Lompatan materi dari SMP ke kelas 10 Fase E
Kelas 10 adalah Fase E dalam Kurikulum Merdeka. Siswa masih mempelajari mata pelajaran umum secara lengkap, tetapi tingkat abstraksinya naik tajam. Fungsi dan persamaan kuadrat di Matematika, hukum-hukum dasar kimia di Kimia, teks eksposisi di Bahasa Indonesia: semuanya menuntut siswa memahami kenapa sebuah aturan berlaku, dan hafalan rumus saja cepat buntu begitu soal diputar sedikit.
Jumlah guru yang memberi tugas juga bertambah. Tugas datang dari banyak arah dalam pekan yang sama, dan ekskul atau organisasi mulai meminta komitmen nyata. Banyak siswa bertahan dengan kebiasaan SMP: membaca ulang catatan menjelang ulangan dan menyorot buku dengan stabilo. Cara itu terasa sibuk, dan tinjauan Dunlosky dan rekan (2013) atas sepuluh teknik belajar menempatkan keduanya di kelompok utilitas rendah.
Ada satu alasan praktis untuk segera menyesuaikan diri. Nilai rapor semester 1 kelas 10 sudah masuk ke rerata yang dipakai jalur SNBP, bersama semester 2 sampai 5. Kelas 10 juga tempat bimbingan pemilihan mata pelajaran pilihan dimulai, jadi semester pertama sekaligus menjadi masa mengamati bidang mana yang terasa menarik. Siswa yang memakai beberapa minggu awal untuk mencoba cara belajar baru biasanya masuk semester kedua dengan ritme yang lebih tenang.
Kelas 10 menghitung rapor sejak semester pertama, jadi kebiasaan belajar baru paling murah dibangun di beberapa minggu awal.