Empat bidang soal olimpiade dan cara memilih titik masuk
Hampir semua soal olimpiade matematika, dari seleksi sekolah sampai IMO, bisa dikelompokkan ke empat bidang: aljabar, kombinatorika, teori bilangan, dan geometri. Pembagian ini mengikuti silabus olimpiade internasional dan juga dipakai silabus OSN, dengan nama dan cakupan yang disesuaikan per jenjang. Di SMP, teori bilangan sering disebut bidang bilangan, dan sebagian silabus menambahkan data serta peluang. Di SD, materinya dipetakan ke lima ranah yang lebih dekat dengan kurikulum kelas 4 dan 5.
Tiap bidang punya rasa yang berbeda. Teori bilangan dan aljabar terasa paling akrab karena bahannya sudah dikenal dari pelajaran sekolah: faktor, sisa pembagian, persamaan, dan barisan. Kombinatorika terasa asing di awal karena jarang ada rumus siap pakai, dan tiap soal menuntut ide penyusunan yang baru. Geometri menuntut gambar yang rapi dan mata yang terlatih melihat hubungan sudut yang tidak langsung tampak.
Cara memilih titik masuk yang praktis: kerjakan lima sampai delapan soal pengantar dari tiap bidang selama satu sampai dua minggu, lalu catat bidang mana yang paling dinikmati dan bidang mana yang paling sering membuat buntu. Bidang yang dinikmati dijadikan pintu pertama, karena rasa senang di awal menjaga latihan tetap berjalan ketika soal mulai berat. Sesudah satu bidang terasa nyaman, porsinya dikurangi dan bidang berikutnya masuk, supaya tidak ada bidang yang tertinggal jauh menjelang musim seleksi.
Kenali keempat bidang lewat soal pengantar, mulai dari yang paling dinikmati, lalu ratakan porsinya sebelum musim seleksi tiba.