Lima Prinsip Visual pada Kemasan, Brosur, dan Unggahan Promo
Lima prinsip visual adalah alat ukur pertama dalam desain grafis. Kontras membedakan elemen penting dari elemen biasa. Hierarki mengatur urutan mata membaca. Keselarasan atau alignment merapikan elemen pada garis bayangan yang sama. Ruang kosong memberi jarak supaya halaman tidak terasa sesak, dan keseimbangan menata bobot visual di kiri dan kanan. Kelima istilah ini menjelaskan kenapa satu poster terasa rapi sementara poster lain terasa berantakan, padahal keduanya memakai foto dan huruf yang mirip.
Latihannya bisa dimulai tanpa komputer. Pembelajar mengambil kemasan di lemari dapur, brosur yang terselip di tas, atau unggahan promo di ponsel, lalu menjawab tiga pertanyaan pendek: apa yang terlihat pertama, apa yang terlihat kedua, dan prinsip mana yang membuat urutan itu terjadi. Jawabannya cukup satu kalimat per karya. Kumpulkan sepuluh desain yang disukai dan beberapa desain yang terasa janggal, sebab menemukan alasan sebuah desain gagal sering melatih mata lebih cepat.
Banyak pemula bisa merasakan bahwa sebuah karya bagus atau kurang enak, tetapi belum bisa menjelaskan sebabnya. Kosakata lima prinsip mengubah kesan samar itu menjadi diagnosis yang bisa ditindaklanjuti: judul kurang kontras, kolom teks tidak sejajar, pinggiran terlalu sempit, atau semua elemen menumpuk di sisi kanan. Dua sampai tiga minggu kebiasaan mengamati seperti ini memberi bekal yang dipakai terus di semua tahap berikutnya.
Kalau alasan sebuah desain terasa rapi sudah bisa dijelaskan dengan nama prinsipnya, mata siap dibawa ke software.