Peta empat kontrol motor matic sebelum mesin menyala
Sesi pertama belajar mengendarai motor bisa berlangsung tanpa mesin hidup sama sekali. Pembelajar duduk di jok, lalu menelusuri letak kontrolnya satu per satu. Setang kanan memegang gas yang diputar ke arah badan dan tuas rem depan di depannya. Setang kiri memegang tuas rem belakang, ditambah tombol klakson, lampu sein, dan lampu jauh. Di bagian bawah ada standar samping untuk berhenti sebentar dan standar tengah untuk parkir yang stabil.
Di tahap awal ini, gerakan yang paling layak diulang ialah menarik tuas rem belakang dengan tangan kiri, lagi dan lagi. Pembelajar yang terbiasa naik sepeda sering refleks mencari rem dengan tangan kanan, padahal pada motor matic tangan kanan juga memegang gas. Mengulang gerakan meraih tuas kiri sampai terasa otomatis mengurangi risiko gas dan rem tertekan bersamaan saat panik.
Sesi tanpa mesin juga dipakai untuk push-walk: mendorong motor dalam keadaan mati sambil berjalan di sampingnya, berbelok, lalu menahannya dengan rem. Dari sini pembelajar merasakan bobot motor dan titik ketika motor mulai miring. Tinggi jok ikut dicek. Kedua telapak kaki idealnya bisa menjejak tanah dengan mantap, sebab kaki yang stabil saat berhenti menjadi sumber rasa aman di sesi-sesi berikutnya.
Tangan yang sudah hafal letak gas, dua rem, dan standar saat motor diam akan bergerak benar saat motor melaju.