Cara menggambar anime untuk pemula dimulai dengan membangun kepala dari sebuah lingkaran, lalu menambahkan garis vertikal dan horizontal sebagai panduan wajah. Setelah kerangka itu berdiri, atur proporsi khas anime: mata yang lebih besar dan diletakkan agak rendah, hidung dan mulut yang disederhanakan, lalu rambut yang mengikuti bentuk kepala. Latihan pendek yang rutin membangun keterampilan ini bertahap.
- Wajah anime tetap tunduk pada struktur kepala yang sama seperti gambar realistis
- Ciri gaya anime terletak pada proporsi yang dilebihkan, terutama ukuran dan letak mata
- Kuasai garis panduan wajah lebih dulu sebelum menyentuh detail rambut dan ekspresi
- Pensil grafit HB dan 2B
- Kertas sketsa atau HVS tebal ukuran A4
- Penghapus biasa dan penghapus uleni
- Rautan pensil
BGaya Anime Tumbuh dari Proporsi yang Dilebihkan
Banyak pemula mengira menggambar anime hanya soal meniru mata besar dan rambut runcing. Fondasi sebenarnya terletak pada struktur kepala yang sama dengan gambar wajah pada umumnya. Seniman ilustrasi Andrew Loomis mengajarkan bahwa kepala dibangun dari sebuah bola untuk tempurung kepala, ditambah bidang rahang di bawahnya. Kerangka ini berlaku untuk wajah realistis maupun anime, dan memahaminya membuat wajah Anda tetap meyakinkan saat kepala dimiringkan atau dilihat dari samping. Ciri gaya anime muncul saat proporsi tertentu sengaja dilebihkan. Mata digambar jauh lebih besar dan diletakkan agak ke bawah dari garis tengah kepala, dahi tampak lebih lapang, sementara hidung dan mulut disederhanakan menjadi beberapa garis kecil. Karakter anime juga sering memiliki kepala yang relatif lebih besar dibanding tubuh, terutama pada gaya yang lebih imut. Dengan memahami mana bagian yang distilisasi, cara menggambar anime untuk pemula berubah dari sekadar menjiplak menjadi keterampilan yang bisa dikembangkan dengan sadar.
Tujuh Langkah Menggambar Wajah Anime dari Nol
Ikuti urutan ini sebagai jalur latihan menggambar wajah anime untuk pemula. Setiap langkah menyiapkan fondasi untuk langkah berikutnya, jadi rampungkan satu tahap sebelum melompat ke tahap selanjutnya.
Gambar lingkaran kepala dan tentukan dagu
Mulai dengan lingkaran ringan sebagai tempurung kepala bagian atas. Dari lingkaran itu, tarik dua garis miring ke bawah menuju satu titik untuk membentuk rahang dan dagu, sehingga terbentuk siluet wajah yang membulat di atas dan meruncing di bawah. Bentuk dagu anime cenderung lebih lancip dan halus dibanding wajah realistis, tetapi hindari membuatnya terlalu runcing pada latihan awal. Gunakan pensil HB dengan tekanan ringan supaya garis kerangka ini mudah dihapus nanti. Latih menggambar bentuk kepala ini berulang kali sampai tangan terbiasa, karena inilah pondasi setiap karakter yang akan Anda gambar. Jangan buru-buru menambah wajah sebelum siluet kepala terasa seimbang antara sisi kiri dan kanan.
- Putar kertas agar tangan nyaman menarik garis lengkung rahang
- Buat lingkaran dalam satu tarikan supaya bentuknya luwes
Pasang garis panduan vertikal dan horizontal
Tarik satu garis vertikal membelah kepala dari atas ke dagu untuk menjaga kesimetrisan wajah. Bila wajah menghadap lurus, garis ini lurus di tengah, dan bila kepala menoleh, garis ini melengkung mengikuti arah pandang. Setelah itu, tambahkan garis horizontal sebagai patokan letak mata. Pada gaya anime, garis mata ini umumnya ditempatkan sedikit di bawah titik tengah kepala, lebih rendah daripada wajah realistis, yang memberi kesan dahi lebih lapang. Kedua garis ini adalah rangka tak terlihat yang menjaga semua bagian wajah tetap pada tempatnya. Menandai posisi dengan garis panduan yang tepat adalah kebiasaan yang membedakan sketsa yang rapi dengan sketsa yang berantakan.
