Pertanyaan Pembuka: Es yang Mencair dan Pensil yang Tampak Patah
Setiap bab IPA lebih mudah dimasuki lewat satu pertanyaan tentang kejadian yang pernah dilihat siswa sendiri. Sebelum membuka bab perubahan wujud, siswa bisa bertanya kenapa es di gelas berubah menjadi air yang membasahi meja, dan kenapa pakaian di jemuran kering walau tidak pernah dipanaskan di atas kompor. Sebelum bab cahaya, pensil yang dicelupkan ke gelas bening berisi air tampak patah tepat di permukaan air. Pertanyaan semacam ini memberi tempat bagi penjelasan yang datang sesudahnya, sehingga definisi di buku paket terbaca sebagai jawaban atas sesuatu yang memang ingin diketahui.
Kebiasaan ini dilatih dengan cara sederhana. Siswa menyimpan buku kecil khusus pertanyaan, menulis satu pertanyaan di awal sesi belajar, lalu satu kalimat jawaban sementara di bawahnya. Jawaban sementara itu boleh keliru. Setelah membaca babnya, siswa kembali ke halaman yang sama dan memperbaiki jawabannya dengan kata-kata sendiri. Dalam beberapa pekan, buku kecil itu berisi jejak cara berpikir yang bisa dibaca ulang menjelang ulangan.
Pertanyaan yang baik untuk IPA cukup sempit agar bisa dijawab lewat pengamatan. Pertanyaan apakah air garam membuat telur mengapung bisa diuji di dapur dalam setengah jam. Pertanyaan tentang asal-usul alam semesta terlalu luas untuk satu sesi, sehingga lebih baik dipecah menjadi pertanyaan kecil tentang tata surya, gravitasi, dan cahaya. Siswa SD kelas atas biasanya mulai dari pertanyaan apa dan mengapa, sedangkan siswa SMP sudah bisa menambahkan pertanyaan berapa, yang membawa mereka ke pengukuran.
Satu pertanyaan sempit di awal sesi membuat penjelasan di buku paket punya tempat untuk menempel.