SBdP itu lebih dari menggambar. Tutor pendidikan seni mendampingi anak menggambar, bernyanyi, menari, dan berkarya prakarya, lalu menuangkannya rapi di buku tugas. Tarif tatap muka dan online sama, sejak Rp69.000 per sesi 60 menit.





Les SBdP adalah pendampingan belajar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya untuk siswa SD. Satu pelajaran ini memuat empat bidang sekaligus: seni rupa, seni musik, seni tari, dan prakarya. Tutor membantu anak memahami teori dasarnya, melatih keterampilannya, lalu menyiapkan karya dan tugas agar siap dinilai guru di sekolah.
Pilih cara belajar yang paling pas dengan kebutuhan praktik seni anak. Bidang prakarya dan seni rupa sering lebih nyaman tatap muka karena butuh alat dan bahan.
Tutor datang ke rumah, mendampingi langsung saat anak menggambar, mewarnai, atau membuat prakarya.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Belajar teori seni, apresiasi musik, dan persiapan tugas lewat Zoom atau Google Meet.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Belajar bersama dua sampai tiga teman, cocok untuk latihan menari dan bermain musik bersama.
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama โ selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Anak mulai mengenal warna, bunyi, gerak, dan bahan. Fokusnya berani mencoba tanpa takut salah.
Fokus Belajar:
Anak belajar unsur seni rupa, membaca pola irama, dan membuat prakarya dari bahan di sekitar rumah.
Fokus Belajar:
Anak membuat karya yang lebih utuh, memahami makna karya seni daerah, dan siap tampil dalam pentas sekolah.
Fokus Belajar:
Materi SBdP disesuaikan dengan kurikulum dan buku yang dipakai sekolah anak.
Pendekatan seni sebagai sarana ekspresi dan Profil Pelajar Pancasila lewat proyek karya.
Struktur SBK/SBdP dengan empat bidang seni dan penilaian per kompetensi.
Pengenalan kesenian daerah setempat yang sering masuk muatan lokal sekolah.
Anak yang bilang tidak bisa menggambar atau malu menyanyi. Tutor menunjukkan bahwa seni bisa dilatih, bukan soal bakat semata.
Rekomendasi:
Anak dengan banyak tugas prakarya dan karya yang belum selesai. Tutor membantu menyusun dan merapikannya agar siap dinilai.
Rekomendasi:
Anak yang ikut pentas seni, lomba menggambar, atau menari di sekolah dan ingin latihan lebih terarah.
Rekomendasi:
Orang tua yang ingin menemani anak berkarya tetapi merasa kurang paham teori seninya. Tutor menjembatani agar pendampingan di rumah lebih percaya diri.
Rekomendasi:
Banyak orang mengira SBdP hanya menggambar. Padahal satu pelajaran ini memuat empat bidang yang berbeda, dan tiap bidang punya cara belajarnya sendiri.
Tutor mengenali bidang mana yang membuat anak kesulitan, lalu mendampingi sesuai karakter tiap bidang.
Garis, warna, dan bentuk
Belajar menggambar, mewarnai, dan menyusun bentuk dengan rapi, mulai dari unsur garis hingga komposisi gambar bercerita.
Kenapa penting di sekolah: Seni rupa paling sering muncul di tugas harian SD, sehingga keterampilan dasarnya membantu nilai dan rasa percaya diri anak.
Irama, nada, dan lagu
Belajar menyanyikan lagu anak dan lagu daerah dengan nada tepat, mengenal pola irama, dan memainkan alat musik ritmis sederhana.
Kenapa penting di sekolah: Bidang musik melatih kepekaan irama dan keberanian tampil, yang sering dinilai lewat praktik menyanyi di depan kelas.
