Wujudkan studi S1, S2, atau S3 di kampus impian luar negeri. Dari IELTS dan esai aplikasi hingga seleksi beasiswa penuh, 350+ mentor alumni kampus luar negeri dan penerima beasiswa mendampingi Anda satu per satu. Satu tim menemani dari peta negara tujuan sampai paspor dicap visa pelajar.





Persiapan kuliah luar negeri adalah program bimbingan menyeluruh untuk pelajar Indonesia yang ingin menempuh S1, S2, atau S3 di universitas luar negeri. Cakupannya tes bahasa (IELTS, TOEFL iBT) dan tes akademik (SAT, GRE), esai aplikasi, pemilihan negara dan kampus, beasiswa (LPDP, Chevening, Fulbright), persiapan wawancara, sampai panduan visa pelajar. Mentornya alumni kampus luar negeri dan penerima beasiswa.
Mulai sesi per sesi untuk latihan tes, atau ambil paket end-to-end yang mengawal aplikasi sampai diterima
Via Zoom dengan mentor dari mana saja
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 60 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Mentor datang ke rumah atau kafe untuk persiapan tes
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 90 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Pendampingan end-to-end dari tes sampai diterima, berjalan sebagai sesi 120 menit berulang sepanjang musim aplikasi dengan tarif per sesi
Harga pada paket 28 sesi per bulan, sesi 120 menit. Pertemuan lebih sedikit, harga per sesi naik.
Tarif online dan tatap muka sama โ selisih angka antar kartu hanya karena durasi sesinya.
Program disesuaikan dengan jenjang dan target studi di luar negeri
Untuk siswa SMA atau lulusan yang ingin kuliah S1 di luar negeri. Persiapan meliputi tes bahasa, SAT/ACT (untuk Amerika), esai aplikasi, dan portofolio. Banyak negara menawarkan jalur foundation/pathway untuk siswa Indonesia.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk fresh graduate, mahasiswa tingkat akhir, atau profesional yang ingin lanjut S2 di luar negeri. Fokus pada IELTS/TOEFL academic, GRE/GMAT (jika dibutuhkan), statement of purpose, riset proposal, dan strategi beasiswa.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk calon doktoral yang butuh menyiapkan riset proposal yang kuat, mencari supervisor potensial, dan menavigasi pendanaan riset. Mentor kami adalah alumni PhD yang memahami proses approach profesor dan funded position.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk pejuang beasiswa penuh: LPDP, Chevening, Fulbright, DAAD, Australia Awards, MEXT, StuNed, dan lainnya. Persiapan menyeluruh dari skor tes, esai beasiswa, sampai simulasi wawancara panel.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Untuk siswa yang ingin bersekolah menengah atau menempuh program foundation di luar negeri sebagai jembatan menuju S1. Mentor membantu pemilihan sekolah, persiapan tes masuk, dan adaptasi awal.
Mata Pelajaran:
Fokus Belajar:
Enam pilar yang kami bimbing dari awal sampai keberangkatan
Persiapan tes kemampuan bahasa Inggris yang diakui universitas luar negeri
Tes standar yang dibutuhkan oleh program S1 dan S2 tertentu
Penyusunan dokumen aplikasi yang menonjolkan profil unik Anda
Strategi memilih tujuan studi yang realistis dan sesuai profil
Perburuan beasiswa penuh dan strategi pendanaan studi
Tahap akhir menuju keberangkatan studi
Dari siswa SMA sampai profesional, mentor dipasangkan menurut jenjang, jurusan, dan negara tujuan Anda
Pelajar SMA kelas 10-12 yang bercita-cita kuliah S1 di luar negeri. Butuh persiapan IELTS/SAT, esai, dan strategi aplikasi sejak dini agar siap saat musim pendaftaran.
Rekomendasi:
Lulusan baru atau mahasiswa tingkat akhir yang ingin lanjut S2 di luar negeri, baik jalur mandiri maupun beasiswa penuh.
Rekomendasi:
Pekerja yang ingin lanjut S2/MBA ke luar negeri sambil menyeimbangkan pekerjaan. Butuh bimbingan efisien dengan jadwal fleksibel di malam dan akhir pekan.
Rekomendasi:
Pendaftar yang menargetkan beasiswa penuh dan butuh persiapan menyeluruh: skor tes, esai beasiswa, hingga simulasi wawancara panel dan group discussion.