- Garis panduan cukup tipis karena akan dihapus di tahap akhir
- Untuk wajah miring, lengkungkan garis vertikal mengikuti permukaan kepala
Tempatkan dan bentuk mata anime
Mata adalah ciri paling menonjol dari gaya anime, jadi berikan perhatian ekstra di tahap ini. Di sepanjang garis horizontal tadi, gambar dua mata dengan jarak kira-kira selebar satu mata di antara keduanya. Mata anime umumnya berbentuk lebih tinggi dan besar, dengan garis kelopak atas yang tebal, iris besar, dan satu atau dua titik pantulan cahaya yang dibiarkan putih. Alis diletakkan tak jauh di atas mata dan ikut menyampaikan ekspresi. Coba beberapa bentuk mata: bulat besar untuk karakter ceria, sipit memanjang untuk karakter tenang atau dewasa. Latih menggambar mata secara berpasangan supaya bentuk kiri dan kanan seimbang. Kesabaran menyusun mata yang simetris membuat karakter langsung terasa hidup.
- Gambar bentuk luar kedua mata dulu, baru isi iris dan pantulan cahaya
- Sisakan area putih pada iris sebagai kilau mata khas anime
Tambahkan hidung dan mulut yang disederhanakan
Berbeda dengan wajah realistis, hidung dan mulut pada anime dibuat ringkas. Letakkan hidung di antara garis mata dan dagu, sering kali hanya berupa satu titik, garis pendek, atau bayangan kecil di sisi wajah. Mulut ditempatkan di antara hidung dan dagu, biasanya cukup dengan satu garis untuk bibir, yang melengkung sesuai ekspresi. Pada tampak samping, hidung dan bibir sedikit lebih terlihat sebagai lekukan pada garis wajah. Tingkat kesederhanaan ini yang membuat wajah anime terasa bersih dan ekspresif. Latih beberapa variasi mulut untuk senyum, kaget, dan datar, karena perubahan kecil pada garis mulut mengubah suasana karakter secara keseluruhan.
- Kurangi detail hidung sampai seminimal mungkin pada gaya yang lebih imut
- Lengkungkan garis mulut ke atas atau ke bawah untuk mengatur ekspresi
Susun rambut mengikuti bentuk kepala
Rambut anime digambar sebagai gumpalan dan untaian besar yang menyatukan banyak helai sekaligus. Kuncinya adalah mengingat bahwa rambut tumbuh dari kulit kepala, jadi bentuknya harus mengikuti lengkung tempurung kepala yang sudah Anda gambar. Mulai dari titik pusar rambut di atas kepala, lalu tarik untaian yang mengalir keluar mengikuti volume kepala. Beri sedikit ruang antara garis rambut dan garis kepala supaya rambut terlihat mengembang, tidak menempel rata. Bagi rambut menjadi beberapa kelompok besar dulu, seperti poni depan, sisi, dan belakang, baru pecah menjadi untaian lebih kecil. Ujung untaian yang meruncing memberi kesan gaya anime yang khas. Variasi gaya rambut adalah salah satu cara termudah membuat karakter Anda terasa unik.
- Gambar garis kepala dulu, lalu tumpuk rambut di atasnya agar volumenya benar
- Kelompokkan rambut menjadi beberapa gumpalan besar sebelum menambah untaian
Rapikan garis dan hapus panduan
Setelah semua bagian wajah tersusun, saatnya menegaskan garis utama. Dengan tekanan pensil sedikit lebih kuat atau pensil 2B, pertegas garis luar wajah, mata, dan rambut yang sudah Anda anggap benar. Setelah garis akhir mantap, hapus garis panduan vertikal dan horizontal serta kerangka lingkaran yang masih terlihat. Gunakan penghapus uleni untuk mengangkat garis tipis tanpa merusak garis akhir. Periksa kesimetrisan wajah dengan membalik kertas atau melihatnya lewat cermin, karena mata yang sudah lelah kerap melewatkan sisi yang miring. Tahap merapikan ini yang mengubah sketsa kasar menjadi gambar yang bersih dan siap diberi arsir atau warna.
- Pastikan garis akhir sudah benar sebelum menghapus semua panduan
- Periksa wajah lewat pantulan cermin untuk menangkap sisi yang tidak seimbang
Latih dari berbagai sudut dan ekspresi
Wajah tampak depan hanyalah titik awal. Untuk karakter yang benar-benar hidup, latih menggambar kepala dari sudut tiga perempat, samping, mendongak, dan menunduk. Di setiap sudut, garis panduan vertikal dan horizontal ikut melengkung mengikuti permukaan kepala yang membulat, dan letak mata, hidung, serta telinga menyesuaikan. Tambahkan latihan ekspresi dengan mengubah bentuk mata, alis, dan mulut untuk menampilkan senang, sedih, kaget, atau marah. Menggambar lembar berisi banyak wajah kecil dengan ekspresi berbeda adalah latihan yang ampuh. Konsistensi menjaga ciri karakter yang sama di berbagai sudut adalah keterampilan tingkat lanjut yang tumbuh dari pengulangan sabar.
