SBdP itu lebih dari menggambar. Tutor pendidikan seni mendampingi anak menggambar, bernyanyi, menari, dan berkarya prakarya, lalu menuangkannya rapi di buku tugas. Tatap muka atau online, mulai Rp75.000 per sesi.





Les SBdP adalah pendampingan belajar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya untuk siswa SD. Satu pelajaran ini memuat empat bidang sekaligus: seni rupa, seni musik, seni tari, dan prakarya. Tutor membantu anak memahami teori dasarnya, melatih keterampilannya, lalu menyiapkan karya dan tugas agar siap dinilai guru di sekolah.
Pilih cara belajar yang paling pas dengan kebutuhan praktik seni anak. Bidang prakarya dan seni rupa sering lebih nyaman tatap muka karena butuh alat dan bahan.
Tutor datang ke rumah, mendampingi langsung saat anak menggambar, mewarnai, atau membuat prakarya.
Belajar teori seni, apresiasi musik, dan persiapan tugas lewat Zoom atau Google Meet.
Belajar bersama dua sampai tiga teman, cocok untuk latihan menari dan bermain musik bersama.
Anak mulai mengenal warna, bunyi, gerak, dan bahan. Fokusnya berani mencoba tanpa takut salah.
Fokus Belajar:
Anak belajar unsur seni rupa, membaca pola irama, dan membuat prakarya dari bahan di sekitar rumah.
Fokus Belajar:
Anak membuat karya yang lebih utuh, memahami makna karya seni daerah, dan siap tampil dalam pentas sekolah.
Fokus Belajar:
Materi SBdP disesuaikan dengan kurikulum dan buku yang dipakai sekolah anak.
Pendekatan seni sebagai sarana ekspresi dan Profil Pelajar Pancasila lewat proyek karya.
Struktur SBK/SBdP dengan empat bidang seni dan penilaian per kompetensi.
Pengenalan kesenian daerah setempat yang sering masuk muatan lokal sekolah.
Anak yang bilang tidak bisa menggambar atau malu menyanyi. Tutor menunjukkan bahwa seni bisa dilatih, bukan soal bakat semata.
Rekomendasi:
Anak dengan banyak tugas prakarya dan karya yang belum selesai. Tutor membantu menyusun dan merapikannya agar siap dinilai.
Rekomendasi:
Anak yang ikut pentas seni, lomba menggambar, atau menari di sekolah dan ingin latihan lebih terarah.
Rekomendasi:
Orang tua yang ingin menemani anak berkarya tetapi merasa kurang paham teori seninya. Tutor menjembatani agar pendampingan di rumah lebih percaya diri.
Rekomendasi:
Banyak orang mengira SBdP hanya menggambar. Padahal satu pelajaran ini memuat empat bidang yang berbeda, dan tiap bidang punya cara belajarnya sendiri.
Tutor mengenali bidang mana yang membuat anak kesulitan, lalu mendampingi sesuai karakter tiap bidang.
Garis, warna, dan bentuk
Belajar menggambar, mewarnai, dan menyusun bentuk dengan rapi, mulai dari unsur garis hingga komposisi gambar bercerita.
Kenapa penting di sekolah: Seni rupa paling sering muncul di tugas harian SD, sehingga keterampilan dasarnya membantu nilai dan rasa percaya diri anak.
Irama, nada, dan lagu
Belajar menyanyikan lagu anak dan lagu daerah dengan nada tepat, mengenal pola irama, dan memainkan alat musik ritmis sederhana.
Kenapa penting di sekolah: Bidang musik melatih kepekaan irama dan keberanian tampil, yang sering dinilai lewat praktik menyanyi di depan kelas.
Gerak dan ekspresi