Rekomendasi:
Orang tua yang ingin memahami proses, biaya, dan keamanan studi anak di luar negeri agar bisa mendampingi keputusan dengan tenang.
Rekomendasi:
Bandingkan negara tujuan populer berdasarkan tes, periode masuk, biaya, dan beasiswa. Angka biaya adalah estimasi per tahun dan dapat berubah tergantung kampus serta kota.
Universitas riset top dunia & fleksibilitas jurusan
Banyak kampus menawarkan funded position & assistantship untuk S2/S3.
Fall (Agt-Sep), Spring (Jan)
Inggris
Kuliah: USD 25.000-55.000
Hidup: USD 12.000-20.000
Master 1 tahun & reputasi akademik kuat
Master umumnya hanya 1 tahun, hemat waktu dan biaya hidup.
September-Oktober
Inggris
Kuliah: GBP 18.000-38.000
Hidup: GBP 12.000-15.000
Kampus ramah pelajar internasional & peluang kerja
Post-study work visa membuka peluang kerja setelah lulus.
Semester 1 (Feb), Semester 2 (Jul)
Inggris
Kuliah: AUD 30.000-48.000
Hidup: AUD 21.000-29.000
Banyak program tanpa biaya kuliah & kuat di teknik
Banyak universitas negeri bebas biaya kuliah untuk semua mahasiswa.
Winter (Okt), Summer (Apr)
Jerman & Inggris
Kuliah: EUR 0-3.000 (banyak gratis)
Hidup: EUR 11.000-13.000
Banyak program berbahasa Inggris & lingkungan internasional
Salah satu negara non-Inggris dengan program Inggris terbanyak.
September (utama), Februari
Inggris & Belanda
Kuliah: EUR 8.000-20.000
Hidup: EUR 11.000-14.000
Kualitas hidup tinggi & jalur menetap pasca studi
Post-graduation work permit memudahkan pengalaman kerja & menetap.
Fall (Sep), Winter (Jan)
Inggris & Prancis
Kuliah: CAD 20.000-40.000
Hidup: CAD 12.000-18.000
Riset teknologi kuat & beasiswa pemerintah menarik
Beasiswa MEXT menanggung kuliah, biaya hidup, dan tiket pesawat.
April (utama), September
Jepang & Inggris
Kuliah: JPY 535.000-900.000
Hidup: JPY 1.000.000-1.500.000
Kampus modern & beasiswa pemerintah komprehensif
GKS menanggung biaya kuliah, hidup, dan kursus bahasa Korea.
Spring (Mar), Fall (Sep)
Korea & Inggris
Kuliah: KRW 4.000.000-12.000.000
Hidup: KRW 8.000.000-12.000.000
Dekat, berbahasa Inggris, & kampus peringkat dunia
Jarak dekat dengan Indonesia, biaya transport dan adaptasi lebih ringan.
Agustus (utama), Januari
Inggris
Kuliah: SGD 18.000-40.000
Hidup: SGD 12.000-18.000
Tiga jalur utama dengan kebutuhan dan mentor yang berbeda. Klik tab untuk eksplorasi.
Untuk siswa SMA atau lulusan yang ingin kuliah S1 di luar negeri. Kami bantu dari persiapan tes, esai, sampai strategi aplikasi multi-kampus.
Mentor yang pernah lolos jalur yang sama, kawalan utuh sampai diterima, dan strategi kampus yang jujur soal peluang Anda
Mentor kami adalah alumni kampus luar negeri dan penerima beasiswa di bidang Anda. Mereka pernah menulis esai yang sama, menghadapi panel wawancara yang sama, dan tahu detail kecil yang membedakan diterima atau ditolak.
Kami mendampingi sejak penentuan tujuan, persiapan tes, penyusunan esai, submit aplikasi, seleksi beasiswa, sampai panduan visa dan keberangkatan. Satu tim menavigasi seluruh perjalanan Anda.
Kami memetakan kampus reach, match, dan safety sesuai profil, budget, dan target Anda. Strategi disusun jujur dan personal, agar peluang diterima dan mendapat beasiswa maksimal.
Alumni kampus luar negeri dan penerima beasiswa yang pernah menempuh jalur yang sama
IELTS saya stuck di 6.0 selama setahun, target Chevening butuh 6.5 dengan tiap band minimal 5.5. Setelah 3 bulan bimbingan intensif dengan Kak Gitaratri (penerima Chevening), naik ke 7.0. Esai Chevening juga dibedah empat kali sampai benar-benar personal. Akhirnya lolos Chevening untuk master di UK.