Gerak dan ekspresi
Belajar gerak dasar tari, menyelaraskan gerak dengan iringan musik, dan mengenal tari daerah Nusantara.
Kenapa penting di sekolah: Tari melatih koordinasi tubuh dan kekompakan, terutama saat anak diminta tampil berkelompok pada pentas sekolah.
Membuat karya dari bahan
Belajar membuat kerajinan dari bahan di sekitar rumah, mulai dari melipat dan menempel hingga merangkai karya fungsional sederhana.
Kenapa penting di sekolah: Prakarya menghasilkan karya nyata yang dikumpulkan ke sekolah, sehingga kerapian dan ketuntasan langkahnya berpengaruh pada penilaian.
Tiap bidang butuh alat, contoh, dan cara berbeda. Saat keempatnya datang bergantian dalam satu semester, orang tua kerap kewalahan menyiapkannya. Tutor SBdP membantu memetakan kebutuhan tiap bidang sejak awal, supaya tugas seni tidak lagi menjadi kejutan mendadak menjelang tenggat.
Karena dianggap pelajaran ringan, SBdP justru sering dikerjakan asal jadi. Ini hal yang paling sering kami perbaiki saat mendampingi anak.
Kenapa terjadi
Karena ingin hasil rapi, sebagian tugas justru diselesaikan orang tua.
Cara kami mengatasinya
Anak yang berkarya, tutor mendampingi prosesnya. Hasil yang sedikit kurang rapi tetapi murni karya anak lebih bernilai dan sesuai tujuan penilaian.
Kenapa terjadi
Anak mengejar selesai, bukan kerapian arah goresan.
Cara kami mengatasinya
Latih mewarnai searah dan menjaga garis tepi. Goresan yang konsisten membuat gambar terlihat jauh lebih rapi tanpa perlu alat mahal.
Kenapa terjadi
Anak mengira menyanyi bagus berarti bersuara sekeras mungkin.
Cara kami mengatasinya
Fokuskan pada ketepatan nada dan tempo, bukan volume. Bernyanyi dengan nada tepat lebih dihargai daripada sekadar lantang.
Kenapa terjadi
Anak ingin cepat jadi sehingga melompati tahap penting.
Cara kami mengatasinya
Susun langkah dari awal: siapkan bahan, ukur, potong, baru rangkai. Mengikuti urutan membuat karya lebih rapi dan tidak mudah rusak.
Kenapa terjadi
Anak menghafal urutan gerak tanpa merasakan iramanya.
Cara kami mengatasinya
Latih gerak mengikuti hitungan dan iringan musik. Gerak yang menyatu dengan irama terlihat lebih luwes daripada sekadar hafalan.
Kenapa terjadi
Anak kurang tertarik pada lagu atau tari daerah.
Cara kami mengatasinya
Kaitkan karya daerah dengan cerita dan makna di baliknya. Saat anak tahu kisahnya, kesenian daerah terasa lebih hidup dan menarik dipelajari.
Memperbaiki kebiasaan kecil ini membuat karya anak terlihat lebih tuntas dan nilai praktiknya pun terbantu.
Pendampingan seni yang menghargai proses anak. Karya yang sempurna penting, keberanian berkarya jauh lebih utama.
Tutor berasal dari pendidikan seni rupa, musik, tari, dan PGSD, sehingga paham cara mengajarkan tiap bidang SBdP pada anak SD.
Satu layanan mencakup seni rupa, musik, tari, dan prakarya, jadi Anda tidak perlu mencari tutor terpisah untuk tiap bidang.
Kami mendorong anak berkarya sendiri tanpa dibandingkan, supaya keberaniannya tumbuh dan ia menikmati prosesnya.
Materi mengikuti kurikulum dan tugas dari sekolah anak, sehingga pendampingan langsung menjawab kebutuhan penilaian.
Tutor dengan latar pendidikan seni dan guru sekolah dasar yang terbiasa mendampingi anak berkarya tanpa menghakimi.