Belajar gerak dasar tari, menyelaraskan gerak dengan iringan musik, dan mengenal tari daerah Nusantara.
Kenapa penting di sekolah: Tari melatih koordinasi tubuh dan kekompakan, terutama saat anak diminta tampil berkelompok pada pentas sekolah.
Membuat karya dari bahan
Belajar membuat kerajinan dari bahan di sekitar rumah, mulai dari melipat dan menempel hingga merangkai karya fungsional sederhana.
Kenapa penting di sekolah: Prakarya menghasilkan karya nyata yang dikumpulkan ke sekolah, sehingga kerapian dan ketuntasan langkahnya berpengaruh pada penilaian.
Tiap bidang butuh alat, contoh, dan cara berbeda. Saat keempatnya datang bergantian dalam satu semester, orang tua kerap kewalahan menyiapkannya. Tutor SBdP membantu memetakan kebutuhan tiap bidang sejak awal, supaya tugas seni tidak lagi menjadi kejutan mendadak menjelang tenggat.
Karena dianggap pelajaran ringan, SBdP justru sering dikerjakan asal jadi. Ini hal yang paling sering kami perbaiki saat mendampingi anak.
Kenapa terjadi
Karena ingin hasil rapi, sebagian tugas justru diselesaikan orang tua.
Cara kami mengatasinya
Anak yang berkarya, tutor mendampingi prosesnya. Hasil yang sedikit kurang rapi tetapi murni karya anak lebih bernilai dan sesuai tujuan penilaian.
Kenapa terjadi
Anak mengejar selesai, bukan kerapian arah goresan.
Cara kami mengatasinya
Latih mewarnai searah dan menjaga garis tepi. Goresan yang konsisten membuat gambar terlihat jauh lebih rapi tanpa perlu alat mahal.
Kenapa terjadi
Anak mengira menyanyi bagus berarti bersuara sekeras mungkin.
Cara kami mengatasinya
Fokuskan pada ketepatan nada dan tempo, bukan volume. Bernyanyi dengan nada tepat lebih dihargai daripada sekadar lantang.
Kenapa terjadi
Anak ingin cepat jadi sehingga melompati tahap penting.
Cara kami mengatasinya
Susun langkah dari awal: siapkan bahan, ukur, potong, baru rangkai. Mengikuti urutan membuat karya lebih rapi dan tidak mudah rusak.
Kenapa terjadi
Anak menghafal urutan gerak tanpa merasakan iramanya.
Cara kami mengatasinya
Latih gerak mengikuti hitungan dan iringan musik. Gerak yang menyatu dengan irama terlihat lebih luwes daripada sekadar hafalan.
Kenapa terjadi
Anak kurang tertarik pada lagu atau tari daerah.
Cara kami mengatasinya
Kaitkan karya daerah dengan cerita dan makna di baliknya. Saat anak tahu kisahnya, kesenian daerah terasa lebih hidup dan menarik dipelajari.
Memperbaiki kebiasaan kecil ini membuat karya anak terlihat lebih tuntas dan nilai praktiknya pun terbantu.
Pendampingan seni yang menghargai proses anak. Karya yang sempurna penting, keberanian berkarya jauh lebih utama.
Tutor berasal dari pendidikan seni rupa, musik, tari, dan PGSD, sehingga paham cara mengajarkan tiap bidang SBdP pada anak SD.
Satu layanan mencakup seni rupa, musik, tari, dan prakarya, jadi Anda tidak perlu mencari tutor terpisah untuk tiap bidang.
Kami mendorong anak berkarya sendiri tanpa dibandingkan, supaya keberaniannya tumbuh dan ia menikmati prosesnya.
Materi mengikuti kurikulum dan tugas dari sekolah anak, sehingga pendampingan langsung menjawab kebutuhan penilaian.
Tutor dengan latar pendidikan seni dan guru sekolah dasar yang terbiasa mendampingi anak berkarya tanpa menghakimi.

