Membagi 100 Menit untuk 110 Soal SKD
SKD dikerjakan di komputer dengan sistem CAT milik BKN, dan seluruh 110 soal berbagi satu hitungan mundur selama 100 menit. Kalau dibagi rata, setiap soal hanya mendapat sekitar 55 detik. Angka rata-rata itu menyesatkan, sebab ketiga komponen menuntut tempo yang berbeda jauh: soal TKP biasanya terjawab dalam belasan detik karena pelamar memilih sikap dari lima pilihan, sementara satu soal hitungan TIU bisa menelan dua sampai tiga menit bila tidak dikendalikan.
Banyak pelamar memakai urutan TKP, lalu TWK, lalu TIU. Pembagian yang sering dipakai kira-kira 15 sampai 20 menit untuk 45 soal TKP, 20 sampai 30 menit untuk 30 soal TWK, dan 40 sampai 45 menit untuk 35 soal TIU, dengan sisa beberapa menit di akhir untuk memeriksa soal yang ditandai. Urutan ini masuk akal karena setiap jawaban TKP pasti menyumbang poin, sehingga mengamankannya lebih dulu membuat pikiran lebih tenang sebelum masuk ke soal hitungan. Pelamar yang paling kuat di TIU boleh membalik urutan. Yang penting, urutan ditetapkan sejak latihan, supaya pada hari ujian tidak ada keputusan baru yang perlu diambil.
Satu aturan teknis ikut menentukan strategi: SKD tidak mengenal nilai minus. Jawaban salah pada TWK dan TIU bernilai nol, sama dengan jawaban kosong, jadi tidak ada alasan meninggalkan satu nomor pun tanpa pilihan. Di lima menit terakhir, pelamar kembali ke soal yang ditandai dan memastikan semua nomor sudah terisi.
Tetapkan urutan komponen dan batas menit per komponen sejak tryout pertama, lalu pakai pembagian yang sama di setiap latihan sampai hari ujian.