Dua Komponen Penilaian: Rapor Minimal 50 Persen dan Mata Pelajaran Pendukung
SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, menilai siswa dari rekam belajar selama SMA, SMK, atau MA, dan di dalamnya tidak ada ujian tulis. Penilaian di tingkat PTN dibagi menjadi dua komponen. Komponen pertama adalah rerata nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot paling sedikit 50 persen. Komponen kedua berbobot setinggi-tingginya 50 persen dan memuat nilai satu atau dua mapel yang menopang prodi incaran, ditambah prestasi, dan untuk bidang seni serta olahraga ditambah portofolio.
Komposisi persis komponen kedua ditetapkan masing-masing PTN. Satu kampus bisa memberi porsi besar pada mata pelajaran pendukung, kampus lain memberi ruang lebih lebar pada prestasi. Siswa yang membandingkan dua prodi di dua kampus sebaiknya membaca ketentuan masing-masing di laman SNPMB dan laman penerimaan kampusnya, lalu mencatat perbedaannya dalam satu tabel kecil supaya tidak tertukar.
Rumus ini menjelaskan mengapa rapor bekerja dua kali. Di sekolah, rerata semester 1 sampai 5 menentukan apakah nama siswa masuk daftar eligible. Di PTN, rerata yang sama kembali dinilai, lalu dua mata pelajaran pendukung dibaca lebih dekat. Siswa yang memahami urutan ini bisa menyusun prioritas belajar dengan tenang: semua mata pelajaran dijaga di batas yang sehat, dan dua mata pelajaran yang paling dekat dengan prodi incaran mendapat porsi latihan tambahan.
Semua mata pelajaran menyusun komponen pertama, sedangkan dua mata pelajaran pendukung menjadi inti komponen kedua.