Mentor bergelar Magister dan Doktor mendampingi kamu menembus seleksi pascasarjana, dari skor TPA dan TOEFL yang memenuhi syarat sampai proposal riset yang meyakinkan calon pembimbing. Cocok untuk fresh graduate, pekerja yang ingin lanjut studi, maupun pemburu beasiswa. Satu sesi 90 menit, di rumah atau lewat layar, dari Rp 150.000.





Les persiapan pascasarjana adalah bimbingan privat untuk calon mahasiswa S2 dan S3 yang menyiapkan diri menghadapi seleksi masuk program magister atau doktor. Cakupannya melampaui satu mata pelajaran, meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), bahasa Inggris akademik (TOEFL ITP atau IELTS), penyusunan proposal penelitian, surat rekomendasi, sampai wawancara dengan calon pembimbing.
Mentor yang sama mendampingi latihan tes dan penyusunan proposal, baik bertemu langsung maupun lewat layar dengan berbagi dokumen
Mentor datang ke rumah atau lokasi pilihan
Via Zoom atau Google Meet dengan berbagi dokumen
Materi dan pendampingan disesuaikan dengan jenjang dan titik persiapanmu
Pendampingan menyeluruh untuk seleksi magister, dari syarat skor sampai proposal awal
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Fokus pada proposal disertasi dan kedalaman riset yang dituntut jenjang doktoral
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Pendampingan berkas dan wawancara untuk skema beasiswa dalam dan luar negeri
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Disusun mengikuti tahapan nyata seleksi masuk S2 dan S3
Porsi tiap modul disesuaikan dengan hasil tes diagnostik dan tenggat pendaftaran program tujuanmu
Melatih TPA dan tes bahasa Inggris akademik sampai memenuhi ambang skor kampus
Mengubah ide menjadi proposal terstruktur yang menarik calon pembimbing
Merapikan dokumen pendukung dan strategi memilih program serta pembimbing
Latihan menghadapi wawancara program dan panel beasiswa dengan umpan balik
Dari yang baru lulus sampai yang kembali ke bangku kuliah setelah bertahun bekerja, tiap pelamar punya jalur persiapannya
Lulusan S1 yang ingin langsung lanjut S2 selagi ritme belajar masih terjaga
Rekomendasi:
Pekerja yang ingin meningkatkan jenjang karier lewat gelar magister sambil tetap bekerja
Rekomendasi:
Calon mahasiswa yang menargetkan beasiswa dalam atau luar negeri
Rekomendasi:
Peraih gelar magister yang menyiapkan proposal disertasi untuk jenjang S3
Rekomendasi:
Seleksi S2 dan S3 bukan satu ujian tunggal. Setiap kampus menimbang lima komponen ini dengan bobot berbeda, dan kelemahan di satu titik sering menjadi alasan penolakan. Kami memetakan kelimanya untukmu.
5 Komponen
Dinilai Bersamaan
TPA + Bahasa
Syarat Hampir Semua Kampus
S2 & S3
Jenjang Bimbingan
Proposal
Penentu di Riset
TPA
Ujian penalaran yang menjadi syarat hampir semua program pascasarjana. Menguji kemampuan verbal, numerik, dan logika dalam waktu terbatas. Banyak kampus dan skema beasiswa menetapkan skor minimum, misalnya TPA Bappenas atau tes setara dari kampus.
Yang Diuji
Cara Kami Mendampingi
Kami mulai dari tes diagnostik untuk menemukan subtes terlemah, lalu melatih pola soal yang berulang dan ritme pengerjaan agar skor naik stabil sampai memenuhi ambang kampus tujuan.
Bobot di Seleksi
