Palang Tengah, Titik Satuan, dan Lima Manik di Tiap Tiang
Soroban yang umum dipakai pemula terdiri dari bingkai, deretan tiang tegak, dan satu palang melintang yang membagi tiap tiang menjadi dua ruang. Di ruang atas ada satu manik bernilai lima, di ruang bawah ada empat manik yang masing-masing bernilai satu. Sebuah manik baru dihitung ketika ia menempel ke palang. Manik yang menjauh dari palang tidak bernilai apa-apa, sehingga sempoa yang semua maniknya menjauh dari palang sedang menunjukkan nol di setiap tiang.
Pada palang biasanya tercetak titik kecil setiap tiga tiang. Titik ini disebut titik satuan, dan pembelajar memilih salah satunya sebagai tiang satuan sebelum mulai berhitung. Tiang di sebelah kirinya menjadi puluhan, lalu ratusan, dan seterusnya. Kebiasaan menetapkan tiang satuan di awal setiap soal mencegah kekeliruan yang sering muncul pada soal bersusun, yaitu hasil yang bergeser satu tiang sehingga nilainya menjadi sepuluh kali lipat atau sepersepuluhnya.
Sempoa Tiongkok atau suanpan memakai susunan lain: dua manik atas dan lima manik bawah di tiap tiang. Susunan itu memberi ruang untuk menampung angka sementara, dan bagi mata pemula tampak lebih ramai. Soroban dengan susunan satu dan empat membuat setiap angka nol sampai sembilan punya tepat satu bentuk, sehingga pembelajar lebih cepat menghafal rupa tiap angka. Sebelum latihan, sempoa diletakkan datar di meja dengan bingkai sejajar tepi meja, lalu semua manik disapu menjauh dari palang sebagai posisi awal.
Manik hanya bernilai saat menempel ke palang, dan tiang satuan ditetapkan sebelum soal pertama dikerjakan.