Kalimat Pertama dan Baris Subjek Email Kerja
Email kerja dibaca sekilas. Penerima yang sibuk biasanya hanya membaca baris subjek dan dua kalimat pertama sebelum memutuskan apakah pesan itu perlu dibalas sekarang, nanti, atau cukup diarsipkan. Karena itu latihan email dimulai dari dua tempat tersebut. Pembelajar belajar menaruh tiga hal di kalimat pertama: apa intinya, apa yang diminta dari penerima, dan kapan dibutuhkan. Konteks, latar belakang, dan keterangan lampiran menyusul sesudahnya, secukupnya.
Baris subjek dilatih sebagai ringkasan yang bisa berdiri sendiri. Subjek seperti Laporan atau Info memaksa penerima membuka pesan untuk tahu isinya. Subjek seperti Mohon persetujuan anggaran pameran paling lambat Kamis sudah menyampaikan topik, tindakan, dan tenggat sekaligus. Pembelajar juga dilatih memegang aturan satu topik per email, sebab email yang memuat tiga permintaan sering dibalas untuk satu permintaan saja, sementara dua lainnya tenggelam di dalam utas.
Bahan latihannya email lama milik pembelajar sendiri. Sepuluh email yang sudah terkirim ditulis ulang dengan pola inti, permintaan, dan tenggat, lalu versi lama dan baru dibandingkan berdampingan. Biasanya kalimat yang dibuang lebih banyak daripada yang ditambah: salam pembuka yang berlapis, permintaan maaf yang tidak perlu, dan pengulangan isi lampiran. Versi yang sudah rapi disimpan sebagai templat untuk situasi yang berulang, misalnya meminta data, mengingatkan tenggat, atau mengonfirmasi jadwal.
Email yang siap dikirim bisa dipahami dari baris subjek dan kalimat pertamanya saja, tanpa penerima harus menggulir ke bawah.