Arfan S.
Awardee Chevening, MA di Inggris โข
Saya bingung mau kuliah S1 ke mana setelah lulus SMA. Mentor EduPoint bantu shortlist kampus di Belanda dan Jerman yang sesuai budget keluarga. Ternyata banyak program berbahasa Inggris yang terjangkau. Sekarang saya kuliah Computer Science di Belanda dengan biaya yang masuk akal.
Lila N.
Mahasiswa S1 di Belanda โข
Statement of Purpose saya awalnya terlalu umum dan terdengar seperti semua orang. Mentor membantu menemukan benang merah pengalaman riset saya dan menuliskannya jadi narasi yang kuat. Diterima di tiga kampus S2 sekaligus di Australia, lalu pilih yang menawarkan beasiswa.
Joyce N.
Mahasiswa S2 di Australia โข
Saya profesional yang sudah kerja 4 tahun dan ingin ambil MBA di luar negeri. Susah membagi waktu belajar GMAT. Mentor EduPoint kasih jadwal malam dan akhir pekan, plus strategi esai yang menonjolkan pengalaman kerja. GMAT saya 700, diterima di kampus bisnis target.
Dewi S.
Calon Mahasiswa MBA โข
Target saya MEXT ke Jepang. Tahap esai dan wawancara cukup menegangkan karena harus paham budaya akademik Jepang. Kak Ayu (penerima MEXT) memandu dari riset proposal sampai simulasi wawancara dalam dua bahasa. Lolos MEXT untuk S2 di Jepang dengan beasiswa penuh.
Rameyza E.
Awardee MEXT, S2 di Jepang โข
Saya kira kuliah di Jerman ribet karena bahasa. Ternyata banyak program master berbahasa Inggris dan banyak yang bebas biaya kuliah. Mentor bantu navigasi aplikasi uni-assist dan beasiswa DAAD. Sekarang saya kuliah teknik di Jerman hampir tanpa biaya kuliah.
Nadia H.
Mahasiswa S2 di Jerman โข
Persiapan LPDP itu maraton. Dari skor IELTS, esai kontribusi, sampai LGD dan wawancara substansi. Kak Nabila (awardee LPDP) bedah esai saya berkali-kali dan adakan simulasi wawancara yang bikin saya jauh lebih siap. Alhamdulillah lolos LPDP untuk S2 di luar negeri.
Khansa N.
Awardee LPDP โข
Saya target S1 ke Amerika dan butuh SAT plus TOEFL. Mentor EduPoint susun roadmap dari kelas 11. SAT saya naik signifikan setelah latihan terstruktur, dan personal statement saya dibimbing sampai benar-benar menggambarkan diri saya. Diterima dengan bantuan beasiswa internal kampus.
Qawwam R.
Mahasiswa S1 di Amerika โข
Harga transparan per sesi atau paket sesuai kebutuhan
Mulai dari
Rp 102.000 / jam
Harga final dihitung saat daftar.
Tarif per jam terhemat, dihitung dari paket 28 sesi per bulan berdurasi 120 menit. Harga per sesi (60, 90, atau 120 menit) tercantum di bagian pilihan format.
Daftar & Hitung HargaBayar fleksibel โ QRIS, Virtual Account, Alfamart, Indomaret, transfer & e-wallet.
Harga belum termasuk biaya tes resmi (IELTS/TOEFL/SAT/GRE) dan biaya aplikasi universitas. Paket bisa disesuaikan dengan tahap persiapan Anda.
Bimbingan online via Zoom tersedia untuk peserta di seluruh dunia. Banyak peserta kami mengikuti dari berbagai kota di Indonesia maupun saat sudah berada di luar negeri. Jadwal disesuaikan dengan zona waktu Anda.
Bimbingan tatap muka untuk persiapan tes tersedia di 60+ kota di Indonesia. Mentor datang ke rumah atau kafe di area Anda.