Syarat administratif di mayoritas kampus, sering memakai skor minimum sebagai gerbang awal seleksi.
Bobot tiap komponen berbeda antarkampus dan antarprogram. Mentor EduPoint membantu membaca persyaratan program tujuanmu, lalu menyusun urutan persiapan dari komponen yang paling menentukan.
Banyak pelamar gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena salah fokus sejak awal persiapan. Berikut yang paling sering kami benahi bersama calon mahasiswa S2 dan S3.
Kenapa terjadi
Banyak pelamar fokus mengejar skor TPA dan TOEFL dulu, lalu menyusun proposal terburu-buru menjelang tenggat. Padahal proposal yang matang butuh waktu membaca literatur dan beberapa putaran revisi, dan inilah dokumen yang paling dinilai calon pembimbing.
Cara kami mengatasinya
Kami mengawal proposal sejak awal, paralel dengan latihan tes. Topik diasah bertahap dari ide kasar sampai kerangka metodologi, sehingga proposal sudah kuat jauh sebelum tenggat.
Kenapa terjadi
Pekerja yang sudah lama lulus sering percaya diri pada TPA, lalu kaget karena ritme dan tipe soalnya berbeda dari ujian kuliah dulu. Skor di bawah ambang membuat aplikasi gugur di tahap administratif sebelum dinilai lebih jauh.
Cara kami mengatasinya
Lewat tes diagnostik kami petakan subtes terlemah, lalu melatih pola soal yang berulang dan manajemen waktu sampai skor stabil melewati ambang kampus tujuan.
Kenapa terjadi
Sebagian pelamar memilih kampus hanya berdasarkan nama besar, tanpa mengecek apakah ada dosen yang minat risetnya sejalan. Akibatnya proposal tidak menemukan pembimbing yang cocok, dan peluang diterima mengecil meski berkas lengkap.
Cara kami mengatasinya
Kami membantu menelusuri minat riset dosen di program tujuan, lalu menyelaraskan topik proposal dan menyusun email pendekatan yang sopan dan tepat sasaran.
Kenapa terjadi
Pelamar beasiswa kerap menghafal jawaban template yang mudah terbaca tidak tulus oleh pewawancara. Saat ditanya kritis soal detail rencana riset, jawaban hafalan justru runtuh dan menurunkan penilaian.
Cara kami mengatasinya
Mentor menggelar simulasi wawancara dengan pertanyaan tak terduga, melatih kamu menjawab dari pemahaman sendiri secara runtut dan jujur, bukan dari naskah hafalan.
Pola kesalahan ini berulang dari pelamar fresh graduate sampai pekerja yang sudah lama lulus. Menyadarinya sejak dini menghemat waktu persiapan yang sering mepet dengan tenggat pendaftaran.
Persiapan pascasarjana menuntut mentor yang pernah menempuh sendiri seleksi, riset, dan sidang di jenjang yang sama
Semua mentor bergelar Magister atau Doktor, jadi paham betul tekanan seleksi dan ritme riset pascasarjana.
Bukan sekadar latihan tes. Kami mendampingi TPA, bahasa, proposal, berkas, sampai wawancara.
Proposal sering jadi penentu. Mentor sebidang memberi umpan balik bertahap pada tiap bagian.
Bimbingan dimulai dari pemetaan komponen terlemah, agar waktu persiapan terpakai efisien.
Tersedia mentor dari beragam disiplin, sehingga topik risetmu didampingi orang sebidang.
Tetap bisa dibimbing meski sedang bekerja atau berada di kota tanpa mentor pascasarjana.
Mentor kami bergelar Magister dan Doktor yang telah menempuh sendiri seleksi pascasarjana, penyusunan proposal, sampai sidang akademik

