Persamaan Aset = Liabilitas + Ekuitas sebagai Alat Cek
Kebingungan di minggu-minggu awal kuliah akuntansi hampir selalu berujung pada satu rumus keseimbangan, yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas. Aset adalah sumber daya yang dikuasai usaha, seperti kas, piutang, perlengkapan, dan peralatan. Sisi kanan memuat liabilitas, yakni utang usaha kepada pemasok, pinjaman bank, dan kewajiban lain kepada pihak luar. Ekuitas adalah hak pemilik, yang bertambah lewat setoran modal dan laba, lalu berkurang lewat prive dan rugi. Ketiganya selalu seimbang, sebab setiap aset pasti dibiayai oleh salah satu dari dua sumber itu.
Cara melatihnya sederhana. Pembelajar membuat tabel dengan satu kolom untuk tiap akun, lalu menganalisis sepuluh sampai lima belas transaksi sebuah usaha jasa: pemilik menyetor modal, usaha membeli peralatan secara kredit, menerima pendapatan jasa tunai, membayar gaji, dan melunasi sebagian utang. Setiap baris harus menghasilkan sisi kiri dan kanan yang sama. Membeli peralatan secara kredit menambah aset dan liabilitas dalam jumlah yang sama, sedangkan membayar gaji mengurangi kas dan ekuitas sekaligus.
Yang sering membuat tersendat adalah transaksi yang hanya menggeser nilai antar-aset, seperti membeli perlengkapan tunai. Total aset tidak berubah, dan pemula kerap mengira ada yang terlewat. Begitu pembelajar bisa menjelaskan dengan kata-katanya sendiri kenapa sebuah transaksi tidak mengubah total, persamaan ini sudah bekerja sebagai alat cek, dan materi jurnal siap dimulai.
Kalau persamaan dasar tidak seimbang setelah satu transaksi, kesalahannya ada di analisis transaksi itu, dan pemeriksaan dimulai dari sana.