Dokumen Riset dari Ulasan, Komentar, dan Pesan Masuk
Sebelum menulis satu kalimat copy, pembelajar copywriting membuka satu dokumen kosong dan mengisinya dengan kata-kata orang lain. Sumbernya ulasan di halaman produk sejenis, kolom komentar di unggahan pesaing, pertanyaan yang berulang di pesan masuk, dan obrolan di grup komunitas tempat calon pembeli berkumpul. Yang disalin adalah kalimat aslinya, lengkap dengan istilah sehari-hari dan cara mereka bercerita, karena di situlah pembeli menggambarkan masalahnya dengan bahasanya sendiri.
Isi dokumen itu kemudian dipilah ke tiga kolom. Kolom keinginan memuat apa yang mereka kejar, kolom keraguan memuat apa yang membuat mereka menunda, dan kolom keberatan memuat alasan yang mereka sebut saat batal membeli. Ulasan bintang tiga sering menjadi sumber paling kaya, sebab penulisnya cukup puas untuk menjelaskan panjang lebar dan cukup kecewa untuk berterus terang. Dari tiga kolom ini pembelajar menyusun profil pembeli sederhana: siapa dia, apa yang dikejar, dan hambatan apa yang menahannya.
Bagian yang paling sering macet adalah godaan mengarang profil dari bayangan di kepala. Pembelajar yang merasa sudah paham produknya cenderung melewati riset dan langsung menulis, lalu copy yang lahir terdengar seperti brosur yang ditulis dari sudut penjual. Latihan penawarnya sederhana: setiap klaim di draf harus bisa ditunjuk asalnya di dokumen riset. Kalimat yang tidak punya pijakan di sana ditandai, lalu diperiksa ulang atau dibuang.
Copy yang terasa akrab bagi pembeli biasanya meminjam kata yang lebih dulu mereka tulis sendiri di ulasan dan komentar.