Pemanasan 10 sampai 15 Menit: Sendi, Tempo Jalan, dan Berdiri Satu Kaki
Setiap sesi teater dibuka dengan pemanasan sekitar 10 sampai 15 menit. Urutannya mengikuti tubuh dari atas ke bawah: putar kepala perlahan, angkat dan jatuhkan bahu, putar pinggang, lalu regangkan lengan, paha, dan pergelangan kaki satu per satu. Tujuannya sederhana, yaitu membuat otot dan sendi hangat sebelum diminta bergerak lebar, melompat, atau jatuh ke lantai dalam adegan. Aktor pemula yang melewatkan bagian ini cenderung bergerak kaku sepanjang latihan dan lebih mudah cedera.
Setelah tubuh hangat, latihan berpindah ke kesadaran gerak. Pembelajar berjalan pelan mengelilingi ruang sambil merasakan telapak kaki menapak, tumit dulu lalu jari. Tempo kemudian dinaikkan bertahap sampai cepat, lalu diturunkan lagi. Perubahan tempo ini melatih kendali: tubuh yang terkendali bisa berhenti mendadak tanpa terhuyung dan bisa melambat tanpa kehilangan tenaga.
Keseimbangan dilatih lewat berdiri satu kaki sambil menghitung sampai sepuluh, lalu berganti kaki. Bila sudah stabil, tangan ditambahkan: mengayun ke depan, merentang ke samping, atau memegang benda khayalan. Kesulitan yang umum adalah tubuh condong dan bahu naik karena tegang. Cara menanganinya adalah menurunkan bahu, menatap satu titik di dinding, dan bernapas pelan. Tanda latihan ini sudah melekat adalah pembelajar bisa menahan posisi satu kaki sambil bicara satu kalimat utuh. Musik dengan ketukan yang jelas, atau metronom di ponsel, membantu menjaga perubahan tempo tetap teratur, sehingga pembelajar bisa mengukur sendiri apakah langkahnya mengikuti irama atau mendahuluinya.
Pemanasan menyiapkan sendi, latihan tempo melatih kendali, dan berdiri satu kaki memperlihatkan seberapa tenang pusat tubuh saat diberi beban.