Perjalanan nyata pelajar EduPoint menuju studi di luar negeri
Latar Belakang
Fresh graduate dari kampus negeri di Indonesia, ingin lanjut S2 Public Policy ke UK lewat LPDP, tapi IELTS awal hanya 5.5 dan belum punya pengalaman menulis esai beasiswa
Mengambil paket persiapan beasiswa selama 6 bulan: 3 bulan pertama fokus IELTS terstruktur per skill sampai mencapai 7.0, 3 bulan berikutnya bedah esai kontribusi, simulasi LGD, dan wawancara substansi dengan mentor awardee LPDP.
Latar Belakang
Siswa SMA kelas 12 yang ingin kuliah teknik di luar negeri dengan budget keluarga terbatas, awalnya berpikir kuliah luar negeri pasti mahal
Mentor memetakan jalur Studienkolleg dan program S1 di Jerman yang bebas biaya kuliah. Persiapan meliputi penguatan bahasa, dokumen aplikasi via uni-assist, dan strategi pembiayaan biaya hidup lewat kerja part-time legal.
Latar Belakang
Profesional dengan 5 tahun pengalaman di sektor pembangunan, ingin ambil master sambil menjaga peluang berkontribusi untuk Indonesia, target Australia Awards
Persiapan 8 bulan: IELTS untuk syarat unconditional, esai yang menghubungkan pengalaman kerja dengan rencana kontribusi, dan simulasi wawancara seleksi. Mentor adalah alumni Australia Awards di bidang serupa.
Pilihan tes bahasa bergantung pada negara dan universitas tujuan. IELTS Academic paling diterima luas, terutama di UK, Australia, Eropa, dan banyak negara Persemakmuran. Formatnya menguji empat skill dengan speaking tatap muka bersama penguji manusia, cocok untuk yang nyaman berbicara langsung. TOEFL iBT lebih disukai sebagian universitas di Amerika, formatnya berbasis komputer penuh dengan speaking direkam, cocok untuk yang terbiasa aksen Amerika dan tugas integrated. Duolingo English Test (DET) makin banyak diterima karena murah, bisa dikerjakan dari rumah, dan hasil cepat, ideal untuk yang butuh sertifikat dengan budget terbatas, meski belum semua kampus menerimanya. Rekomendasi praktis: cek dulu syarat resmi kampus dan beasiswa target Anda, karena LPDP, Chevening, dan banyak universitas mensyaratkan IELTS/TOEFL spesifik. Setelah tahu syaratnya, pilih tes yang formatnya paling cocok dengan gaya Anda, lalu siapkan secara terstruktur dengan target skor jelas.
Persiapan ideal dimulai 18 bulan sebelum keberangkatan agar tidak terburu-buru. Bulan 18-15: riset negara, universitas, dan jurusan, tentukan tes yang dibutuhkan, mulai belajar bahasa. Bulan 15-12: ambil tes IELTS/TOEFL dan tes akademik (SAT/GRE/GMAT) jika diperlukan, mulai shortlist kampus reach/match/safety. Bulan 12-9: susun dokumen aplikasi, minta surat rekomendasi lebih awal, draf personal statement atau SOP. Bulan 9-6: finalisasi esai melalui beberapa putaran revisi, submit aplikasi sesuai deadline tiap kampus (deadline UK dan USA sering lebih awal). Bulan 6-3: aplikasi beasiswa paralel, persiapan dan simulasi wawancara, tunggu hasil admisi. Bulan 3-0: terima Letter of Acceptance, urus visa pelajar, akomodasi, dan persiapan keberangkatan. Realitanya, banyak pendaftar memulai lebih lambat dan tetap berhasil, namun memulai lebih awal memberi ruang memperbaiki skor tes dan memperkuat esai tanpa tekanan deadline.
Esai aplikasi adalah tempat profil Anda hidup di mata komite seleksi. Kesalahan paling umum adalah menulis terlalu umum sehingga terdengar seperti semua orang. Esai yang kuat dibangun dari benang merah yang jelas: apa yang membentuk minat Anda, bukti konkret pengalaman (riset, proyek, kerja, organisasi), alasan spesifik memilih program dan kampus tersebut, dan rencana pasca studi yang relevan. Untuk Personal Statement S1, fokus pada cerita personal dan potensi. Untuk Statement of Purpose S2/S3, fokus pada kesiapan akademik, kecocokan dengan riset atau kurikulum program, bahkan nama dosen yang ingin Anda ikuti. Gunakan struktur yang rapi: pembuka yang menarik, isi dengan bukti, dan penutup yang menghubungkan masa lalu, program, dan masa depan. Tulis dalam suara Anda sendiri, hindari klise dan kata bombastis kosong. Lakukan beberapa putaran revisi: draf pertama untuk menuangkan ide, revisi kedua untuk struktur, revisi ketiga untuk bahasa dan kepadatan. Minta mentor yang paham standar internasional untuk memberi umpan balik jujur.