Magister Psikologi, Universitas Indonesia
Menajamkan rencana risetโDian membantu pelamar mengubah ketertarikan yang masih kabur menjadi pertanyaan penelitian yang fokus, titik yang sering menentukan kesan pertama calon pembimbing.โ

Magister Hukum dan Sistem Peradilan Pidana, Universitas Indonesia
Argumen yang tahan diujiโBerlatar studi hukum, Sail melatih pelamar mempertahankan logika proposalnya saat ditanya kritis, kemampuan yang menentukan di wawancara seleksi.โ

Magister Sosiologi, Universitas Airlangga
Membaca celah risetโAyu mengajak pelamar menelusuri literatur untuk menemukan celah riset yang nyata, agar topik proposal terasa baru dan layak diteliti.โ

Magister Administrasi Publik, Universitas Nurtanio
Menata berkas aplikasiโRudi terbiasa merapikan narasi pencapaian pelamar agar konsisten dari CV sampai statement of purpose, sehingga aplikasi terbaca utuh dan meyakinkan.โ

Magister Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang
Metodologi yang rapiโDari latar teknik, Alwa menekankan rancangan metodologi yang runtut dan terukur, fondasi proposal riset yang sering dicecar di jenjang pascasarjana.โ

Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Disiplin tenggat aplikasiโNanda membantu pelamar memecah persiapan menjadi tahapan dengan tenggat jelas, agar proposal dan berkas selesai tanpa terburu di hari terakhir.โ
Saya sudah lima tahun bekerja dan minder soal TPA. Kak Rudi bantu petakan subtes terlemah saya dan latih ritmenya. Skor saya akhirnya lewat ambang kampus tujuan dengan nyaman.
Bayu S.
Pelamar S2 Magister Manajemen โข Jakarta
Proposal saya awalnya cuma ide besar tanpa arah. Kak Ayu telaten bantu menemukan celah risetnya dari jurnal sampai topiknya benar-benar fokus. Calon pembimbing langsung tertarik saat saya hubungi.
Citra L.
Pelamar S2 Sosiologi โข Surabaya
TOEFL ITP saya mentok di structure. Bimbingan per bagian dengan simulasi berkala bikin saya paham polanya. Skor naik cukup untuk syarat program internasional di dalam negeri.
Damar W.
Pelamar S2 Program Internasional โข Yogyakarta
Sebagai dosen muda saya menyiapkan S3 sambil mengajar. Kak Alwa bantu menyusun metodologi disertasi yang lebih rapi dan terukur. Sekarang proposal saya terasa jauh lebih matang.
Ibu Renata P.
Pelamar S3 Teknik โข Malang
Saya kejar beasiswa dan paling takut wawancara. Simulasi dengan pertanyaan tak terduga benar-benar menempa saya. Saat wawancara asli, saya bisa menjawab dari pemahaman sendiri, bukan hafalan.
Gita N.
Pemburu Beasiswa S2 โข Bandung
Domisili saya jauh dari kota besar dan tidak ada mentor pascasarjana. Bimbingan online jadi penyelamat. Rekaman sesinya saya putar ulang untuk memperbaiki proposal bagian metodologi.
Fikri A.
Pelamar S2 Kesehatan Masyarakat โข Palembang
Esai motivasi saya dulu datar dan klise. Kak Dian bantu menata narasinya agar konsisten dengan rencana riset. Berkas saya akhirnya terasa satu kesatuan yang utuh.
Ibu Halimah R.
Pemburu Beasiswa S2 โข Makassar
Saya hampir salah pilih kampus karena cuma lihat nama besarnya. Kak Sail bantu cek minat riset dosennya dulu. Saya jadi mendaftar ke program yang benar-benar cocok dengan topik saya.
Yoga P.
Pelamar S2 Hukum โข Semarang
Investasi terukur untuk perjalanan menuju S2 dan S3
Rp 150.000/sesi โข 4x pertemuan
Berlaku 1 bulan
Rp 140.000/sesi โข 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Rp 130.000/sesi โข 12x pertemuan
Berlaku 3 bulan
Harga di bawah untuk bimbingan online. Tatap muka mulai Rp 200.000/sesi. Biaya tes resmi (TPA, TOEFL, IELTS) dan biaya pendaftaran kampus belum termasuk. Paket bisa disesuaikan dengan tahap persiapanmu.
Bimbingan pascasarjana online via Zoom atau Google Meet tersedia untuk pelamar di seluruh Indonesia dan luar negeri
Bimbingan pascasarjana tatap muka tersedia di kota-kota berikut dengan mentor terverifikasi
Pencapaian nyata siswa EduPoint
Sebelum
480
Sesudah
610
Diterima di
Diterima jalur reguler S2
โSudah lama tidak menghadapi ujian, saya kira TPA mudah. Ternyata ritmenya beda. Latihan terarah membuat skor saya naik melewati ambang dengan tenang.โ
Tutor:
Sebelum
45
Sesudah
88
Diterima di
Diterima S2 jalur riset
โSaya punya banyak minat tapi tidak fokus. Pendampingan menelusuri jurnal membantu saya menemukan celah riset, dan topik saya akhirnya menarik bagi calon pembimbing.โ
Tutor:
Sebelum
50
Sesudah
90
Diterima di
Lolos seleksi berkas S3
โMenyusun proposal disertasi di sela mengajar terasa berat. Bimbingan metodologi yang terstruktur membuat rancangan riset saya jauh lebih rapi dan tahan diuji.โ
Tutor:
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Mulai dengan tes diagnostik lima komponen dan konsultasi gratis bersama mentor bergelar Magister dan Doktor