Funnel AIDA sebagai Peta Kanal: SEO, Iklan, Konten, dan Email
Funnel pemasaran adalah urutan tahap yang dilalui calon pembeli, dari pertama kali melihat sebuah produk sampai membayar, lalu kembali membeli. Kerangka yang paling sering dipakai pemula bernama AIDA: attention, interest, desire, dan action. Pembelajar digital marketing memakai funnel sebagai peta sebelum membuka alat apa pun, karena setiap kanal punya tugas di tahap tertentu. Konten media sosial dan artikel SEO bekerja di bagian atas, saat orang baru mengenal. Iklan pencarian Google menangkap orang yang sudah aktif mencari solusi. Email dan pesan WhatsApp merawat pembeli yang pernah bertransaksi.
Kesulitannya muncul karena pemula cenderung langsung memilih alat yang sedang ramai dibicarakan, lalu bingung kenapa angka iklan tinggi sementara penjualan diam. Jawabannya biasanya ada di funnel: iklan berhasil menarik perhatian, tetapi halaman tujuan tidak menjawab keraguan pembeli. Tanpa peta tahap, kebocoran seperti ini sulit ditunjuk letaknya, dan perbaikan yang dicoba sering menyasar tahap yang keliru.
Latihan yang efektif adalah membedah satu merek lokal yang sering terlihat di linimasa. Pembelajar mencatat di mana merek itu pertama kali muncul, konten apa yang membuat orang mampir ke profilnya, bagaimana halaman produknya menutup penjualan, dan apa yang dikirim setelah orang membeli. Hasilnya ditulis sebagai tabel empat baris, satu baris per tahap. Keterampilan ini terlihat mapan saat pembelajar bisa menunjuk satu tahap yang paling lemah dari sebuah usaha dan menyebut kanal yang cocok untuk memperbaikinya.
Sebelum memilih kanal, tentukan dulu tahap funnel mana yang sedang dikerjakan.