Stop: satuan yang menyatukan aperture, shutter speed, dan ISO
Pemula sering menghafal aperture, shutter speed, dan ISO sebagai tiga hal terpisah, lalu bingung ketika mengubah satu setelan membuat foto mendadak gelap. Kuncinya ada pada satuan yang dipakai ketiganya, yaitu stop. Satu stop berarti cahaya berlipat dua atau tinggal separuh. Begitu satuan ini terasa, ketiga setelan berubah menjadi tiga keran yang bisa saling menggantikan.
Deret stop penuh pada aperture adalah f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, dan f/22. Setiap langkah ke kanan memotong cahaya separuh. Pada shutter speed, deretnya 1/1000, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, dan 1/15 detik, dengan logika yang sama. Pada ISO, angka 100, 200, 400, 800, 1600, dan 3200 masing-masing menggandakan kepekaan kamera terhadap cahaya dari angka sebelumnya.
Latihan pertukaran stop paling mudah dilakukan di depan jendela. Potret satu benda di f/4 dan 1/250 detik, lalu ubah ke f/5.6 dan 1/125 detik. Terangnya sama, karena satu stop yang hilang dari bukaan diganti satu stop dari rana. Ulangi dengan tiga atau empat pasangan lain dan catat hasilnya. Pembelajar yang sudah bisa menebak pasangan setelan berikutnya tanpa melihat layar berarti sudah memegang logika dasar eksposur.
Satu stop sama dengan cahaya berlipat dua atau separuh, dan satuan itu berlaku sama untuk bukaan, rana, dan ISO.