasilnya angka kembali naik (hasil).
Kerangka cerita berperan sebagai peta agar Anda tidak tersesat saat bercerita, dengan ruang gerak yang tetap luwes. Pencerita berpengalaman memakainya secara luwes, kadang menggabungkan beberapa kerangka dalam satu cerita. Mentor membantu Anda memilih kerangka yang paling pas untuk tujuan dan audiens Anda, lalu melatihnya sampai terasa alami.
Intip cara mengubah satu kalimat biasa menjadi cerita yang menarik, langkah demi langkah, seperti yang dilatih mentor di kelas.
Bahan dasar sebuah cerita
Gabungkan elemen, lahir momen cerita
Bandingkan: fakta vs cerita
Penjualan kami naik 30 persen.
Pertanyaan: Bagaimana mengubahnya menjadi cerita?
Jawaban: Enam bulan lalu kami nyaris menyerah. Lalu satu keputusan kecil mengubah arah: penjualan kami naik 30 persen.
Otak manusia lebih mudah mengingat cerita daripada angka lepas. Dengan menambahkan tokoh, ketegangan, dan perubahan, fakta yang tadinya cepat dilupakan berubah menjadi sesuatu yang membekas.
Hambatan yang paling sering kami temui, dan cara mentor melatih siswa mengatasinya.
Kenapa terjadi
Cerita yang semua serba lancar terasa datar, karena ketegangan justru yang membuat pendengar penasaran ingin tahu kelanjutannya.
Cara kami mengatasinya
Mentor melatih menemukan dan menonjolkan satu titik konflik di setiap cerita, mesin yang menghidupkan narasi.
Kenapa terjadi
Keinginan menjelaskan semuanya membuat inti cerita tenggelam, dan pendengar kehilangan arah.
Cara kami mengatasinya
Kami mengajarkan memilih hanya detail yang menggerakkan cerita, lalu membuang sisanya tanpa ragu.
Kenapa terjadi
Banyak orang memulai dengan basa-basi panjang, padahal perhatian pendengar paling tinggi justru di detik pertama.
Cara kami mengatasinya
Mentor melatih membuka dengan hook yang langsung menarik, baik berupa pertanyaan, kejutan, maupun adegan singkat.
Kenapa terjadi
Cerita yang tidak menuju ke mana-mana terasa membingungkan, karena pendengar mencari pelajaran yang bisa dibawa pulang.
Cara kami mengatasinya
Kami memastikan setiap cerita punya satu pesan inti, sehingga audiens tahu kenapa cerita itu layak didengar.
Mentor berlatar komunikasi mendampingi satu lawan satu, dari menyusun struktur sampai membawakan cerita dengan percaya diri.
Anda menentukan tempo. Berlatih bercerita sepuasnya tanpa malu, dengan umpan balik yang langsung dan jujur.
Mentor berlatar Ilmu Komunikasi yang terbiasa menyusun dan membawakan cerita untuk berbagai konteks.
Anda belajar empat kerangka cerita dan tahu kapan memakainya, agar tidak lagi bercerita tanpa arah.
Materi memakai presentasi, konten, atau kisah Anda sendiri, sehingga hasilnya langsung bisa dipakai.
Biaya jelas dari awal, mulai per sesi tanpa keharusan paket panjang di muka.
Belajar online dari mana saja dengan jadwal yang menyesuaikan kesibukan kerja atau kuliah Anda.
Mentor kami adalah lulusan Ilmu Komunikasi dan bidang terkait dari kampus ternama, terbiasa menyusun dan membawakan cerita untuk presentasi, media, dan merek.

Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Struktur cerita yang jelas“Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang melatih siswa menata cerita dengan kerangka yang jelas, supaya pesan sampai tanpa bertele-tele.”

Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya
Cerita untuk presentasi“Berlatar Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Toni membantu siswa mengemas presentasi sebagai cerita, sehingga isi pesannya melekat di benak audiens, melampaui tampilan slide.”

Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Indonesia
Membuka dengan hook“Nashywa, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, fokus melatih kalimat pembuka yang langsung menarik perhatian, bagian yang menentukan cerita didengar sampai habis.”

