Comte, Durkheim, Weber, dan Marx: satu gagasan pegangan per tokoh
Hampir semua istilah sosiologi di tingkat SMA berakar pada empat nama. Auguste Comte memberi nama ilmu ini dan mendorong pengamatan masyarakat secara teratur lewat positivisme. Emile Durkheim memperkenalkan fakta sosial, yaitu cara bertindak dan berpikir yang berada di luar individu dan menekan perilakunya, serta membedakan solidaritas mekanik pada masyarakat yang anggotanya serupa dan solidaritas organik pada masyarakat yang pekerjaannya saling bergantung. Max Weber memusatkan perhatian pada tindakan sosial yang diberi makna oleh pelakunya, dengan metode verstehen untuk memahami makna itu dari sudut pandang si pelaku. Karl Marx membaca masyarakat lewat pertentangan kelas antara pemilik alat produksi dan pekerja.
Kesulitan yang paling sering muncul adalah gagasan yang tertukar antartokoh, terutama Durkheim dan Weber. Durkheim berangkat dari struktur yang memaksa dari luar, sedangkan Weber berangkat dari makna di kepala orang yang bertindak. Cara melatihnya sederhana: buat satu halaman berisi empat kolom, isi tiap kolom dengan nama tokoh, satu kata kunci, satu kalimat gagasan, dan satu contoh. Antrean di kantin cocok untuk fakta sosial Durkheim, keputusan memilih jurusan sambil menimbang peluang kerja cocok untuk tindakan rasional Weber, dan perbedaan akses bimbingan belajar antarteman cocok untuk Marx.
Weber juga membagi tindakan sosial ke dalam empat tipe: rasional instrumental, rasional berorientasi nilai, afektif, dan tradisional. Empat tipe ini sering keluar sebagai soal yang menyajikan perilaku seseorang lalu meminta tipenya. Latihlah dengan menulis satu kejadian untuk tiap tipe dari keseharian sendiri, misalnya bersalaman saat Lebaran untuk tindakan tradisional.
Kalau keempat tokoh bisa disebut beserta kata kunci dan contohnya tanpa membuka buku, fondasi teori sosiologi sudah berdiri.