Tiga Primer, Roda Warna 12 Posisi, dan Bagan Campuran
Seluruh warna di palet pemula bisa ditelusuri ke merah, kuning, dan biru. Dua primer yang dicampur menghasilkan warna sekunder: kuning dan biru menjadi hijau, merah dan kuning menjadi jingga, merah dan biru menjadi ungu. Primer yang dicampur dengan sekunder di sebelahnya menghasilkan warna tersier, seperti kuning kehijauan atau merah keunguan. Dua belas posisi inilah yang tersusun melingkar pada roda warna standar, dan susunan itu membantu pembelajar membaca hubungan antarwarna tanpa perlu menghafal.
Dua hubungan paling sering dipakai saat melukis. Warna komplementer duduk berhadapan di roda, seperti biru dengan jingga, merah dengan hijau, serta kuning dengan ungu. Sedikit campuran komplementer meredam sebuah warna secara alami dan hasilnya lebih lembut dibanding menambah hitam. Warna analog duduk bersebelahan, dan lukisan yang memakai tiga warna analog cenderung terasa tenang serta menyatu.
Latihan yang paling berguna di minggu-minggu awal adalah bagan campuran buatan sendiri. Pembelajar menggambar kisi kotak kecil di kertas, menuliskan nama dua warna di tepi tiap baris dan kolom, lalu mengisi kotak pertemuannya dengan hasil campuran. Satu baris tambahan untuk tiap warna yang diberi putih bertahap memperlihatkan perubahan nuansanya. Bagan ini ditempel di dekat meja dan dibuka setiap kali warna yang dicari belum ketemu. Tandanya keterampilan ini mulai terbentuk: pembelajar bisa menebak dua warna apa yang perlu diaduk sebelum mencobanya.
Bagan campuran yang dibuat dengan tangan sendiri lebih mudah diingat, karena setiap kotaknya pernah diaduk di palet.