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB University
Cerita yang menggerakkan“Dari Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University, Gams mengajak siswa menyusun cerita yang menggerakkan orang untuk bertindak, di luar sekadar menghibur.”

Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang
Emosi dalam cerita“Nevi, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, mengajarkan cara menyelipkan emosi dan detail hidup agar cerita terasa dekat dan diingat.”

Marketing Komunikasi, London School of Public Relations
Brand storytelling“Berbekal Marketing Komunikasi dari London School of Public Relations, Fredy membimbing siswa membangun cerita merek yang membedakan diri di tengah pasar yang ramai.”
Pengalaman jujur siswa EduPoint, mulai profesional yang menyiapkan pitch sampai kreator yang ingin kontennya membekas.
Presentasi saya dulu penuh angka tapi membosankan. Setelah belajar mengemasnya jadi cerita, tim langsung lebih fokus dan ingat poin pentingnya. Pitch terakhir saya bahkan disetujui klien.
Rizky A.
Profesional, menyiapkan pitch • Jakarta
Sebagai content creator, saya butuh konten yang tidak cepat di-skip. Mentor mengajarkan cara membuka dengan hook dan menjaga ketegangan. Engagement video saya naik karena penonton bertahan lebih lama.
Adelia D.
Content creator • Bandung
Saya mahasiswa yang grogi saat wawancara kerja. Lewat kerangka STAR, saya belajar menjawab dengan cerita yang rapi dan meyakinkan. Wawancara terasa jauh lebih lancar dan saya lebih percaya diri.
Salma N.
Mahasiswa tingkat akhir • Surabaya
Usaha kuliner saya butuh cerita merek yang khas. Mentor membantu saya merangkai kisah di balik resep keluarga menjadi narasi yang menyentuh. Pelanggan jadi lebih terhubung dengan brand saya.
Pak Kurdi
Pemilik usaha kuliner • Semarang
Sebagai trainer, materi saya sering terasa kaku. Belajar storytelling membuat saya menyelipkan cerita di setiap sesi, dan peserta jadi lebih antusias. Evaluasi pelatihan saya meningkat.
Septiana K.
Trainer perusahaan • Jogja
Saya kerja di sales dan sering kesulitan menjelaskan produk. Setelah les, saya bisa membungkus manfaat produk dalam cerita pelanggan nyata. Calon pembeli jadi lebih mudah membayangkan manfaatnya.
Ifran W.
Tenaga penjualan • Bekasi
Saya fresh graduate yang ingin membangun personal branding di LinkedIn. Mentor membantu saya menyusun cerita perjalanan karier yang jujur dan menarik. Profil saya mulai dilirik perekrut.
Talitha M.
Fresh graduate • Depok
Anak saya pemalu dan takut tampil. Saya daftarkan les storytelling agar ia berani bercerita. Sekarang ia ikut lomba bercerita di sekolah dan tampil percaya diri. Perubahannya membuat saya terharu.
Ibu Dian S.
Orang tua siswa • Malang
Harga transparan tanpa biaya tersembunyi. Pilih paket sesuai tujuan.
Jaminan ganti mentor gratis jika belum cocok di 2 sesi pertama.Cocok untuk mengenal mentor dan memperbaiki satu cerita andalan.
Rp 115.000/sesi • 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Pilihan paling populer untuk membangun keterampilan bercerita yang utuh.
Rp 110.000/sesi • 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Untuk mendalami cerita profesional, branding, sampai penampilan panggung.
Rp 100.000/sesi • 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga dapat menyesuaikan tujuan belajar, lokasi, dan format les. Hubungi kami untuk penawaran pasti.
Les storytelling online tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
Les storytelling tatap muka, mentor datang ke rumah di kota-kota berikut.
Perjalanan nyata siswa EduPoint dari belajar bercerita sampai membawa dampak.
Pertanyaan yang paling sering muncul sebelum mulai belajar, kami jawab apa adanya.
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Konsultasi gratis untuk menentukan tujuan, mencocokkan mentor, dan menyusun jalur dari dasar bercerita sampai tampil percaya diri.