Seni Tari, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Gerak tari dan keberanian tampilโLatar Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta membuat Gandhi terbiasa membaca tubuh anak yang kaku, lalu mengurai gerak rumit menjadi langkah kecil yang mudah diikuti.โ

Pendidikan Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Persiapan pentas seni sekolahโBagi Resti, pentas sekolah adalah momen yang melekat di ingatan anak. Ia mendampingi latihan sampai anak hafal perannya dan tenang saat naik panggung.โ

Pendidikan Musik, Universitas Negeri Medan
Vokal dan irama lagu anakโAnak sering mengira menyanyi berarti bersuara keras. Lulusan Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan ini mengajak mereka mendengar nada dulu, baru menyanyikannya dengan tepat.โ

Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Yogyakarta
Tari daerah dan koordinasi gerakโBrilian senang mengenalkan tari daerah lewat cerita di baliknya. Ketika anak tahu makna geraknya, hitungan dan iringan jadi lebih mudah dirasakan.โ

Penciptaan Musik, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Pola irama dan alat musik ritmisโDari studi Penciptaan Musik, Jeff terbiasa memecah pola irama yang terdengar sulit menjadi tepukan sederhana, sampai anak bisa memainkannya sambil tersenyum.โ

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Ahmad Dahlan
SBdP terpadu dan pendampingan tugasโSebagai lulusan PGSD Universitas Ahmad Dahlan, Caca paham keempat bidang SBdP datang bergantian. Ia membantu anak menata bahan dan langkah agar tiap tugas seni selesai tanpa panik.โ
Anak saya selalu bilang tidak bisa menggambar dan minder kalau pelajaran SBdP. Setelah les, dia mulai berani mencoba dan bangga menunjukkan gambarnya ke saya.
Ibu Rahmalia N.
Orang tua siswa kelas 3 SD โข Bandung
Tugas prakarya di rumah dulu selalu jadi drama karena saya ikut bingung. Tutor mengajari anak langkah-langkahnya sendiri, jadi sekarang dia bisa mengerjakan tanpa selalu dibantu.
Pak Rio K.
Orang tua siswa kelas 4 SD โข Surabaya
Anak saya ikut lomba menyanyi di sekolah dan minder karena suaranya pelan. Tutor melatih ketepatan nadanya, dan dia tampil jauh lebih percaya diri dari sebelumnya.
Ibu Farida L.
Orang tua siswa kelas 5 SD โข Jakarta
Saya pikir SBdP itu pelajaran ringan, ternyata ada empat bidang yang berbeda. Tutor menjelaskan semuanya dengan sabar, jadi saya pun jadi paham harus menyiapkan apa.
Ibu Esti R.
Orang tua siswa kelas 2 SD โข Semarang
Anak saya akan tampil menari di pentas seni sekolah. Tutor melatih gerak dan iramanya pelan-pelan sampai dia hafal dan luwes, tidak kaku seperti latihan sendiri di rumah.
Pak Reza R.
Orang tua siswa kelas 6 SD โข Depok
Nilai praktik seni anak saya dulu kurang karena karyanya sering tidak selesai. Setelah ada pendampingan, tugas-tugasnya jadi rapi dan tuntas tepat waktu.
Ibu Nurul H.
Orang tua siswa kelas 4 SD โข Bekasi
Yang saya suka, tutor tidak pernah membandingkan karya anak dengan teman lain. Anak saya jadi merasa aman bereksplorasi dan akhirnya menikmati pelajaran seninya.
Ibu Imas C.
Orang tua siswa kelas 3 SD โข Tangerang
Les online ternyata bisa untuk teori seni dan apresiasi karya daerah. Anak saya jadi mengenal lagu dan tari daerah, dan paham maknanya sampai bisa cerita ulang dengan kata-katanya sendiri.
Pak Krisna M.
Orang tua siswa kelas 5 SD โข Jogja
Pendampingan SBdP, dari menggambar sampai musik dan prakarya, memakai tarif per jam yang bisa dilihat langsung. Durasi berkarya tiap sesi tersedia 60/90/120 menit, jumlah pertemuannya 4-28 kali sebulan terserah keluarga, dengan total biaya dihitung terang saat registrasi.
Mulai dari
Rp 54.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel โ QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Lokasi kota memengaruhi besaran tarif per jam. Nominal akhirnya tersaji dulu, baru Anda memutuskan membayar.
Les SBdP online via Zoom atau Google Meet tersedia untuk keluarga Indonesia di mana pun berada.
Les SBdP tatap muka tersedia di kota-kota berikut
Pencapaian nyata siswa EduPoint
Awalnya
Anak selalu menolak menggambar dan bilang dirinya tidak berbakat seni.
Sekarang