- Gunakan bola styrofoam atau gambar referensi untuk memahami kepala tiga dimensi
- Isi satu halaman dengan wajah kecil beragam ekspresi sebagai pemanasan
Ragam Bentuk Mata Anime dan Kesan Karakternya
Mata bulat besar
Mata lebar dengan iris besar dan pantulan cahaya menonjol memberi kesan muda, ceria, dan ramah. Bentuk ini umum untuk karakter protagonis remaja atau anak.
Mata sipit memanjang
Mata yang lebih tipis dan horizontal memberi kesan tenang, dewasa, atau berwibawa. Sering dipakai untuk karakter kalem, cerdas, atau berumur.
Mata tajam menyudut
Sudut mata yang naik ke atas menghadirkan kesan tegas, percaya diri, atau sedikit galak. Cocok untuk karakter kuat atau antagonis.
Mata setengah tertutup
Kelopak yang turun menurunkan energi wajah, memberi kesan lelah, bosan, atau santai. Berguna untuk memvariasikan ekspresi satu karakter.
Mata berkilau bintang
Iris penuh pantulan cahaya dan kilau menyampaikan rasa kagum, gembira, atau jatuh cinta. Sering muncul di momen emosional dalam cerita.
Mata bulat kecil
Bentuk sederhana dan mungil memberi kesan lucu atau komikal, banyak dipakai untuk karakter chibi dan momen ringan.
Menjiplak Referensi atau Membangun Gaya Sendiri
- Cepat memahami cara seniman lain menyusun mata, rambut, dan proporsi
- Melatih tangan mengikuti garis yang sudah terbukti bekerja
- Cocok untuk pemula yang masih membangun kepekaan bentuk
- Butuh waktu lebih lama sampai gaya terasa milik sendiri
- Menuntut pemahaman struktur, tidak sekadar menyalin permukaan
- Rentan terlihat mentah bila fondasi proporsi belum kuat
Gaya anime yang kuat lahir dari pemahaman wajah nyata lebih dulu. Seniman yang paham letak asli mata, hidung, dan tulang pipi bisa memilih bagian mana yang dilebihkan dan mana yang disederhanakan. Selipkan latihan mengamati wajah nyata di sela latihan anime, misalnya lewat langkah-langkah berikut:
- Amati foto wajah dan tandai letak garis mata, hidung, serta dagu
- Bandingkan proporsi itu dengan wajah anime favorit Anda
- Catat bagian mana yang diperbesar dan mana yang dipangkas pada gaya anime
Proporsi Wajah Anime dan Wajah Realistis
| Bagian | Wajah Realistis | Wajah Anime |
|---|---|---|
| Ukuran mata | Sekitar sepersepuluh lebar wajah | Diperbesar mencolok, mengisi banyak ruang wajah |
| Letak garis mata | Kurang lebih di tengah tinggi kepala | Diturunkan sedikit sehingga dahi lebih lapang |
| Hidung | Digambar lengkap dengan cuping dan bayangan | Disederhanakan jadi titik atau garis pendek |
| Rasio kepala ke tubuh | Sekitar satu banding tujuh sampai delapan | Kepala lebih besar, terutama pada gaya imut |
Angka di atas adalah patokan umum yang bisa disesuaikan dengan gaya masing-masing seniman.
“Pemula yang berkembang cepat biasanya yang mau bersabar di garis panduan. Saat lingkaran kepala dan garis mata sudah benar, menempatkan mata besar khas anime menjadi jauh lebih mudah. Di sesi awal kami sering meminta siswa menggambar puluhan bentuk kepala kosong dulu sebelum masuk ke detail wajah.”
Rutinitas Latihan Menggambar Anime Mingguan
- Isi satu halaman penuh lingkaran kepala dengan garis panduan setiap awal sesi
- Dua sesi khusus melatih pasangan mata anime dengan bentuk berbeda
- Satu sesi menyusun rambut dari beberapa gumpalan besar
- Satu sesi menggambar wajah dari sudut tiga perempat dan samping
- Satu lembar ekspresi berisi senang, sedih, kaget, dan marah
- Tinjau ulang sketsa sepekan terakhir setiap akhir minggu
- Wajah anime dibangun dari struktur kepala yang sama dengan gambar realistis, lalu proporsinya dilebihkan
- Garis panduan vertikal dan horizontal adalah rangka yang menjaga wajah tetap simetris dan seimbang
- Mata besar yang diletakkan agak rendah adalah ciri gaya anime yang paling menentukan
- Rambut digambar sebagai gumpalan yang mengikuti lengkung kepala supaya volumenya terasa
- Latihan 15 sampai 20 menit setiap hari lebih ampuh daripada menggambar berjam-jam sesekali
