Tiga Tipe Jalur Mandiri: CBT Kampus, Skor UTBK, dan UM-PTKIN
Jalur mandiri PTN terbagi ke dalam tiga mekanisme yang cara persiapannya berbeda jauh. Tipe pertama adalah ujian CBT yang dibuat dan diselenggarakan kampus sendiri, seperti SIMAK UI, UM UGM CBT, SSU ITB, SMUP Unpad, Mandiri UNAIR, dan SMITS ITS. Tipe kedua memakai skor UTBK yang sudah dimiliki peserta sebagai dasar seleksi tanpa tes tambahan, pola yang dipakai sejumlah PTN seperti UNY, UB, dan UNS. Tipe ketiga adalah UM-PTKIN, seleksi nasional berbasis tes dari Kementerian Agama dengan sistem SSE (Sistem Seleksi Elektronik) untuk masuk UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia, yang sering ditempuh berdampingan dengan jalur mandiri PTN.
Bagi calon mahasiswa, membedakan ketiganya menentukan apa yang perlu dipelajari dalam beberapa bulan ke depan. Peserta yang membidik CBT kampus menyiapkan materi tambahan dan strategi menjawab sesuai aturan skoring kampus itu. Peserta jalur skor UTBK tidak menempuh ujian baru, sehingga pekerjaannya bergeser ke membaca daya tampung, menyiapkan berkas, dan memantau tenggat. Peserta UM-PTKIN menambah komponen keislaman di samping kemampuan akademik umum.
Banyak pembelajar menjalankan dua tipe sekaligus, misalnya mendaftar jalur skor UTBK di satu kampus sambil belajar untuk CBT kampus lain, karena mekanisme dan jadwal keduanya terpisah. Langkah awal yang praktis adalah menulis nama kampus incaran, lalu menandai tiap kampus dengan tipe CBT kampus, skor UTBK, atau PTKIN berdasarkan laman admisi resminya tahun berjalan. Tanda itu menjadi dasar semua keputusan belajar sesudahnya.
Tandai setiap kampus incaran dengan tipe jalurnya lebih dulu, sebab tipe itulah yang menentukan materi yang perlu dipelajari.