Fase A, B, dan C dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memetakan capaian SD per fase. Enam tahun SD terbagi ke dalam tiga fase: Fase A untuk kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, serta Fase C untuk kelas 5 dan 6. Dalam satu fase, sekolah punya keleluasaan mengatur kecepatan materi, sehingga dua sekolah bisa mengajarkan topik yang sama di semester yang berbeda. Karena itu, pembanding yang paling berguna untuk seorang siswa adalah target akhir fasenya.
Fase A berfokus pada membaca permulaan, menulis huruf dan kata, mengenal bilangan, serta penjumlahan dan pengurangan. Fase B menambah perkalian, pembagian, pecahan sederhana, membaca pemahaman, dan IPAS yang menggabungkan pengetahuan alam dan sosial. Fase C membawa desimal, persen, bangun ruang, data sederhana, teks yang lebih panjang, serta soal yang menuntut penalaran. Asesmen Nasional dikerjakan sebagian siswa kelas 5, dan soal literasi serta numerasinya mengukur bekal yang dibangun sejak Fase A.
Peta fase ini berguna untuk membaca rapor. Siswa kelas 4 yang masih tersendat membaca paragraf sedang membawa urusan Fase A ke Fase B, dan latihan yang paling menolong adalah menutup celah itu lebih dulu sebelum mengejar materi kelasnya. Begitu pula siswa kelas 6 yang lambat di pecahan biasanya perlu kembali ke pengertian setengah dan seperempat dari Fase B. Untuk siswa sekolah internasional, logika yang sama berlaku pada tahapan Cambridge Primary atau IB PYP.
Bandingkan kemampuan siswa dengan target akhir fasenya, lalu tutup celah dari fase sebelumnya lebih dulu sebelum mengejar materi kelas.