Seni Tari, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Gerak tari dan keberanian tampil“Latar Seni Tari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta membuat Gandhi terbiasa membaca tubuh anak yang kaku, lalu mengurai gerak rumit menjadi langkah kecil yang mudah diikuti.”

Pendidikan Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Persiapan pentas seni sekolah“Bagi Resti, pentas sekolah adalah momen yang melekat di ingatan anak. Ia mendampingi latihan sampai anak hafal perannya dan tenang saat naik panggung.”

Pendidikan Musik, Universitas Negeri Medan
Vokal dan irama lagu anak“Anak sering mengira menyanyi berarti bersuara keras. Lulusan Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan ini mengajak mereka mendengar nada dulu, baru menyanyikannya dengan tepat.”

Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Yogyakarta
Tari daerah dan koordinasi gerak“Brilian senang mengenalkan tari daerah lewat cerita di baliknya. Ketika anak tahu makna geraknya, hitungan dan iringan jadi lebih mudah dirasakan.”

Penciptaan Musik, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Pola irama dan alat musik ritmis“Dari studi Penciptaan Musik, Jeff terbiasa memecah pola irama yang terdengar sulit menjadi tepukan sederhana, sampai anak bisa memainkannya sambil tersenyum.”

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Ahmad Dahlan
SBdP terpadu dan pendampingan tugas“Sebagai lulusan PGSD Universitas Ahmad Dahlan, Caca paham keempat bidang SBdP datang bergantian. Ia membantu anak menata bahan dan langkah agar tiap tugas seni selesai tanpa panik.”
Anak saya selalu bilang tidak bisa menggambar dan minder kalau pelajaran SBdP. Setelah les, dia mulai berani mencoba dan bangga menunjukkan gambarnya ke saya.
Ibu Rahmalia N.
Orang tua siswa kelas 3 SD • Bandung
Tugas prakarya di rumah dulu selalu jadi drama karena saya ikut bingung. Tutor mengajari anak langkah-langkahnya sendiri, jadi sekarang dia bisa mengerjakan tanpa selalu dibantu.
Pak Rio K.
Orang tua siswa kelas 4 SD • Surabaya
Anak saya ikut lomba menyanyi di sekolah dan minder karena suaranya pelan. Tutor melatih ketepatan nadanya, dan dia tampil jauh lebih percaya diri dari sebelumnya.
Ibu Farida L.
Orang tua siswa kelas 5 SD • Jakarta
Saya pikir SBdP itu pelajaran ringan, ternyata ada empat bidang yang berbeda. Tutor menjelaskan semuanya dengan sabar, jadi saya pun jadi paham harus menyiapkan apa.
Ibu Esti R.
Orang tua siswa kelas 2 SD • Semarang
Anak saya akan tampil menari di pentas seni sekolah. Tutor melatih gerak dan iramanya pelan-pelan sampai dia hafal dan luwes, tidak kaku seperti latihan sendiri di rumah.
Pak Reza R.
Orang tua siswa kelas 6 SD • Depok
Nilai praktik seni anak saya dulu kurang karena karyanya sering tidak selesai. Setelah ada pendampingan, tugas-tugasnya jadi rapi dan tuntas tepat waktu.
Ibu Nurul H.
Orang tua siswa kelas 4 SD • Bekasi
Yang saya suka, tutor tidak pernah membandingkan karya anak dengan teman lain. Anak saya jadi merasa aman bereksplorasi dan akhirnya menikmati pelajaran seninya.
Ibu Imas C.
Orang tua siswa kelas 3 SD • Tangerang
Les online ternyata bisa untuk teori seni dan apresiasi karya daerah. Anak saya jadi mengenal lagu dan tari daerah, dan paham maknanya, bukan cuma menghafal.
Pak Krisna M.
Orang tua siswa kelas 5 SD • Jogja
Pilih paket sesuai kebutuhan anak. Harga dapat menyesuaikan jarak, bidang seni, dan pilihan bahasa pengantar.
Rp 80.000/sesi • 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Rp 75.000/sesi • 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Rp 70.000/sesi • 12x pertemuan
Berlaku 3 bulan
Biaya di bawah adalah perkiraan untuk les tatap muka di kota utama. Konsultasi awal gratis untuk menentukan bidang seni yang paling perlu didampingi.
Les SBdP online via Zoom atau Google Meet tersedia untuk keluarga Indonesia di mana pun berada.
Les SBdP tatap muka tersedia di kota-kota berikut
Pencapaian nyata siswa EduPoint
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Konsultasi gratis untuk menemukan bidang seni yang paling perlu didampingi anak.