Tangga Seleksi OSN: Sekolah, OSN-K, OSN-P, lalu Tingkat Nasional
OSN, Olimpiade Sains Nasional, diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Siswa menempuhnya sebagai tangga empat anak tangga. Yang pertama seleksi internal di sekolah, yang menentukan siapa mewakili sekolah di tiap bidang. Sesudah itu OSN tingkat kabupaten atau kota, disingkat OSN-K, lalu OSN tingkat provinsi atau OSN-P, dan puncaknya OSN tingkat nasional, tempat medali emas, perak, dan perunggu ditentukan.
Tiap anak tangga menaikkan jenis soalnya. Soal seleksi sekolah biasanya masih dekat dengan materi kelas. OSN-K mulai menuntut penalaran yang jarang muncul di ulangan harian. OSN-P memperbanyak soal yang butuh beberapa langkah berpikir yang saling bergantung, dan tingkat nasional menguji kedalaman yang mendekati soal olimpiade internasional. Siswa yang menuntaskan paket soal kabupaten tahun-tahun lalu sebelum menyentuh paket provinsi, dan baru berpindah ketika babak kabupaten sudah terasa ringan, sedang menyusun latihan yang selaras dengan tangga ini.
Sebelum tiap babak biasanya ada sesi simulasi atau uji coba. Sesi ini uji teknis platform daring: siswa mengenali tampilan soal, cara berpindah nomor, dan alur mengumpulkan jawaban. Hasilnya tidak mengeliminasi siapa pun. Siswa memakainya untuk memastikan perangkat dan koneksi siap, sehingga pada hari seleksi seluruh perhatiannya tertuju ke soal.
Peraih medali tingkat nasional berkesempatan mengikuti seleksi tim olimpiade internasional, misalnya IMO untuk Matematika, IPhO untuk Fisika, IChO untuk Kimia, dan IOI untuk Informatika. Untuk keperluan latihan sehari-hari, tangga ini paling berguna sebagai urutan target: kuasai dulu jenis soal babak yang ada tepat di depan.
Fokuskan latihan pada babak terdekat: tuntaskan soal kabupaten sampai ringan, baru naik ke paket provinsi.