Setelah dilatih unsur dasar dan mewarnai searah, dia mulai berani memulai dan kini suka memamerkan karyanya.
Awalnya
Tugas prakarya selalu menumpuk dan dikerjakan terburu-buru menjelang tenggat.
Sekarang
Anak belajar menyusun langkah dan menyiapkan bahan lebih awal, sehingga karyanya kini rapi dan selesai tanpa drama.
Awalnya
Anak ragu ikut pentas tari karena gerakannya terasa kaku saat latihan sendiri.
Sekarang
Dengan latihan mengikuti irama dan hitungan, gerakannya jadi luwes dan dia tampil percaya diri di hari pentas.
Banyak orang tua mengira SBdP hanya pelajaran menggambar. Padahal Seni Budaya dan Prakarya memuat empat bidang sekaligus: seni rupa, seni musik, seni tari, dan prakarya. Dalam satu semester, anak bisa diminta menggambar bercerita, menyanyikan lagu daerah, menari gerak sederhana, lalu membuat kerajinan dari bahan bekas. Tiap bidang punya cara belajar yang berbeda. Seni rupa menuntut kerapian tangan, seni musik menuntut kepekaan nada, seni tari menuntut koordinasi gerak, dan prakarya menuntut kesabaran mengikuti langkah. Karena itu, mendampingi SBdP berarti mengenali bidang mana yang membuat anak paling kesulitan, bukan menyamaratakan semuanya sebagai pelajaran seni yang ringan.
Tidak semua anak butuh les SBdP, tetapi ada beberapa tanda yang patut diperhatikan. Pertama, anak sering menolak atau menunda mengerjakan tugas seni karena merasa tidak berbakat. Kedua, tugas prakarya kerap dikerjakan orang tua karena anak merasa tidak mampu. Ketiga, anak malu tampil saat ada praktik menyanyi atau menari di kelas. Keempat, nilai praktik seninya rendah lebih disebabkan karyanya yang sering tidak selesai, padahal kemampuannya sebenarnya sudah cukup. Bila tanda-tanda ini muncul, pendampingan SBdP dapat membantu anak menemukan caranya sendiri untuk berkarya. Tujuannya adalah menumbuhkan keberanian mencoba dan kebiasaan menuntaskan karya, sementara keputusan untuk menjadi seniman tetap ada di tangan anak kelak.
Les SBdP dan kursus seni terlihat mirip, tetapi tujuannya berbeda. Kursus seni, seperti kursus melukis atau les musik, fokus mendalami satu bidang sampai mahir dan biasanya tidak terikat tugas sekolah. Les SBdP bertujuan membantu anak menuntaskan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di sekolah yang mencakup empat bidang sekaligus. Materinya selaras dengan kurikulum dan buku yang dipakai sekolah, serta diarahkan pada tugas dan penilaian yang sedang dihadapi anak. Bila anak punya minat khusus dan ingin mendalami satu cabang seni, kursus seni lebih tepat. Bila anak butuh bantuan menghadapi tugas SBdP yang beragam dan terasa membingungkan, les SBdP yang selaras sekolah lebih menjawab kebutuhan.
Peran orang tua sangat menentukan dalam pelajaran SBdP, walau tidak perlu jadi ahli seni. Sediakan ruang dan waktu khusus untuk berkarya, sekecil apa pun. Hindari mengambil alih pekerjaan anak meski hasilnya belum rapi, karena proses mencoba itulah yang dinilai dan dilatih. Hargai usaha dan proses berkaryanya dengan menanyakan cerita di balik setiap karya, lalu berikan apresiasi atas hasil akhirnya juga. Siapkan bahan sederhana dari sekitar rumah jauh sebelum tenggat agar tidak panik di menit terakhir. Saat anak menyanyi atau menari, dengarkan dan tonton dengan antusias supaya keberaniannya tumbuh. Dukungan kecil yang konsisten lebih berarti daripada perbaikan besar yang dilakukan orang tua sendiri.
Kemajuan dalam seni tidak selalu mudah diukur dengan angka, tetapi tetap bisa diamati. Perhatikan apakah anak makin berani memulai karya tanpa banyak ragu. Lihat apakah goresan, gerak, atau nadanya makin terkontrol dibanding sebelumnya. Amati apakah anak mulai menuntaskan karyanya sendiri tanpa selalu minta dikerjakan. Cermati pula apakah ia bisa menjelaskan apa yang ia buat dan kenapa. Tutor EduPoint memberi laporan perkembangan tiap periode agar orang tua melihat perubahan ini secara nyata. Kami mendampingi proses dan kebiasaan berkarya anak dengan sungguh-sungguh, tanpa menjanjikan nilai atau gelar juara tertentu, karena hasil di sekolah bergantung pada banyak hal di luar kendali les.
Program lain yang sering diambil bersama les SBdP.
Konsultasi gratis untuk menemukan bidang seni yang paling perlu didampingi anak.