Empat beasiswa ini termasuk paling diburu pelajar Indonesia, dengan karakter berbeda. LPDP (Indonesia) fleksibel untuk berbagai negara dan jenjang, menekankan kontribusi untuk Indonesia, dengan tahapan administrasi, substansi (esai dan LGD), serta wawancara mendalam. Chevening (UK) khusus master satu tahun di Inggris, menonjolkan kepemimpinan dan jejaring, dengan empat esai dan wawancara. Fulbright (USA) bergengsi untuk studi dan riset di Amerika, menekankan pertukaran budaya dan study objective yang matang. DAAD (Jerman) kuat untuk program di Jerman, terutama bidang teknik dan riset, sering meminta riset proposal yang solid. Strategi umum: pilih beasiswa yang paling cocok dengan negara, jenjang, dan nilai pribadi Anda, lalu siapkan jauh hari karena semuanya menuntut skor bahasa, esai matang, dan kesiapan wawancara. Banyak pelajar mendaftar beberapa beasiswa sekaligus untuk memperbesar peluang, asalkan kualitas tiap aplikasi tetap terjaga.
Biaya kuliah luar negeri sangat bervariasi antar negara. Amerika dan UK cenderung paling mahal di sisi kuliah, sementara Jerman menawarkan banyak program negeri bebas biaya kuliah dan hanya membayar biaya semester kecil. Selain kuliah, hitung biaya hidup (sewa, makan, transport, asuransi), tiket pesawat, dan biaya awal seperti deposit visa. Strategi pendanaan bisa dikombinasikan: beasiswa penuh pemerintah (LPDP, Chevening, MEXT) yang menanggung kuliah dan hidup, beasiswa parsial atau internal universitas, assistantship dan funded position (umum untuk S2/S3 di Amerika), serta kerja part-time legal yang diizinkan banyak negara untuk menutup biaya hidup. Untuk yang mendanai mandiri, memilih negara dengan biaya kuliah rendah seperti Jerman atau kota dengan biaya hidup terjangkau bisa membuat studi luar negeri jauh lebih realistis. Susun rencana anggaran sejak awal agar pilihan kampus selaras dengan kemampuan finansial keluarga.
Negara tujuan yang tepat menyeimbangkan beberapa faktor sekaligus. Pertama, kualitas dan reputasi program di jurusan Anda, yang lebih menentukan daripada ranking umum universitas. Kedua, biaya total (kuliah plus hidup) dan ketersediaan beasiswa untuk profil Anda. Ketiga, bahasa pengantar: negara seperti Belanda, Jerman, Jepang, dan Korea menyediakan program berbahasa Inggris, sehingga Anda tidak selalu wajib menguasai bahasa lokal sejak awal. Keempat, peluang setelah lulus, seperti post-study work visa di Australia dan Kanada yang memudahkan pengalaman kerja. Kelima, kenyamanan hidup: iklim, keamanan, komunitas Indonesia, dan kemudahan adaptasi. Keenam, jarak dan biaya pulang, di mana Singapura dan Malaysia memberi kedekatan dengan Indonesia. Cara praktis memutuskan: buat shortlist 3-4 negara, beri skor tiap faktor sesuai prioritas pribadi, lalu cocokkan dengan kampus reach, match, dan safety. Mentor membantu memastikan pilihan Anda realistis dan selaras dengan target karier.
Artikel pendukung untuk membantu Anda memutuskan dan memaksimalkan hasil belajar.
Delapan langkah terurut menyusun aplikasi kuliah S1 ke kampus luar negeri, dari memilih negara sampai wawancara visa pelajar.
Persiapan yang tertata dari jauh hari membuat setiap tahap punya cukup ruang, dari mengumpulkan skor tes sampai mengurus visa menjelang keberangkatan.
Eksplorasi program EduPoint lain yang mendukung studi ke luar negeri
Ngobrol 15 menit gratis dengan tim Education Consultant kami untuk menimbang negara tujuan, kampus reach-match-safety, dan jalur beasiswa yang realistis bagi Anda.