Huruf Hijaiyah: 28, 29, atau 30 Huruf?
Pembelajar yang membandingkan beberapa buku sering bingung melihat jumlah huruf hijaiyah yang berbeda. Penjelasannya sederhana. Huruf dasarnya ada 28, dari alif sampai ya. Sebagian pengajar menghitung hamzah sebagai huruf tersendiri sehingga jumlahnya menjadi 29, dan sebagian lagi menambahkan lam alif, gabungan lam dan alif yang punya bentuk khusus, sehingga totalnya 30. Ketiga hitungan itu membicarakan huruf yang sama, jadi pembelajar cukup mengikuti hitungan yang dipakai buku pegangannya.
Cara menghafal yang paling ringan adalah mengelompokkan huruf menurut kerangka bentuknya. Ba, ta, dan tsa memakai kerangka yang sama dan hanya berbeda titik: satu di bawah, dua di atas, tiga di atas. Kelompok sekerangka lainnya mengikuti logika yang sama: jim bersama ha dan kha, dal bersama dzal, ra bersama zai, sin bersama syin, shad bersama dhad, tha bersama zha, ain bersama ghain, lalu fa yang berdekatan dengan qaf. Dengan pengelompokan ini, pembelajar sebenarnya menghafal sekitar tujuh belas kerangka, lalu menempelkan aturan titik pada masing-masing.
Latihan harian untuk tahap ini cukup lima huruf baru per sesi. Pembelajar mengucapkan bunyinya keras-keras sambil menunjuk bentuknya, menuliskannya sekali di kertas, lalu menguji diri dengan kartu yang urutannya diacak. Menulis huruf membantu karena tangan memaksa mata memperhatikan letak titik dan lengkung yang mudah terlewat saat hanya melihat.
Tahap ini sudah terpasang ketika pembelajar bisa menyebut semua huruf dari kartu acak tanpa jeda panjang, dan langsung membedakan ba dari nun atau fa dari qaf hanya dari titiknya.
Hafalkan kerangka bentuk huruf lebih dulu, lalu tempelkan aturan titiknya; ini jauh lebih ringan daripada menghafal 28 bentuk satu per satu.