Kalimat posisi: siapa yang dibantu, hasil apa, lewat format apa
Banyak calon kreator berhenti di minggu kedua karena setiap pagi mereka harus memutuskan ulang mau membahas apa. Akar masalahnya ada di niche yang belum dirumuskan. Latihan pertama yang paling berguna adalah menulis satu kalimat posisi: "Saya membantu [siapa] untuk [hasil apa] lewat [format apa]." Contohnya, "Saya membantu anak kos memasak tiga menu sehari dengan anggaran tipis lewat video pendek", atau "Saya membantu pekerja kantoran belajar bahasa Inggris untuk rapat lewat carousel mingguan".
Kalimat itu lalu diuji. Pembelajar mencatat dua puluh pertanyaan yang sering ditanyakan orang tentang topiknya. Kalau daftar itu mudah penuh, topiknya punya bahan berbulan-bulan. Kalau baru sampai baris ketujuh sudah macet, sudutnya mungkin terlalu sempit atau minatnya belum cukup kuat. Uji kedua adalah pertanyaan lima puluh konten: sanggupkah ia membahas tema ini lima puluh kali tanpa bosan.
Langkah berikutnya adalah mencari sudut khas. Pembelajar membuka tiga sampai lima akun di niche yang sama, mencatat topik apa yang sudah banyak dibahas, dan menandai celah yang jarang disentuh. Sudut khas bisa datang dari cara pandang (masak hemat untuk anak kos), dari latar sendiri (guru yang menjelaskan pelajaran sekolah), atau dari gaya bicara (tenang dan runut). Kalimat posisi yang sudah matang menjadi kompas setiap kali bank ide terasa kosong.
Kalau dua puluh pertanyaan audiens bisa ditulis dalam sekali duduk, niche itu siap dipakai sebagai kompas konten.