28 Huruf Hijaiyah, Titiknya, dan Bentuk Sambungnya
Huruf hijaiyah umumnya dihitung 28, dan sebagian buku menghitung 29 karena memisahkan hamzah dari alif atau menambahkan lam-alif. Perbedaan hitungan ini tidak mengubah apa pun dalam praktik. Yang perlu dikuasai pembelajar adalah dua hal: membedakan huruf yang bentuk dasarnya sama, lalu mengenali huruf itu saat bentuknya berubah karena bersambung dengan huruf lain.
Cara paling cepat adalah mengelompokkan huruf menurut kerangkanya. Ba, ta, dan tsa punya badan yang sama dan hanya berbeda jumlah serta letak titik. Di halaman awal Iqro, pasangan lain yang hanya berselisih titik juga mudah ditemukan: ain dengan ghain, fa dengan qaf, sin dengan syin, shad dengan dhad, tha dengan zha, dal dengan dzal, dan ra dengan zai, sementara jim, ha, dan kha membentuk satu trio. Begitu pembelajar melihat bahwa titik adalah pembeda utama, separuh beban hafalan langsung terasa ringan.
Tantangan berikutnya adalah bentuk sambung. Hampir setiap huruf punya empat wujud: pembuka kata, tengah kata, penutup kata, dan berdiri sendiri. Enam huruf, yaitu alif, dal, dzal, ra, zai, dan wau, selalu berdiri terpisah dari huruf yang mengikutinya, sehingga sering membuat pemula mengira sebuah kata terputus. Latihan yang membantu adalah mencari satu huruf, misalnya ain, di satu halaman jilid dan melingkari semua bentuknya.
Tanda tahap ini sudah beres cukup jelas: kartu huruf diacak, pembelajar menyebut bunyinya tanpa jeda, dan tetap benar saat huruf yang sama muncul di tengah kata.
Pilah huruf berdasarkan badan dan jumlah titiknya, lalu latih wujud sambungnya, karena di situlah pemula paling sering tertukar.