Peta 160 Soal: Empat Subtes Skolastik dan Tiga Subtes Literasi
UTBK-SNBT terdiri dari dua kelompok tes yang dikerjakan dalam satu sesi panjang selama 195 menit. Kelompok pertama adalah Tes Potensi Skolastik dengan 90 soal dalam 90 menit: Penalaran Umum (30 soal, 30 menit), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (20 soal, 15 menit), Pemahaman Bacaan dan Menulis (20 soal, 25 menit), serta Pengetahuan Kuantitatif (20 soal, 20 menit). Kelompok kedua adalah Tes Literasi dengan 70 soal dalam 105 menit: Literasi Bahasa Indonesia (30 soal, 42,5 menit), Literasi Bahasa Inggris (20 soal, 20 menit), dan Penalaran Matematika (20 soal, 42,5 menit).
Angka-angka ini layak dihafal sejak pekan pertama, sebab hampir semua keputusan latihan berangkat darinya. Pengetahuan dan Pemahaman Umum ternyata subtes terpadat, dengan jatah kurang dari satu menit per soal. Penalaran Matematika justru paling longgar, sekitar dua menit lebih per soal, karena soalnya dibungkus konteks cerita yang perlu dibaca sebelum dihitung. Siswa yang paham perbedaan ini menyiapkan dua gaya kerja: cepat dan yakin di subtes padat, teliti dan bertahap di subtes longgar.
Satu hal sering membingungkan pembaca berita pendidikan. Sejak 2026 Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali dipakai, khusus untuk jalur SNBP yang berbasis rapor. UTBK-SNBT tetap memakai susunan penalaran dan literasi seperti 2025. Jadi pembelajar yang membidik SNBT memusatkan latihan pada cara berpikir, membaca, dan mengolah data, sementara hafalan per bab pelajaran sekolah cukup dijaga sebagai dasar.
Tulis tabel tujuh subtes dari ingatan sebelum memulai latihan apa pun, karena tabel itu menjadi acuan semua jadwal berikutnya.