Cahaya Jendela Teduh dan Arah Datangnya Sinar
Sumber cahaya utama dalam fotografi produk dengan alat sederhana adalah jendela yang menerima terang siang tanpa sinar matahari yang menimpa barang secara langsung. Cahaya semacam ini tersebar, sehingga tepi bayangan terlihat lembut dan permukaan barang tampak rata terangnya. Sinar matahari langsung menghasilkan bayangan bertepi tajam, bercak putih yang gosong di permukaan licin, dan kontras yang sulit diselamatkan saat menyunting. Langkah pertama pembelajar karena itu sederhana: mengamati jendela di rumah pada jam yang berbeda dan mencatat kapan cahayanya terang tetapi teduh. Pagi menjelang siang dan sore hari biasanya memberi kondisi itu.
Arah cahaya sama pentingnya dengan kekuatannya. Cahaya dari samping, dengan jendela berada di kiri atau kanan barang, memunculkan tekstur kain, serat kayu, dan lekuk kemasan, karena setiap tonjolan kecil melempar bayangan tipis. Cahaya dari depan meratakan semuanya dan membuat barang terlihat pipih, sedangkan cahaya dari belakang menggelapkan sisi yang menghadap kamera. Latihan yang berguna: letakkan satu barang yang sama di meja, lalu ubah posisinya sehingga cahaya datang dari depan, samping, dan belakang. Tiga fotonya kemudian dibandingkan berdampingan di layar ponsel.
Kalau matahari terlalu terik, kain putih tipis atau kertas kalkir yang digantung di jendela berfungsi sebagai penyebar. Jarak juga mengatur kelembutan. Barang yang terlalu dekat ke jendela mendapat sisi terang yang menyilaukan dan sisi gelap yang pekat, sementara menggesernya sedikit menjauh membuat peralihannya lebih landai. Satu kebiasaan yang perlu dibangun sejak sesi pertama adalah mematikan lampu ruangan berwarna kuning, supaya cahaya jendela menjadi satu-satunya sumber dan warna barang tidak tercampur.
Cahaya teduh dari samping, satu sumber per sesi, dan jarak yang diatur pelan-pelan adalah fondasi setiap foto dagangan.